Melesatlah

cicikresti1.jpg

Zona nyaman memang melenakan. Zona nyaman terkadang membuat kita lamban dan enggan belajar. Menurut orang bijak, zona nyaman sebenarnya merugikan. Hal ini tecermin dalam ungkapan orang bijak yang sudah cukup populer, “Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, celakalah ia. Barang siapa yang hari ini SAMA dengan hari kemarin, RUGI-lah ia. Barang siapa yang hari ini lebih baik dibandingkan hari kemarin, beruntunglah ia.”

Tentu agar kita tidak merugi, kita tak boleh sama setiap harinya. Harus selalu ada yang dipelajari. Harus selalu ada sesuatu yang baru yang kita pahami, maknai, jiwai dan tindaklanjuti. Ingatlah pepatah yang mengatakan, “Anak panah yang tidak pernah meninggalkan busurnya maka tak akan pernah mengenai sasaran.” Anda yang hanya puas dengan kondisi sekarang, seperti anak panah yang tak pernah melesat.

Dalam dunia training, sebenarnya saya sudah sangat nyaman. Order datang silih berganti tiada henti hampir setiap hari. Ini zona nyaman saya.

Namun, saya tidak mau seperti anak panah yang tidak pernah meninggalkan busurnya. Saya ingin banyak lahir trainer yang bisa menggantikan saya. Baik melalui Kubik maupun Akademi Trainer. Dua perusahaan berbeda dimana saya menjadi salah satu founder di keduanya.

Saya ingin punya waktu untuk belajar, saya ingin punya banyak waktu untuk mengembangkan bisnis saya. Bukan hanya untuk kepentingan masa depan saya tetapi juga untuk mengasah agar materi training yang saya berikan semakin berbobot dan kaya dengan pengalaman lapangan. Perpaduan antara ilmu yang saya pelajari dan pengalaman lapangan yang pernah saya alami tentu akan membuat materi training semakin berisi.

Oleh karena itu, baik di Kubik maupun di Akademi Trainer, setiap pekan ada program pengembangan harian ada pula pengembangan bulanan bagi semua trainer. Untuk enrichment bulan April ini, kedua institusi ini berkolaborasi mengundang ibu Cicik Resti untuk membekali kami dengan sesuatu yang berbeda.

Kami selalu berkomitmen bahwa training kami selalu memberi dampak besar bagi peserta dan menjadi solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Dan, wanita asal Banyuwangi ini, membekali kami tentang bagaimana mendesain training yang semakin impactful bagi peserta. Delivery trainingnya yang renyah dari ibu Cicik Resti membuat training satu hari pada Sabtu lalu menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

Saya tak ingin terjebak dalam zona nyaman tapi saya juga tidak mau meninggalkan total zona nyaman. Saya ingin memperlebar zona nyaman. Saya ingin terus melesat. Karena saya yakin, sesuatu yang bergerak akan lebih hidup dan menyegarkan dibandingkan sesuatu yang diam. Air mengalir itu lebih menyehatkan dan menyegarkan dibandingkan air yang tergenang. Saya pun berharap tulisan ini juga ikut bergerak dan mengalir ke banyak penjuru melalui Anda. Silakan sebar kemanapun Anda mau.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Ibu cicik Resti, duduk di sebelah kiri saya, bersama sebagian trainer Kubik dan Akademi Trainer.

Ibu Cicik Resti, duduk di sebelah kiri saya, bersama sebagian trainer Kubik dan Akademi Trainer.

Bagikan:

2 thoughts on “Melesatlah”

  1. harri firmansyah says:

    Kerennnn ! Memperlebar Zona Nyaman…yesss! Siap memperlebar kebaikan lewat menyebarkan tulisan ini..

    1. Jamil Azzaini says:

      Terima kasih kang….

Leave a Reply

Your email address will not be published.