Melahirkan Pengusaha

Disela-sela kesibukan saya sebagai pebisnis dan trainer, sejak tahun 2000 saya mengembangkan Pesantren Wirausaha. Saya senang karena ide dan gagasan itu telah menyebar dan dikembangkan banyak pihak. Tersebar di puluhan kota. Para pemuda yang semula miskin papa kini sudah menjadi pengusaha. Memang jumlahnya baru ratusan belum sampai ribuan apalagi jutaan.

Melahirkan pengusaha dari kalangan tidak berpunya memang perlu energi ekstra. Sebagian besar dari mereka lebih senang menjadi pegawai atau karyawan dibandingkan menjadi usahawan. Belum lagi mental mereka yang selama ini lemah, terpinggirkan dan tak berdaya merupakan “PR” tersendiri bagi kami.

Kemiskinan kultural dan struktural membuat mereka seolah terlahir untuk miskin, tertindas dan selalu kalah dalam persaingan. Sekedar membuat mereka berani menatap mata orang lain agar lebih percaya diri juga memerlukan energi yang tidak sedikit. Perlahan namun pasti, kini mereka sudah terbiasa menjadi tangan di atas dan sadar bahwa mereka bisa hidup lebih bermartabat.

Para alumni Pesantren Wirausaha memang belum menjadi pengusaha besar. Namun sebagian besar dari mereka sudah mampu memutus rantai kemiskinan di keluarganya. Mereka menjadi lokomotif bagi keluarganya untuk bisa hidup lebih berdaya. Mereka bisa membuktikan bahwa beragama tidak hanya di tempat ibadah tetapi bisa juga di pasar dan kehidupan bermasyarakat.

Saya ingin terus memperbanyak jumlah pemuda miskin yang kemudian menjadi pengusaha. Memang ini bukan upaya instant, memerlukan waktu dan kesabaran. Tetapi saya sangat yakin dampaknya jauh lebih besar dibandingkan kegiatan charity atau kegiatan sosial. Tidak populer tetapi berdampak besar dan sangat berpeluang mengalirkan pahala tiada henti walau kita telah mati.

Bagi Anda yang ingin berpartispasi dalam program ini dalam bentuk bantuan dana (sedekah) bisa disalurkan ke rekening kami BCA Kartasura 393-0410-267 atas nama Agung Yuniarto dan Akbar Mahali. Perlu diketahui, Agung Yuniarto adalah bagian keuangan dan Akbar Mahali adalah “tangan kanan” saya untuk kegiatan ini.

Selamat berlomba berburu kebaikan. Percayalah, orang yang bersedekah rezekinya datang berlimpah.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

2 thoughts on “Melahirkan Pengusaha”

  1. Ade MS says:

    pesantren ABA, sya pernah belajar disana 1 pekan
    ketika ada program wirausaha bersama salah satu media di solo
    alhamdulillah sya terkesan, rupanya pesantren itu bermuara di Pak Jamil, saya baru tau
    dan sya harus mengucapkan terimakasih…

  2. irfan fadhillah says:

    Pak sepertinya program pesantren ini sangat menarik ..
    bagai mana caranya saya ingin menjadi peserta pesantren wirausaha ini ..
    saya berdomisili di daerah sukabumi

Leave a Reply

Your email address will not be published.