Mau Naik Kelas? Ini CARANYA

Izinkan saya cerita contoh nyata bagaimana orang-orang tertentu bisa membuat karir atau bisnisnya melesat cepat melampaui yang lain. Saya juga akan tunjukkan caranya, supaya Anda juga bisa seperti mereka. Kisah ini tidak saya tuliskan dalam buku Rise above the Crowd. Saya ceritakan disini hanya untuk Anda. Jadi bagi yang belum baca bukunya, ini bukan spoiler. Bagi yang sudah baca, ini akan melengkapi pemahaman Anda.

Saya, bersama 33 Mentee saya di TEMPA, Trainer Mentoring Program (atas), tim Kubik Group dan tim Cipta (bawah).

Saya, Indrawan Nugroho, bersama 33 Mentee saya di TEMPA, Trainer Mentoring Program (atas), keluarga besar KUBIK Group dan tim CIPTA CONSULTING (bawah).

Izinkan saya cerita contoh nyata bagaimana orang-orang tertentu bisa membuat karir atau bisnisnya melesat cepat melampaui yang lain. Saya juga akan tunjukkan caranya, supaya Anda juga bisa seperti mereka. Kisah ini tidak saya tuliskan dalam buku Rise above the Crowd. Saya ceritakan disini hanya untuk Anda. Jadi bagi yang belum baca bukunya, ini bukan spoiler. Bagi yang sudah baca, ini akan melengkapi pemahaman Anda.

Di akhir bulan September 2015 saya melempar tantangan pada para Mentee saya di TEMPA (Trainer Mentoring Program) untuk menulis buku hingga menerbitkannya dalam waktu 3 bulan. 33 Mentee menangkap tantangan saya. Dari situ dimulai petualangannya. Tanpa pengalaman. Tanpa Co-Writer. Tanpa Writing Mentor. Hanya ada panduan struktur buku, kaidah, dan jadwal setor tulisan. Separuh perjalanan, banyak mentee yang sudah mulai terseok-seok. Tersandung. Tertinggal. Bahkan mau menyerah.

Fast Forward. Januari 2015. Para Mentee TEMPA memutuskan untuk meluncurkan buku-buku mereka dengan cara yang tidak biasa, yaitu DRAMA MUSIKAL. Sesuatu yang tidak terbayang sebelumnya. Trainer itu bicara, bukan bernyanyi. Trainer itu memberi solusi, bukan main teater. Tapi ah, itu kan biasa. Bernyanyi dan main teater itu baru tantangan! Di tengah perjalanan mempersiapkan DRAMA MUSIKAL itu, sebagian mulai jatuh pede. Meragukan kemampuan dirinya sendiri. Takut malu ditertawakan ketika tampil jelek. Sebagian mulai berfikir untuk mengibarkan bendera putih.

Pindah adegan. Kubik Group. Akhir tahun 2015. Masa jabatan saya sebagai Direktur Tunggal Kubik Group segera berakhir. Para founders (saya dan Farid Poniman) meminta kesediaan sahabat kami, yang juga salah satu founder Kubik, Jamil Azzaini, untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan. Berlaku efektif mulai Januari 2016.

Bagi mas Jamil, itu bukan pekerjaan yang dia inginkan. Dia lebih suka berada diatas panggung. Tampil memukau dihadapan ribuan audiens. Berkeliling dari satu kota ke kota lainnya. Menulis artikel dan membangun jejaring dengan para tokoh masyarakat. Terlebih dari itu, mas Jamil meragukan kemampuan dirinya saat itu. Membesarkan bisnis Kubik dengan target yang semakin melangit bukanlah perkara mudah.

Namun sahabat saya itu memutuskan untuk keluar dari zona nyamannya. Dia mengambil tantangan itu. Mudah? Tentu saja tidak. Ditengah kesibukannya memberikan seminar dan pelatihan, dia kini harus melakukan banyak hal yang baginya melelahkan dan tidak biasa dia lakukan. Berfikir menyusun strategi bisnis, menelateni proses, hingga memimpin rapat-rapat sampai malam.

Sementara saya, apa yang harus saya lakukan? Kubik adalah hidup saya. Saya yang melahirkannya. Saya yang membesarkannya selama 15 tahun. Dan kini saya harus melepaskannya.

Saya memutuskan untuk memulai dari awal lagi. Mengejar bintang terang saya sebagai Inovator Bisnis. Membangun perusahaan baru bersama dua sahabat saya yang lain. Mudah? Tentu saja tidak. Bagi saya jauh lebih mudah dan nyaman untuk meneruskan dan membesarkan Kubik. Sekarang saya kembali menjadi pemula. Berdiri di kilometer nol diatas jalan yang sudah saya pilih. Saya jadi orang yang tidak tahu apa-apa.

Sampai disini, apa kelanjutan ceritanya menurut Anda? Saya tidak tahu apa yang akan terjadi nanti di tahun-tahun mendatang. Tapi saya akan ceritakan apa yang terjadi saat ini.

Masing-masing dari 33 Mentee TEMPA itu kini sudah punya buku. Mereka juga berhasil tampil memukau dihadapan 500 audiens yang memenuhi gedung pertujukan DRAMA MUSIKAL. Prestasi mereka menjadi viral di media sosial. Dan saat ini, mereka sedang mempersiapkan Roadshow seminar di 33 kota di Indonesia.

Tiga bulan semenjak resmi menjadi Direktur Kubik, Jamil Azzaini berhasil mengakselerasi bisnis Kubik dan memperkuat brandingnya. Tingkat semangat perjuangan tim Kubik semakin tinggi. Projek seminar dan pelatihan makin bertumpuk-tumpuk. Saya yakin Kubik Group akan jauh lebih hebat dibawah kepemimpinan beliau.

Bagaimana dengan Saya? Jujur, saya sangat menikmati waktu saya saat ini. Beban besar sebagai pebisnis sukses dan ahli pengembangan SDM berganti dengan ringannya langkah kaki seorang pembelajar pemula. Saya punya energi melimpah untuk mengeksplorasi ide. Saya juga bisa fokus menyelesaikan Disertasi Doktoral saya. Kini saya mulai mampu melihat jalan Bintang Terang saya dengan semakin jelas.

Apakah hasil karya kami (saya, Jamil Azzaini, dan ke-33 Mentee TEMPA) saat ini sudah sempurna? Mungkin tidak. Bagi saya, itu tidak penting. Yang paling penting adalah kami telah berhasil mengalahkan ketakutan kami sendiri. Kami juga berhasil menemukan potongan berlian dalam diri kami yang tidak kami sadari sebelumnya.

Kesimpulan: Kalau mau naik kelas, milikilah keberanian untuk mengambil jalan yang sulit namun diperlukan. Apakah pasti berhasil? Tidak. Tapi setidaknya Anda bergerak maju. Sementara mereka yang penakut akan jalan ditempat. Itu saja sudah bisa membuat Anda maju melampaui mereka. Ketika Anda terus bergerak maju, Anda akan belajar banyak dalam prosesnya. Myelin keahlian Anda akan semakin terlatih. Itulah yang akan membuat Anda berhasil naik kelas melampaui rekan Anda yang lain.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang sudah Anda lakukan pada 3 bulan di awal tahun ini?

Ingat kata Max De Pree, CEO Herman Miller, “We cannot become what we want to be by remaining what we are.” Kita tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan dengan tetap mempertahankan diri kita saat ini.

Artikel ini saya tulis sebagai Tribute untuk sahabat sejati saya Jamil Azzaini, dan para Mentee TEMPA yang terus menginspirasi saya untuk naik kelas yang lebih tinggi.

Indrawan Nugroho
Business Innovator
CEO CIPTA Consulting

Dapatkan artikel solutif setiap hari GRATIS. Ajukan pertanyaan, dapatkan solusinya. Join Klub Inovator Bisnis (FB Group) sekarang!
Twitter: @indrakubik IG: Indrakubik FB: Indrawan Nugroho

Bagikan:

5 thoughts on “Mau Naik Kelas? Ini CARANYA

  1. Khotim says:

    Tiga bulan pertama saya di 2016,tepat sudah 1 tahun 3 bulan tak lagi menjadi orang gajian. Allah sudah mengatur segalanya, dan selama itu pula penghasilan saya bisa melebihi gaji yang pernah saya terima dulu. Sekarang jadi lebih dekat dengan anak-anak, bisa membuat program harian untuk mereka, memasak makanan kesukaan mereka, dan menyiapkan bekal sekolah terbaik untuk mereka.
    Semoga diberi jalan terang yang makin benderang… aamiin

    1. Jamil Azzaini says:

      Wah…kerON mbak Khotim….

  2. Heni says:

    Sy rutin berkunjung ke web ini… pglmn bangkrut berkali2 krn bergerak di ush yg bkn passion sy..kini sy dr 0 merangkak sambil trus bermunajat bs segera berlari dan sukses dibidang yg sy yakini sdh berada ditrack yg lurus sesuai passion., mudah2n bs bertemu kek jamil dan berkesemptn menyerap ilmu lgsg dr beliau..

  3. Ahmad afandi says:

    Saya seorang sarjana teknik dari UMI makassar, setelah lulus saya memulai usaha kaos tema outdoor, dengan pinjam modal pacar 5 juta, sewa kios, buat kamu dan sebagainya saya bermimpi ini akan berhasil dan baju saya laris manis, saya pasrkan di fb,instagram,nitipkan sama kios teman apa yang terjadi bangkrut dan meningalkan utang 2 juta.
    Putus asa saya merasa gagal saya coba ngelamar kerja ke kalimantan, kirim sini kirim sana 2 bulan dapat panggilan kerja di AUTO 2000 sebagai SAlES Asistent, yang terbayang di pikiran saya, jual baju harga 80 ribu aja gak sukses mau jual mobil harganya diatas 150 juta.

    Bulan 1
    Tanggal 30 saya menjual 1 unit toyota rush seharga 288. Juta, bangganya ga karuan, dan saya dapat pembeli dari FB seperti cara saya pas jual baju..
    Bulan 2
    Satu bulan full ga ada jualan, saya berpikir bulan kemarin kebetulan aja.
    Bulan 3
    Tepan hari ino tanggal 13 juli 2016 saya menjual 1 unit agya seharga 157 juta saya dapat dari FB.

    Pertanyaan yang muncul
    Ketika tepat oktober 2016 saya sudah mendapatkan modal 10 juta saya akan mulai bisnis saya di makssar dengan membuka rental peralatan camping.

    Yang sudah saya persiapkan
    Grup calon custemer saya sudah 2.200 anggota dan terus bertambah.

    Tiap hari saya beri edukasi, biar mereka percaya dan kenal sama saya.
    Melakukan undian gratis peralatan camping
    Sebagai sponsorship pada kegiatan pendakian,sosial yang berhubungan dengan usaha saya.

    Apa yang saya persiapkan itu sdh cukup untuk saya melepaskan kerjaan saya di auto2000..

    Mohon bantuannya pak jamul azzaini

  4. didi says:

    Saya tergerak menulis buku, mungkin kah bagi saya, yg bukan siapa siapa ini untuk menulis sebuah buku, saya ingin berbagi kisah perjuangan hidup saya, dimulai saya bekerja, mengambil keputusan berdagang selama 10 thn, dan akhirnya bangkrut, bukan ending yg bagus, saya ingin mulai lagi hal yg baru, Insya Allah sambil nulis…….mungkinkah????

Leave a Reply

Your email address will not be published.