Matematika Langit

Matematika biasa 1 + 1 = 2
Matematika sholat 1+ 1 = 27
Matematikan sedekah 1 + 1 = 1.400
Matematika langit 1 + 1 = ~

Dalam pelajaran matematika di sekolah 1 + 1 sama dengan 2. Namun dalam sholat 1 + 1 sama dengan 27. Lho, kok bisa? Logika berpikirnya, bila kita sholat sendiri pahalanya satu tetapi kalau kita berdua (berjamaah) pahalanya 27.

Berbeda dengan matematika sedekah, ternyata 1 + 1 itu sama dengan 1.400. Sebab setiap satu sedekah itu ibarat satu benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Setiap bulir itu akan menghasilkan seratus biji [Lihat QS Al Baqarah 261]. Apabila hal itu dikalikan maka setiap satu sedekah akan menghasil 700. So, 1 + 1 ya sama dengan 700 + 700 alias 1.400.

Sementara matematika langit yang saya maksud adalah menggabungkan kekuatan berjamaah dengan kekuatan sedekah. Apabila hal ini digabungkan maka akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat, sehingga hasilnya tak terhingga.

Kita ambil contoh, jika 100 juta orang Indonesia yang secara finansial sudah cukup secara berjamaah (bersama-sama) bersedekah Rp1 juta setiap bulan maka akan terkumpul Rp100 trilyun. Apabila itu dilakukan satu tahun akan terkumpul Rp1.200 trilyun. Jadi, dalam dua tahun saja hutang Indonesia (Rp2156,88 trilyun) bisa lunas. Nah, bagaimana apabila hal tersebut dilakukan secara rutin?

Begitu pula filosofi dasar Indonesia Berdaya. Kami mengajak orang-orang yang kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi untuk secara berjamaah sedekah ke rekening bersama. Hasil yang terkumpul kita gunakan untuk membeli aset-aset strategis. Selanjutnya, keuntungan dari aset-aset strategis ini digunakan untuk pemberdayaan anak yatim, orang yang tidak mampu dan orang-orang yang tak berdaya di negeri kita.

Kami mengajak Anda menghadiri dan dan menyaksikan peluncuran program Indonesia Berdaya nanti malam (Kamis, 26 September 2013) di JDC Slipi, Jakarta. Mari menjadi bagian dan saksi sejarah untuk kegiatan matematika langit ini. Silakan hubungi 0856-9404-8471

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


Wanna be Trainer, Bogor, 15-17 November 2013


Bagikan:

16 thoughts on “Matematika Langit”

  1. HARI says:

    bagus banget,siap2 sedekah?????

  2. keren nih kek, tapi koreksi sedikit ya gurunda…jika 100 juta orang Indonesia dikalikan dengan sedekah 1 juta per bulan…sudah 100 trilyun tiap bulannya kek…gak lama langsung lunas hutang negeri ini…

    1. Benar2 auditor keren, hehehr

    2. Sudah dihitung dan diganti ya :), tengkyu

      1. keren…2 tahun dari sekarang, bayi-bayi yang baru lahir di negeri ini tak lagi menanggung beban hutang ya kek…joss

  3. jussie says:

    sepertinya konsepnya (Indonesia Berdaya) sama dengan patungan usaha milik ustad YM ya pak?

  4. ismiaprial says:

    matematika langit gak banyak rumus2nya kan pak? gak kyk matematika biasa. 😀

  5. Dindin Rachmat Hidayat says:

    “Indonesia Berdaya” ala kakek…keren banget, menyempurnakan keberadaan gerakan “Beli Indonesia”(Heppy Trenggono) & “Beli Ulang Indonesia” (ust. Yusuf Mansur)

  6. exel randy orlanda says:

    Waw dahsyatnya sedekah #IndonesiaBerdaya … Salam SuksesMulia Pak Jamil !!!

  7. Merinding, #IndonesiaBerdaya sungguh Gerakan yang SuksesMulia!
    #IndonesiaBerdaya adalah contoh solusi menyelesaikan permasalahan Negeri dengan kekuatan berjamaah

    Allohumma sholli ‘ala Sayidina Muhammad, wa’ala ali Syaidina Muhammad.

    Allah Pasukan langit mencatat sebagai Amal kebaikan, dan akan dibalas dengan kebaikan yang Terbaik.

    Salam SuksesMulia!

    1. Dukung ya mas 🙂

  8. anisa anwar says:

    Kami para murid,yg menjadikan kalian-kalian yg berada didepan sebage guru, meski malam ini tidak dapat hari secara fisik disana, kami pastikan untaian doa..insyaloh beberapa transferan ke rekening dompet duafa dan hashtag #IndonesiaBerdaya di sosialmedia..
    Allohu..inilah yg mampu kami lakukan..bantu mereka ya Alloh..kawal mereka dg tentara2 Mu..amin..Allohuma amin ya Alloh..

  9. Saya suka matematika Bapak. Undang saya juga kalau ada seminar bapak lagi.. saya juga mau minta koreksi ketika saya tampil

    1. Oh iya pak, kalau boleh saya minta komentar bapak tentang pendapat saya, Bahwa KITA TAK PERLU SEKOLAH.. kalau sempat, saya senang bapak mengomentari tulisan saya ini 🙂 :::: http://www.habibasyrafy.com/2013/06/kenapa-harus-sekolah.html

  10. dnur77 says:

    Subhanallah alhamdulillah…mari kita sukseskan gerakan IndonesiaBerdaya…semangat

Leave a Reply

Your email address will not be published.