“Matang di Pohon”

Agustus tahun lalu, usai memberikan training untuk para penyuluh PT Astra Argo Lestari di Pasang Kayu, Sulawesi, kami mengadakan pesta durian. Sungguh durian yang berasal dari Pasang Kayu ini terasa nikmat. Kami menghabiskan belasan durian yang dihidangkan panitia.

Mengapa duriannya begitu nikmat? Karena durian yang kami makan adalah durian yang matang di pohon, bukan durian karbitan. Saat makan durian ini, saya terbayang anak-anak saya. Mungkinkah anak saya sudah matang dalam didikan saya.

Sehingga kelak ia terasa “nikmat” dan bisa memberi kepuasan (manfaat) bagi banyak orang? Anak-anak ibarat buah. Bila bibit buahnya unggulan, dirawat dengan kesungguhan, dipupuk dengan dosis yang tepat dan dijaga agar tidak terserang hama yang merusak akan menghasilkan buah yang berkualitas.

Bibit unggulan bukanlah ditandai seseorang itu keturunan ningrat atau berdarah biru. Bibit unggul itu diawali dengan memilih pasangan yang bisa terus diajak belajar dan bertumbuh. Berdoa sebelum melakukan hubungan suami-istri. Dirawat dengan penuh cinta saat dalam kandungan. Dan begitu terlahir di dunia, yang didengar pertama kali oleh jabang bayi adalah asma Allah (nama Tuhannya).

Bukti kita merawatnya dengan benar adalah kita berusaha mengetahui potensinya dan mengembangkan mereka sesuai dengan potensi itu. Mengetahui potensi diri sejak dini sangatlah penting. Di Public Speaking for Teens, ORANG TUA dapat mengetahui POTENSI DIRI anak. Di Public Speaking for Teens, anak akan mengetahui potensi diri dan diarahkan ke LIFE PLAN yg sesuai agar anak dpt mengembangkan dirinya. Ikuti Public Speaking for Teens di 15-17 Mei 2015 dan ketahui POTENSI DIRI anak Anda, hubungi 081290320101. Jangan lewatkan kesempatan ini.

Pendidikan anak yang utama ditangani sendiri bukan dibebankan kepada sekolah apalagi pembantu, televisi dan seperangkat game yang disiapkan lengkap di rumah. Bukan pula diserahkan kepada mertua atau orang tua sementara kedua orang tua yang melahirkannya sibuk bekerja dari pagi hingga malam.

Dipupuk dengan dosis yang tepat ditandai dengan kesediaan kita mendengar curhatan dan cerita mereka. Mendampingi dan menemani di moment-moment penting bagi mereka. Mengamati pertumbuhan mereka dengan seksama agar perlakuan yang kita berikan sesuai dengan kadar yang pas. Memilihkan mentor dan coach kehidupan yang tepat buat mereka. Jangan sampai salah memilih mentor dan coach untuk anak Anda. Pastikan mereka memang yang terbaik, salah satunya adalah Public Speaking for Teens. Pastikan anak Anda mengikuti Public Speaking for Teens 15-17 Mei nanti, hubungi 081216320707 atau 081290320101.

Ada beberapa perlakuan kepada anak yang belum saya lakukan secara sempurna sementara mereka sudah tumbuh dewasa. Saya hanya bisa menarik nafas panjang, terisak sendiri di kamar kemudian menengadahkan tangan mendoakan anak saya satu per satu. Semoga mereka termasuk yang matang di pohon.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

4 thoughts on ““Matang di Pohon””

  1. irna says:

    “Ada beberapa perlakuan kepada anak yang belum saya lakukan secara sempurna sementara mereka sudah tumbuh dewasa. Saya hanya bisa menarik nafas panjang, terisak sendiri di kamar kemudian menengadahkan tangan mendoakan anak saya satu per satu. Semoga mereka termasuk yang matang di pohon.”

    Aamiin

    #ikut instropeksi diri

    1. Jamil Azzaini says:

      Doakan saya juga….

    2. Ora Dadi Opo says:

      Aamiin Aamiin Yaa Robbal Alamin…

  2. Damayanti Mufid says:

    Merinding bacanya…
    mudah2an saya bs mendidik amanah ini dg baik.
    aaamiiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published.