Maukah Seperti Korea?

korea.jpg

Cerita ini saya dapatkan dari pak Ary Ginanjar yang saat ini sedang berada di Korea. Penggagas ESQ ini berbagi cerita melalui salah satu group WhatsApp kami, Salingsapa, yang membernya 100 tokoh nasional. Semoga cerita ini menginspirasi dan menyadarkan kita.

Pak Ary bertanya kepada seorang pemuda Korea, “Berapa persen generasi muda yang beragama?” Dia menjawab, “Hanya 50 persen.” Lalu pertanyaan dilanjutkan, “Apakah Anda sendiri beragama?” Dengan tegas pemuda itu menjawab, “Oo, tidak…”

Keesokan harinya pak Ary bertanya lagi kepada pemuda lain, “Apakah benar 50% pemuda Korea tidak atheis?” Pemuda itu bertanya balik kepada pak Ary, “Siapa yang bilang?” Pak Ary menjawab, “Itu info dari seorang pemuda Korea kemarin.” Pemuda itu menukas, “Dia salah! Bukan 50%, yang benar 100%.”

Pak Ary melanjutkan pertanyaannya, “Apakah Anda atheis?” Dengan tegas dan meyakinkan ia menjawab, “Ya!” Pemuda itu kemudian menjelaskan bahwa awalnya mereka beragama tapi tidak pernah pergi ke tempat ibadah. Lama-lama mereka lupa dengan agama. Dan hal yang sama dilakukan pula pemuda yang lain.

40 tahun lalu, pendapatan per kapita Korea hanya 79 USD, lalu Park Chung Hee melakukan berbagai program ekonomi strategis. Sekarang, produk-produk Korea membanjiri dunia bahkan sudah banyak yang mengalahkan produk Jepang yang sudah lebih dulu merajai pasar. Budayanya pun telah mempengaruhi generasi muda dunia. Pendapatan per kapita Korea kini sudah mencapai 30.000 USD. Secara ekonomi, peringkat Korea berada di urutan ke-11.

Menurut berbagai ahli dan institusi yang kompeten, pada tahun 2030 Indonesia secara ekonomi akan menyamai Korea. Saat itu penduduk Indonesia mencapai 300 juta lebih dan 80 persennya pemuda karena ada “bonus demografi”. Apakah itu bisa tercapai? Saya tidak tahu.

Namun, andaikan itu tercapai, apakah kita bangga jika ekonomi kita kuat dan kokoh di pentas dunia namun disisi lain pemudanya tidak beragama? Itukah yang kita inginkan? Semoga itu bukan pilihan banyak orang, termasuk saya. Bagaimana dengan Anda?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

5 thoughts on “Maukah Seperti Korea?”

  1. Ali samsudin says:

    na’udhubillah, semoga kita terlindung dari sisi lain itu

    1. Jamil Azzaini says:

      Mari berbuat sesuatu untuk negeri…

  2. mufidah says:

    naudzubillah tsumma naudzubillah jgn sampai qta hanya mendapatka dunia saja dan negeri akhirat yg kekal tdk punya apa2

  3. mahfudz RZ says:

    Boleh kek saya masukin group salingsapa, seneng bangeet dah klw bisa kumpul sama orang hebat

  4. nia says:

    naudzubillah kek,jangan sampai seperti itu.semoga negara kita dengan pemuda nya yang beragama bisa membuat negeri ini semakin maju.aminn.

Leave a Reply

Your email address will not be published.