Masa Depan Dibully

Princess AmandaBeberapa waktu yang lalu aku kedatangan klien hypnoparenting, si klien datang bersama ibunya. Awal kedatangan si klien langsung nyambung sama aku. Wah seruu nih pikir aku. Karena proses therapy-nya jadi fun. Dan ternyata benar si klien berhasil melewati sesi pre-induction dengan baik dan lancar.

Klien ini berusia 16 tahun dan oleh orang tuanya ingin agar anak ini bisa rajin belajar dan rajin sholat, dan jadi nurut sama orangtuanya. Tapi dari awal sudah aku duga bahwa banyak yang terpendam di hati si anak tentang kedua orangtuanya dan bahkan orangtuanya juga harus ikut therapy.

Hasil dari pre-induction pun terbuka jelas bahwa dia menyimpan trauma masa kecil yang cukup membuatnya tersiksa sejak SD hingga SMP. Dia sering di bully sejak masa SD hingga SMP dan tidak ada yang tahu soal hal itu karena si anak ini begitu menjadi pribadi yg tertutup dengan tingkat minder yang lumayan tinggi, juga sering dimarahi dan di bentak berkali-kali oleh orangtuanya.

Ternyata rasa minder itu berasal dari kata-kata orgtuanya saat dia masih kecil. Kata-kata itu sering diulang berkali-kali. Walaupun dalam konteks bercanda, akan tetapi langsung masuk ke alam bawah sadar si anak sehingga menjadi program otomatis dalam diri si anak. Parahnya si anak mengganggap dirinya memang seperti yang di katakan oleh orang tuanya,sehingga si anak tumbuh menjadi pribadi yang sangat minder, dan diperparah dengan dia sering dibully (baca;diejek) oleh teman-temannya dengan kata-kata yang sama seperti yang di ucapkan oleh orang tuanya kepadanya sejak kecil (padahal orang tuanya pun sebenarnya dalam konteks bercanda sekadar untuk lucu-lucuan).

Dari kisah di atas menjadi pelajaran berharga, wahai para orang tua anak-anak di usia 0-12 tahun masih masa-masa kritis dalam menerima semua sugesti dari segala arah,sehingga latihlah diri kalian untuk mensugesti anak-anak kalian dengan kalimat-kalaimat positif walaupun itu dalam konteks bercanda sekalipun,karena apa yang kalian katakan baik atau buruk akan jadi program otomatis buat anak-anak, mereka adalah aset berharga. Karena jika anak anda tumbuh tidak sesuai keinginan anda,itu artinya kalianlah yang telah menghipnotis mereka menjadi seperti itu.

Yuuks, wahai orangtua instrospeksi sikap dan kata demi buah hati tumbuh menjadi anak-anak sholeh, santun, cerdas dan kreatif. Tiada kata terlambat untuk mau berubah menjadi orang tua idaman anak-anak.

Wassalam

Princess Amanda

Bagikan:

17 thoughts on “Masa Depan Dibully”

  1. Abdul Majid says:

    huhh… pengingat disaat kita sering khilaf apa yg kita ucapkan akan mempengaruhi masa depan anak kita…

    thanks a lot Princess Amanda

    1. Sama2 mas abdul..semoga manfaat…

  2. ORA DADI OPO says:

    subhanallah_ sukrON Princess tambahan ilmunya. sangat bermanfaat unt ku pribadi sbg bekal berumah tangga kelak…
    klo blh tau seperti apa bully dr ortu & tmn2nya?

    Salam SuksesMulia_!!!
    @npindh
    āļ‡^â€Ē^āļ‡
    >Tulungagung

    1. Di bully dengan mengatakan si klien jelek…orangtuanya sering bercanda dgn mengatakan adek jelek….dan itu sering banget…di sekolah juga kebanyakan temen2 mengejeknya jelek…dan capnya di sekolah yaitu si jelek….bs bayangkan betapa tertekannya dia…stlh masuk ruang praktek aku baru dia bs ungkapkan semuanya tanpa ada yg d tutupin….trauma selama belasan tahun dan dia berontak ketika memasuki usia 15tahuun….

      1. Hal sepele yg bs berdampak luar biasa…

    2. SyukrON mas Tito sang guru teladan….

  3. Siap bu guru dan terima kasih atas advisnya. Tulisannya KerON.

  4. Ada tulisanku ternyata…barusan br bs buka web gurunda…n baru lihat tulisanku tayang hari ini….
    Kisah di atas adalah kisah nyata yg membuat miris…krn sdh lumayan parah kondisi mental klienku ini..stadium 3,5 parahnya…

    Alhamdulillah setahap demi setahap mulai nampak perubahan dalam dirinya…cuma perlu waktu….

    PR bwt oorangtua nie….agar hati2 dengan kata2 kepada anak2nya….

  5. Eri Cahari says:

    Alhamdulillah…. smg clientnya sgr pulih dan tambah PD…… Aamiin……
    Tulisan yg bagus mengingatkan para Orang Tua agar berhati hati ketika berbicara dengan buah hatinya atau anak anak kecil lainnya…..

    salam SuksesMulia……

    1. Nuhun kang eri sang Coach leadership….

      Salam Suksesmulia

  6. Merenung, saya sering juga ngelesek anak saya yang gemuk dengan “semok” dll

    1. SyukrON udh mampir di tulisan manda gurunda anu kece…:)

  7. Nurul Mazidah says:

    Subhanallah,
    trimakasih mbak telah diingatkan.
    jadi harus lebih hati-hati dalam bercanda dengan anak-anak.

  8. Denni Candra says:

    Anak ibarat kertas putih tanpa noda, orangtua dan lingkunganlah yang memberi warna buat mereka.
    Mantap dan tks sharing pengalamannya Princess, bermanfaat buat semua … 🙂

    1. Sama2 bro..sang excellent parentig….sukses dgn seminarnya tgl 12april ya….:)

  9. Barakallah sistaaa ..
    tulisannya benar-benar mencerahkan para orang tua 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.