Melahirkan Pemimpin

Melahirkan-Pemimpin.jpg

mas Ipho, saya dan alumni Tahfizh Leadership

Untuk mewujudkan salah satu impan saya melahirkan leader, saya dan founder Kubik Leadership mendirikan Tahfizh Leadership. Selama 36 pekan anak-anak muda terpilih dengan seleksi yang ketat digodok di Griya SuksesMulia. Menginap di asrama yang kami siapkan. Saat diwisuda, mereka diharapkan memiliki kualifikasi: hafal Al Quran 30 juz, seorang leader dan siap menjadi public speaker.

Tahun pendidikan 2016/2017 adalah angkatan yang ketiga. Nah, salah satu acara selama mereka belajar di Tahfizh Leadership adalah mempresentasikan proposal hidup masing-masing. Dengan seksama saya mendengarkan satu per satu presentasi mereka. Bangga, salut dan penuh harap impian besar mereka semua kelak terwujud.

Ada yang ingin membangun kampung halamannya, menjadi pengusaha, menjadi arsitek dunia, pemilik jaringan hotel, pemilik media dan lain sebagainya. Setelah program 36 pekan ini selesai, mereka ada yang ingin melanjutkan kuliah ke Turki, Madinah, Irlandia dan tentu Indonesia. Memang yang ikut program ini ada yang sudah menjadi sarjana, cuti dari kuliah, ada juga yang lulus SMA.

Salah satu yang disampaikan saat mereka presentasi proposal hidupnya adalah “kepada siapa lagi mereka akan berguru?” Ternyata, diantara deretan tokoh nasional yang banyak disebut adalah mas Ipho Santosa, penulis buku fenomenal 7 Keajaiban Rezeki. Saya pun langsung kontak mas Ipho Santosa meminta kesedian beliau untuk memenuhi harapan para calon leader ini. Alhamdulillah, mas Ipho memberikan waktu untuk jumpa di kantor beliau di BSD.

Kemarin, usai memimpin beberapa rapat di kantor, saya membawa para calon leader ini bertemu dengan mas Ipho. Mulai pukul 16.30 hingga pukul 19.00 kami mendapat curahan ilmu yang berlimpah dari founder TK Khalifa ini. Beberapa diantaranya, pertama “mimpi wajib besar, tetapi mulailah dari apa yang bisa dilakukan.” Otak akan menolak mewujudkan mimpi kita apabila kita tidak memulai action dari apa yang bisa kita lakukan saat ini. Prinsipnya “Kalau tidak bisa melakukan banyak kebaikan, jangan tinggalkan yang bisa kita lakukan”

Kedua, apabila ingin menjadi orang bermental kaya gunakan kata “dan” bukan “atau.” Pernyataan mas Ipho ini untuk menjawab pertanyaan calon leader “lebih baik saya menikah dulu atau bisnis dulu?” Penjelasan yang gamblang dari mas Ipho mengajarkan kepada para calon leader ini agar bermental “dan” bukan “atau.” Apabila ada dua kebaikan bisa kita lakukan bersama, maka lakukanlah keduanya. Apalagi keduanya bisa saling menguatkan dan menjadi pelengkap satu dengan yang lainnya.

Dan tentu banyak ilmu bergizi lainnya yang kami dapatkan dari pertemuan itu, ingin rasanya berada di kantor mas Ipho, tetapi saya sudah berjanji kepada mereka untuk berguru lagi kepada Ustadz Subhan Bawazier yang sedang berbagi ilmu di Masjid Al Azhar.

Terima kasih mas Ipho atas kesedian memenuhi harapan para calon leader ini untuk menyerap ilmunya. Saya berharap mas Ipho berkenan menerima mereka untuk berguru lagi, di lain kesempatan.

Semoga upaya-upaya kecil yang kami lakukan ini, kelak bisa berkontribusi besar bagi munculnya pemimpin pemimpin besar yang memimpin peradaban SuksesMulia di negeri tercinta, Indonesia. Mohon doakan kami.

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

2 thoughts on “Melahirkan Pemimpin”

  1. MISTER JOSS says:

    Wah..semoga jadi pemimpin Indonesia masa depan. Mas Ippho juga menggodok pengusaha shaleh masa depan di Kampus Umar Usman, “Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha. ” Ada yang sudah tahu?

    Salam

    Mr JOSS
    Motivator, Author, Wakil Rektor

    1. Silakan yg mau daftar

Leave a Reply

Your email address will not be published.