Memahami Matematika-Nya

Semakin tua saya semakin menyakini bahwa matematika manusia kadang berbeda dengan matematika-Nya. Saya mulai merenungkan hal itu lebih dalam ketika anak saya pernah bertanya, “Pak, satu tambah satu berapa? Tentunya, langsung saya jawab dua.

Ketika jawaban itu saya berikan, anak saya menukas, “Salah, itu anak SD juga tahu.” Menyadari bahwa itu guyonan dan uji kreativitas, maka kemudian saya jawab, “Sebelas!” Ternyata jawaban itupun disalahkan anak saya. Menurutnya, 1 + 1 = 27 . Kontan saya bertanya, “Kok bisa 27, nak?”

Saya tersentak dengan jawaban anak saya, “Kalau bapak sholat sendiri berapa pahalanya? Satu, kan? Tapi kalau bapak berdua berapa pahalanya? 27, kan?” [Dalam agama Islam, sholat berjamaah, bersama itu pahalaya 27 kali lipat]. Langsung saya peluk anak saya sambil berkata, “Kamu pinter nak..” [Itu turunan. He he he….]

Apa hikmah cerita tersebut dalam kehidupan? Sehebat-hebatnya Anda, pasti Anda akan kalah menghadapi orang yang bekerja dengan tim yang kompak. Maka, bila Anda ingin melakukan percepatan hidup segeralah buat tim, juga buat kelompok mastermind [baca juga tulisan saya di web ini].

Sejak obrolan dengan anak saya tadi saya mulai berpikir serius tentang matematika-Nya. Salah satunya tentang sedekah. Dalam pandangan manusia harta yang kita miliki bila diberikan kepada orang lain akan berkurang. Namun dalam pandangan Matematika-Nya dengan sedekah justeru harta kita akan bertambah.

Saya sangat yakin dengan hal itu karena sudah membuktikannya. Saya juga melihat banyak orang semakin kaya setelah ia banyak sedekah. Bill Gates contohnya, ia menyumbangkan hartanya hampir 200 trilyun rupiah untuk kegiatan pendidikan dan kesehatan. Hasilnya? Ia masih berada dalam daftar orang terkaya di dunia.

So, mari kita pahami Matematika-Nya dan bekerja dengan keyakinan Matematika-Nya. Bukankah Dia yang menciptakan kita, dunia dan seisinya? Tentunya Dia yang lebih tahu Matematika kehidupan dibandingkan dengan kita.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

27 thoughts on “Memahami Matematika-Nya”

  1. Khalik HR says:

    Setuju pa sedekah memang bisa membawa kita lebih bukan berkurang
    Makasih pak Jamil

  2. aguspri78 says:

    Betul banget pak…
    Kadang sedekah kita langsung dibayar cash oleh Nya. Kadang melalui nikmat sehat, dihindari dari kejadian yg buruk dll…

  3. Kabar Angka says:

    Setuju.. dgn posting ini.

  4. dina says:

    Terma kasih tulisannya Pak, sangat mencerahkan.

  5. isw_banna says:

    keren banget anaknya pa jamil
    (meski maksain turunan hehe)

  6. Rizky.Azhar says:

    Setuju pak, saya pernah diberitahu bahwa sodaqoh itu membuka 700 pintu rezeki dan saya sendiri sudah membuktikannya. Salam Sukses Mulia

  7. Arif Eboy says:

    Setuju sekali pak…ilmu kita nggak nyampe untuk memahami matematika-Nya.

    Kayak sedekah, 10-1 = 19
    Tinggal kitanya aja yang kadang kurang percaya, padahal janji-Nya pasti benar. Kalo janji manusia mah kadang meleset, lha klo Dia y Kun fayakun.

  8. mantaf bang,,,,
    smakin terbuka dan yakin akan kebesaran-NYA,,,
    DIA bayar kontan atas sedekah kita,,, kami sekeluarga telah membuktikannya,,,

  9. Anggit Setyaningsih says:

    turunan ibunya kan om :p

    siaap2, laksanakan!! 🙂
    meski dalam keadaan kurang,tp sedekah itu tetap wajib, krn nanti insyaAllah akan diganti yg lebih besar 🙂

  10. Faisol says:

    izin copy ya Pak…

  11. C.A.K.E.P! ˆ⌣ˆ

    Matematika NYA memang tiada bisa kita nalar

  12. zainal says:

    kita tak bisa melakukan apa-apa tapi dengan Izin Nya apa yang tak bisa kita lakukan

  13. Mantaaaaap kek….slu aku obok2 web mu ini kek,tanpa seijinMU :))
    tp baru x ni aku memberikan komen kek,krn tulisan kakek yg ini meninspirasiku untk slu lbh dan lbh lg percaya dngan htungan calculator dr-NYA..
    SLU ak yakini itu kek,,krn itu bagian dr keimanan qt!!

  14. sofiani kasuma says:

    setuju dgn matematikaNYA …

  15. fardiansah says:

    matematika Allah ada dalam quran ya?

  16. pokoknya sukaaaa dan sukaaaaaa kek….hihihihhii

    @Syifax_Poetra

  17. nurhadi says:

    ayo sedekah pak, terimakasih artikelnya.

  18. @wienindra says:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِِ hanya sedekah yg bisa menyembuhkan keputusasaan saya pada saat saya hamil 2 bln dan mabok berat krn obat apapun dari dokter tdk bsa menyembuhkan.

  19. yupz sepakat bang jamil sangat mencerahkan tulisannya…

  20. somawati says:

    Subhanallah, Kalimat yg teruntai dengan sngt Indahnya, bukti bahwa Dia Maha Pencipta Yang Sebaik-baiknya…
    Sangat Bermanfaat sekali pa Jamil…
    Salam SUKSES MULIA…
    =)

  21. muhahammad syafii says:

    benar sekali pak… karena itu sebagai hamba-Nya sudah semestinya kita berjalan berdasarkan rumus kehidupan-Nya. Terima kasih pak Jamil

  22. Pak, mohon ijin ditampilkan di blog saya…terima kasih pak sangat bermamfaat.

  23. Aep Lele says:

    Sayang kok contohnya Bill Gates, dia mah bukan sedekah pak, dia cuman mindahin bunga bank ke luar negeri plus mindahin inflasi Amerika ke luar negeri, plus dapet bonus potongan pajak dari filantropinya, punten maksud saya kenapa contohnya seorang kapitalis ya…

    1. Siapa pun contohnya tidak jadi masalah kan..?

      Klo merasa lebih baik dan lebih beriman … mengapa SEDEKAHNYA ga bisa nandingin Bill Gates..?

      jadi ga per lulah ….ada kata Namun, Tapi, dll.

  24. Nisa says:

    Mantabs,,,,,Ayoo sedekah!! kekayaan smua adalah milik-Nya
    =)Salam Sukses Mulia

  25. nevri basyar says:

    mantaff, kekayaan terbesar didunia adalah yg paling banyak sedekah..

  26. arini says:

    saya izin share ini di blog saya boleh kan pak?
    🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.