Manusia Setengah Dewasa

teen.jpg

Sudah dua hari full saya nongkrongin training Public Speaking for Teens di Kinasih Resort, Depok, Jawa Barat. Para alumni Akademi Trainer yang memang ahli memberikan training untuk remaja turun all out di training ini. Tugas saya memastikan acara berjalan sesuai skenario dan para tainer tampil prima serta para peserta bertumbuh.

Pola asuh di rumah ternyata sangat menentukan kepercayaan diri para remaja. Anak-anak yang dibesarkan dengan fasilitas lengkap di kamarnya ternyata justru kurang percaya diri. Selama ini mereka asyik di kamar dan jarang bersosialisasi. Mereka kurang ekspresif, cenderung tertutup dan kurang peduli dengan temannya.

Begitu kami mampu membuat mereka bangkit dan mengeluarkan potensinya maka kebahagiaan kami membuncah tiada terkira. Apalagi menyaksikan mata yang berbinar, senyum yang mengembang saat mereka menyusun rencana move on mereka, kebahagiaan kami semakin menjadi-jadi.

Ya, remaja adalah manusia setengah dewasa. Ia masih perlu diberi pilihan aktivitas oleh orang tuanya bukan diberi kebebasan. Orang tua perlu memahami passion, talenta dan kelebihan anak dan mengembangkan sesuai potensinya. Bukan membiarkan mereka berkembang sesuai keinginannya tanpa arahan dari orang tuanya. Mereka masih manusia setengah dewasa.

Orang tua juga perlu mengajak diskusi bukan hanya memberikan instruksi. Sebab banyak remaja yang melakukan sesuatu bukan atas kesadarannya tetapi karena keterpaksaannya. Menanamkan kesadaran kepada remaja adalah melalui kesediaan kita mendengar suara hati mereka dan berdiskusi dengan mereka. Pahamilah, mereka adalah manusia setengah dewasa yang sedang mencari jati diri yang tepat bagi dirinya.

Manusia setengah dewasa itu juga terkadang masih labil. Mereka perlu sahabat dekat yang tepat untuk saling bertukar pendapat. Biarkanlah mereka keluar rumah selama itu untuk hal-hal yang positif. Biarkan mereka berlatih berbeda pendapat dengan orang lain. Dan biarkan pula mereka berlatih ada “gesekan” dalam interaksi dengan sekitarnya. Banyak berdiam diri di rumah itu mematikan kreativitas mereka dan memadamkan semangat mereka yang membara.

Manusia setengah dewasa ini sedang berproses. Boleh jadi rencana move on yang sudah mereka presentasikan, dalam waktu dekat akan berubah. Biarkanlah dan ajaklah mereka membuat rencana move on yang baru disertai pendampingan dari orang tua. Saya yakin bila prosesnya benar, kelak mereka akan menjadi manusia dewasa yang matang dan jauh di atas rata-rata. Mereka pun berpeluang besar menjadi pemimpin visioner dikemudian hari. Tunggulah…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

2 thoughts on “Manusia Setengah Dewasa”

  1. ali samsudin says:

    saya kok belum pernah merasa dewasa ya kek, yang saya rasakan proses terus menuju lebih dewasa dan lebih baik

  2. Ajunaidimasjhud says:

    Pak Jamil dimana sy dapat info soal pelatihan utk anak muda..sy tertarik utk mengikutkan anak saya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.