Makelar Rezeki

Insya Allah dalam waktu dekat saya akan meluncurkan buku kelima saya: Makelar Rezeki. Buku ini mengajak setiap Anda untuk menjadi Makelar Rezeki (harta, tahta, kata, cinta) dimulai dari yang kecil dan sederhana. Ketahuilah bahwa kepakan sayap kupu-kupu yang ringan saja bisa menimbulkan badai tornado. Maka saya sangat yakin tindakan kecil yang  Anda lakukan secara konsisten  pasti bisa mengubah dunia.

Buku yang saya tulis ini juga membahas berbagai keuntungan dan kenikmatan menjadi Makelar Rezeki serta bagaimana caranya menjadi Makelar Rezeki. Intinya, sangatlah indah apabila setiap orang menjadi Makelar Rezeki. Kehidupan akan berjalan bak simfoni indah yang enak ditonton dan juga enak didengar.

Menjadi Makelar Rezeki tidak harus menunggu Anda populer, punya tahta, kaya atau menjadi guru besar. Menjadi Makelar Rezeki bisa dimulai sekarang. Banyak cara yang bisa Anda lakukan. Salah satu yang ingin saya tawarkan adalah dengan menuliskan ide atau gagasan Anda tentang bagaimana mengangkat harkat dan derajat masyarakat.

Tidak perlu ide yang muluk dan besar. Cukup ide sederhana namun mudah diterapkan dalam kehidupan nyata. Tentunya akan sangat lebih baik bila ide itu sudah Anda jalankan sendiri dalam kehidupan sehari-hari atau paling tidak Anda berencana melakukannya secara konsisten.

Tuliskan ide dan gagasan Anda tentang bagaimana mengangkat harkat dan derajat masyarakat di web ini. Saya akan memilih beberapa diantaranya untuk dimuat di buku saya, Makelar Rezeki. Penulis yang idenya dimuat akan mendapat bingkisan menarik dari saya.

Ayo tuliskan segera ya, siapa tahu ide Anda yang sederhana itu mampu menginspirasi banyak orang untuk bangkit dan hidup ke arah yang lebih bermartabat. Ayo tulis, sekarang…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

62 thoughts on “Makelar Rezeki”

  1. akhnurhadi says:

    pertamanya dulu…

    1. akhnurhadi says:

      setuju kek Jamil, sekecil apapun yang kita lakukan tidak ada yang sia-sia…

      cuma kadang orang masih berpikir, saya mau melakukan “ini itu” setelah saya sukses..setelah kaya dll…

      Ya kalo nanti sukses..
      Ya kalo nanti kaya…

      Akhirnya nggak jadi melakukan sesuatu..

      Salam Sukses Mulia… @akhnurhadi

    2. halimah says:

      saya ingin slalu bisa bermanfaat untuk orang lain, meskipun scara financial saya masih di bilang pas pas an, dan sedih rasanya melihat orang lain yg ekonominy d bawah saya, saya ingin andil dalam banyak perbaikan sisi hidup seseorang, trutama sisi ekonomi. karenanya saya mendirikan koperasi amanah, yang bkemudian d bantu beberapa teman. dengan men itik beratkan pada pengembangan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah perkotaan, terutama perempuan. alhamdulillah, sudah 3 tahun brjalan, dg lebih dr 6000 orang yg terlibat dan sudah memiliki 2 titik potensial. Senang sekali berbagi cerita ini., dan setiap saya menjadi pembicara, hal ini pasti saya sampaikan, agar banyak pihak melakukan hal yg sama bahkan lebih besar dan lebih baik di lingkungan mereka masing2.Agar tdk banyak masyarakat yang trjerat rentenir dan juga berkeinginan menjadi rentenir. InsyaAlloh, Amiin

  2. aditia permana putra says:

    Asslmualaikum ide ku Adalah sekarang masyarakat di daerah manapun di Indonesia orang sakit bisa tambah sakit atau jatuh miskin jika ketemu dengan adminitrasi atau apotek rumah sakit? Nah dengan makelar rezeki kita bisa membantu problem sprti ini,, bahwasanya setiap rezeki yg kita dapat ada hak mereka juga!

  3. ikhsan says:

    bikin kotak amal di kantor,setiap kita dpt kembalian recehan masukin ke kotak amal tadi,kalo dah ngumpul byk bisa di salurkan bagi yg membutuhkan.tdk hanya di kantor saja bisa kita lakukan di rumah,di minimarket,restoran,warteg dll.

  4. Saafia says:

    Dengan Menularkan Kesuksesan kita Pak. Bukan dengan mengajarkan kesuksesan kita. Merangkul masyarakat untuk mencapai kesuksesan berjamaah. Terutama masyarakat *maaf* kelas bawah yang kebanyakan dari mereka tidak mengerti bagaimana mencapai kesuksesan mereka. Di pedesaan terutama, saya sendiri berasal dari pelosok provinsi Sumatera Selatan, tepatnya perbatasan Bengkulu Palembang Pak, saya sangat mengerti kesusahan masyarakat yang ada di pelosok untuk menciptakan kesuksesan.
    Karena disana, Akses informasi sangat sulit. Internet tidak ada, bahkan signal handphone pun sangat susah di dapat hanya ada pada tempat-tempat tertentu saja. Hanya stasiun televisi saja yang ada, namun siaran di televisi pun minim sekali yang dapat memeberikan manfaat.
    Jadi, bagi saya untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat yang perlu di utamakan adalah Menyebar koneksi Internet diseluruh pelosok negeri Pak, supaya informasi seluruh dunia bisa juga dilacak setiap orang walaupun berada di pedalaman. Dan akhirnya masyarakat lebih terbuka pikirannya untuk hal-hal yang sedang tren di dunia sekarang. Tidak hanya masyarakat yang ada di perkotaan saja, naamun juga yang ada di pelossok negeri.
    Kemudian, menanamkan nilai agama juga Pak. Karena pengalaman di daerah pedesaan, sangat kurang sekali landasan agama yang mereka ketahui, apalagi masalah sedekah yang akan di balas berlipatganda, sangat sedikit yang tahu. Akibatnya, tetangga yang satu mapan tapi tidak mempedulikan tetangga sebelah yang kelaparan.
    Jadi sangat penting bagi para ulama untuk menebar ilmu tidak hanya di daerah terjangkau tapi juga di pedesaan.
    Begitu kira-kira Pak. Saya yakin masih banyak Alasan/ide lain yang lebih baik. Akan tetapi yang paling utama yang saya temui itu adalah Koneksi Internet dan Pendalaman ilmu agama yang musti lebih di tingkatkan.
    Terimakasih Pak.

    Salam Sukses Mulia Pak.

    ( saafia-saffanah.blogspot.com )

  5. irfan hilmi says:

    saat ini sy sdh mulai utk sounding produk2 tasik dari para pelaku usaha super mikro, umkm utk ikut menikmati kue besar pasar lewt internet

    termasuk mulai meretas introduksi panganan tradisional daerah k pasar global,,,,terinspirasi seperti keripik ma icih yg sdh ter icih icih dimana2

  6. rifki says:

    buat data center sms pengaduan target sedekah (siapapun bisa kirim),
    data sms ini dapat diakses dompet dhuafa, rumah zakat, sedekah rombongan, dsb..

  7. totot wahyu darmanto says:

    Pengalaman waktu SMA dulu di kampung kami pernah melakukan kegiatan mentoring pelajar, Mahasiswa mengajar anak SMA, anak SMA mengajar Anak SMP, dan Anak SMP mengajar anak SD, kegiatan ini gratis tanpa biaya pesertanya ya anak-anak satu kampung dan bertempat di masjid setiap sore ba’da ashar

  8. irfan hilmi says:

    duplikasi sekolah master (masjid terminal) depok

    sekolah anak jalanan dan pengamen di tiap kota, kerjasama dg dinas sosial/pemerintah setempat

    dibuat pula bekalan keterampilan usaha/kerja yg prospektif

  9. Ferliansyah says:

    bikin tempat kursus komputer (offline, online) gratis yang jadi mentor’y hebat kaya Kakek Jamil.. aamiin

  10. Riza says:

    Sebenarnya saya pengen jadi makelar rezeki, hanya saja saya belum mewujudkan. Ide saya simple, sedekah pulsa dimana saya pernah mendapatkan saldo saya hanya tersisa 151 rupiah. ada 180 jt pemakai hp di indonesia dari 80% penduduk indonesia. Kalo saja setengah nya menyumbangkan 100 rupiah maka dana yg akan terkumpul 6M. Apalah artinya yang 100 rupiah utk sekarang ini. Dipake nelp ga bisa apalagi sms. Semoga ada yg mewujudkan ide saya, saya juga mau dilibatkan. Jadi makelar rezeki hehehe. Ada saran ato masukan?

  11. Yudhi says:

    sebisa mungkin menggunakan kertas bekas..
    kecil sih..sangat kecil dibanding para rekan2 sekalian..
    tetapi semangat saya adalah agar penebangan hutan sebagai bahan baku kertas tidak bertambah setiap tahunya..

  12. dony aryanto says:

    Assalamu’alaikum wr wb

    Terimakasih atas kesempatannya om Jamil..

    Langsung saja.

    Ide saya yang selama ini ingin sekali saya wujudkan adalah dengan membuat minimarket di berbagai daerah dengan produk-produk lokal dan halal. Semuanya adalah barang yang diproduksi oleh masyarakat dengan industri rumahnya (home industri). Tak ada produk perusahaan besar layaknya unilever, nestle, dll.

    Bicara minuman air kemasan tak ada produk milik danone.

    Intinya minimarket yang saya ingin wujudkan adalah minimarket yang digunakan untuk mendukung dan menumbuhkan ekonomi masyarakat. Mengalahkan dominasi minimarket yang sudah ada seperti alfa dan indomart. Sementara kedua minimarket yang saya sebutkan tadi lebih menguntungkan pihak kapitalis.

  13. dokter vivi says:

    Semoga kehadiran kita bisa membawa warna yg lebih indah dalam kehidupan ini

  14. Mekoh says:

    Saya tinggal di daerah pinggiran perbatasan jakarta dengan bekasi, tepatnya di desa jatiluhur, jatiasih-bekasi.Tidak jauh dari desa jatiluhur banyak perumahan-perumahan mewah semisal perumahan puri gading, perumahan kota wisata cibubur dll,yang dihuni pendatang dari jakarta dan kota lain. Penduduk asli sangat religius, rata-rata fasih membaca alquran. Namun harus diakui kehidupan ekonominya sangat kurang, karena tidak memiliki ketrampilan praktis, sementara pendidikannya tertinggi rata2 sma.
    Sebaliknya penghuni perumahan2 mewah di sekeliling desa jatiluhur tadi rata2 adalah orang yang sukses dalam karir, memiliki harta melimpah. Akan tetapi mereka sangat kurang dalam pengetahuan agama, apalagi membaca alquran bagi yang beragama Islam.

    Setelah beberapa kali bertemu dan belajar dengan Pak Ali Akbar @pakarseo, saya sekarang mempunyai ketrampilan optimasi. Bahkan katanya saya sudah boleh menyandang nama Optizer. Dengan ketrampilan ini saya ingin mengoptimasi agar masyarakat di daerah saya yang trampil membaca alquran dan ilmu agama, tetapi minim dalam ekonomi agar dapat bertemu dengan penghuni perumahan yang sangat membutuhkan guru membaca alquran dan pelajaran agama islam. Sebagai gantinya penghuni perumahan dapat memberikan sebagian hartanya untuk guru tadi.

    Sehingga harkat dan martabat masyarakat di sekitar saya, baik penduduk asli dan penghuni perumahan dapat terangkat. Selain itu akan terjalin silaturahim yang baik.

    Tolong bantu saya dengan doa ya.
    Amin….

  15. ferdi rachman says:

    Assalamualaikum wrwb,yang terhormat kakek jamil azzaini,saya tinggal di daerah jatiwaringin,saya sedang galakan program peminjaman modal utk tmn2 tongkrongan saya,ga besar cuma 3 juta,utk menjadikan mereka brani buka usaha kecil2an,dengan sistem bagi hasil 70(utk dia)30(utk saya),saya berikan tenor satu tahun supaya mereka terpacu dan smgt karna diberikan deadline,baru itu yg saya sanggup lakukan utk lingkungan saya,dan semuanya berawal dr yang MUDA.:)
    Wassalamualaikum wrwb

  16. Nova Saparid says:

    Salam SuksesMulia

    salah satu faktor untuk mengangkat martabat manusia adalah kebersihan,,
    kita lihat, khususnya Indonesia,, sangat bermasalah dengan sampah, terutama kesadaran masyarakat membuang sampah,,
    masih sembarangan, ditambah dukungan dari pemerintah sangat minim,

    ide saya adalah mari kita contoh negara seperti JERMAN yang membuang sampahnya teratur,,

    jadi idenya adalah mulai dari diri sendiri untuk membuang sampah teratur,,

    pisahkan sampah perkelompok mulai dari rumah,,

    -plastik
    -kaca
    -kaleng
    -kertas
    -sisa makanan / organik

    kebersihan bisa meninggikan harkat dan martabat manusia,,,,

    salam SuksesMulia

    Nova S
    Bandung

  17. Anggit Setyaningsih says:

    Meng-Amin-kan yg di atas..

    Kl ide saya:
    Untk mengangkat harkat & martabat masyarakat dg PEMBERDAYAAN.
    Dg mengenali potensi masyarakat suatu tempat, mjd fasilitator dlm program partisipatif, kmdn membantu mewujudkannya,khususnya dlm pemberdayaan ekonomi.
    -PLANNER-

  18. Enjang Herman says:

    Ide saya setiap orang d beri kesadaran terlebih dahulu untuk membantu orang lain dengan cara sedekah karena rata2 mental masyarakat kita masih mental miskin dan hanya ingin d beri, dengan cara d bimbing, d beri penjelasan dan d beri tahu keuntungan tentang sedekah karena dengan begitu mereka akan lebih terbujuk untuk melakukannya walaupun untuk pertama kalinya yg mereka pikirkan hanya mereka sendiri karena masyarakat kita rata2 hanya akan melakukan sesuatu jika mmiliki keuntungan buat pribadinya, stelah masyarakat kita sudah memiliki kesadaran untuk sedekah dan merutinkannya maka sebisa mungkin sedekah tersebut d kumpulkan dan d kordinir untuk mmbantu orang yg masih sangat2 mmbutuhkan tpi d sini msti d ingat yg d sumbangkan bukan berbentuk uang tapi berbentuk lapangan pekerjaan baru agar mereka lebih produktif untuk kehidupan mereka sendiri, setelah mereka mmpunyai penghasilan sendiri maka kita harus mmbimbing mereka untuk sedekah dan hasil sedekah trsebut mmbuat pekerjaan baru untuk orang yg masih mmbutuhkan dan begitu seterusnya, .

  19. Bismillahirrahmaanirrahiim.

    Sebelumnya, ingin ikut meng-Aamiin-kan dua komen di atas saya 🙂

    Dalam hal MakelarRezeki ini, concern yang ingin saya ajukan adalah EDUKASI PERNIKAHAN. Sejak SMA saya sangat tertarik dengan dunia pernikahan, hingga akhirnya saya memutuskan utk menikah muda. Usia pernikahan saya blm genap 2tahun dan sudah mulai jatuh bangun untuk tetap bertahan, semakin ke sini saya semakin tertarik dan punya formula yang sangat bermanfaat untuk dishare ke banyak orang. Banyak bahkan hampir semua elemen masyarakat tidak menempatkan lembaga pernikahan ini sebagai satu poin terpenting dalam kehidupan mereka, padahaaaaal.. Lembaga pernikahan inilah yang nantinya akan menciptakan peradaban. Dari pasangan dengan Good Relationship yang terbina, akan lahir generasi-generasi harapan bangsa. Sayangnya, belum banyak orang yg ‘ngeh’ kalau ini harus menjadi ilmu utama utk menyiapkan kehidupan. Edukasi tentang pernikahan adalah pondasi paling kuat untuk mengembangkan rezeki menjadi berlipat. Harta, tahta, kata, cinta akan bersemi dan bertumbuh dengan indah jika partnership dalam pernikahannya terbina dengan baik. Ini adalah proyek UNIVERSAL, kebutuhan dasar setiap orang. IMPIAN BESAR saya adalah setiap orang di negri ini, bahkan mungkin di seluruh penjuru dunia paham betul makna pernikahan itu apa dan tau bagaimana membinanya harus seperti apa. Salam SuksesMulia!

    Best Regards,
    @achiisurachii

  20. Fendi Matovani says:

    My idea,qt anak-anak muda yang mempunyai bisnis kecil n mempunyai ilmu kecil membuat satu kelompok kecil di daerah kecil qt, 1 kelompok itu skitar 4 orang saja, masing2 kelompok itu terdiri dr anak-anak muda yg memang mw berusaha tap ga tau mw ngapain? Lalu, setiap kelompok kecil itu akan ad mentor yg bertugas brain wash supaya mereka menganggap dirinya bisa,mau. Mentor2 ini dr komunitas bisnis anak muda,masing2 kelompok akan diberikan pengetahuan ttg teknik jualan,internet,lalu menghadapi customer dll. Dr klmpk bisnis anak muda ini,ad yg sudah mempunyai produksi sendiri/belum tap sy sendiri distr kripik merk x,saya akan memberikan tips untuk mencari pelanggan n ga sungkan memberikan free untuk tester n harga beli murah agar mereka semangat. Dgn semangat yang sama ini saya yakin akan banyak anak muda di indonesia mulai mengangkat harkat dan martabatnya sendirinya,membuka peluang sendiri,cos mereka akan terus menerus dilatih.

  21. Luar biasa, kami tunggu bukunya, Ust., semoga menjadi katalisator kesuksesan kami

  22. Salam SuksesMulia

    Saya punya peternakan bebek di dusun Ganten, Imogiri, Bantul Jogjakarta. Saat ini sedang wujudkan ide membuat dusun Ganten sebagai pusat bebek di Jogjakarta dan Jawa Tengah.

    Saya melihat begitu banyak lahan menganggur di dusun Ganten. Seharusnya bisa dijadikan lahan ternak bebek. Maka, tengah Januari 2012 saya sosialisasi ide tersebut dan warga antusias menyambut ide tersebut. Alhamdulillah sudah dapat donatur untuk wujudkan ide tersebut. Sekarang, warga yang tertarik sedang membangun kandang bebek.

    Semoga, lahan mereka yang luas dan menganggur tersebut bisa menjadi nilai tambah bagi mereka. Amin

  23. Ary Agrahwan Pratama says:

    sekecil apapun tindakan kita jika didasari keimanan yg kuat akan berdampak juga terhadap kita nantinya, jangan menunggu kita sukses atau kaya mending lakukan apa yg seharusnya kita lakukan sekarang :)karena kita tidak tau waktu kapan berhenti

  24. Gerakan Dakwah Jamaah kek

    d masjid deket rumah sudah kami lakukan dengan mengumpulkan uang secara teratur setiap jamaah seribu rupiah tiap bulan dan ketika mengumpulkan ada pengajian gt jd masyarakat jg dapet ilmu

    Alhamdulillah masjid jadi wangi n bs bangun lebih gedhe dg hal kecil yaitu 1rb

    @ayip_sourire

  25. Ano says:

    memberi penyuluhan kpd para TKW / BMI agar sepulangnya dari luar negri untk berwira usaha, bukan menularkan untk menjadi TKW kpd tetangga atau teman2nya,
    http://youtu.be/8bg0gyZ72IU motivasi TKW

  26. wildan ruiss says:

    saya setuju dengan pendapat2 di atas, terutama tentang minimarket (halal only) dan penanaman kesadaran untuk bersedekah pada masyarakat.
    saya mengambil contoh dari kayseri (turki) untuk masalah kebersihan kota, di mana hampir di setiap 10 hingga 20 meter ada tempat sampah. hal ini memudahkan bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan, apalagi setelah ditanamkah pemikiran tentang kebersihan itu.
    untuk mengurangi konsumsi rokok, naikkan harganya 2 atau 3 kali lipat di samping memberikan pelajaran tentang akibat buruk dari rokok.

  27. Nurlaili says:

    Sekecil apapun itu, jika senantiasa dilakukan berulang akan menjadi sesuatu yang besar. ingat pepatah, sedikit-dikit lama-lama menjadi bukit. Menyepelekan yang kecil, berarti tak siap untuk yang lebih besar.
    Kalo boleh berbagi kisah, mengangkat harkat dan martabat masyarakat, saat ini saya mash mahasiswa, bukan pula dari golongan yg kaya, berupaya untuk punya usaha, dimulai waktu itu bulan juni tahun lalu mencoba jualan jaket yang lagi booming untuk suatu acara. selain keinginan memiliki jaket tersebut, juga berupaya untuk memudahkan kawan2 yang lain mendapatkannya. Akhirnya muncul ide untuk mengkoordinir pemesanan jaket, dan hasilnya di luar dugaan, yang pesan tak hanya teman dari kota yang sama, namun hingga luar kota bahkan luar pulau. Sistem jual beli yg sy tawarkan memudahkan pembeli, yaitu kepercayaan. Jadi kebanyakan barang dikirim baru bayar, meskipun ada yg bayar dimuka. Pasti menimbulkan pertanyaan, apakah tak takut ditipu atau rugi. Saya berprasangka baik pada mereka, lagipula Allah pun sesuai prasangka hambaNya. Kalaupun rugi, itu resiko jual beli. Mau jualan siap untung, harus siap rugi juga. Dan Alhamdulillah, Allah memudahkannya, tak satupun yang menipu meskipun pembayarannya molor.
    Bermula dari situ, mulai merambah untuk jual yang lainnya, yaitu Buku. Saya pecinta n penggila buku, tahu bahwa buku saat ini tak ada satupun yang murah, Masih lekat dalam ingatan saya bagaimana rela untuk berhemat dalam makan demi untuk mendapatkan buku yang saya butuhkan. Karena tahu, kondisi orang tua saya tidak memungkinkan untuk memberikan lebih dari jatah sehari-hari. Akhirnya dengan berjualan buku, yang saya ambil dari toko yang memberikan diskon, maka saya menjual dengan ambil sedikit keuntungan di sana. Saya coba tawarkan kepada teman-teman, dengan sistem boleh dicicil.
    Kita ketahui bahwa buku adalah jendela dunia, dengan membaca buku akan mampu pula mempengaruhi pola pikir seseorang yang akan berpengaruh terhadap pemahamannya pula. Jika paradigma kehidupan telah berubah, maka tingkah laku dapat dipastikan berubah pula.
    Dengan demikian, meski sedikit upaya dalam menjual buku, namun jika memudahkan untuk orang mendapatkan buku tersebut. Maka hal itu, dalam rangka untuk bisa menaikkan harkat dan martabat masyarakat.
    Harapan ke depan adalah bisa memilki perpustakaan umum maupun digital yang dapat diakses secara cuma-cuma bagi mereka yang membutuhkan dan mampu untuk mencerdaskan anak bangsa. Semoga dimudahkan Allah dan diridhoiNya… Aamiin…

    *yup, merintis dari yang kecil untuk yg besar, menjadi makelar rezeki SALAM SUKSES MULIA Pak Jamil Azzaini ^__^

  28. rizky putri says:

    ide saya simple kek 🙂

    Karena sering melihat lingkungan yang kotor,jorok dan penuh sampah dimana-mana jadi saya punya ide yaitu “gerakan sapu bersih minggu pagi” di seluruh Indonesia.Jadi seluruh warga, seluruh anggota keluarga di rumah menyapu dan membersihkan lingkungan mereka,paling tidak halaman rumah mereka sendiri deh…Jadi bareng bareng deh bersih-bersih nya..

    Kalau bareng-bareng gitu kan jadi lebih semangat dan akan berlomba-lomba biar makin bersih lingkungannya:D

    Namun harus ada yang kontrol,seperti Pak RT atau karang taruna di daerah masing-masing kek.. 🙂

    Awalnya di lingkungan sendiri dulu deh, baru nanti bersih-bersih nya meluas ke lingkungan yang lain..misalnya jalan,sekolah,dll.

    hmmm..semoga aja bisa terealisasi ya kek :))

    danke kakek :))

  29. aini says:

    cita cita saya ingin membuka tk gratis di desa saya.saat ini yang baru saya bisa lakukan adalah dengan membebaskan biaya untuk anak yatim dan anak kurang mampu dan memberikan seragam kaos gratis.Harapan saya kedepan bisa membuka taman kanak kanak gratis seratus persen untuk semua anak anak yang sekolah di tk kami. amin.

  30. Salam Sukses Mulia

    Ide Saya mendoakan, kalau bisa sih mencalonkan Pak Jamil jadi Presiden di 2014, Karena Kalau Pak Jamil jadi Presiden saya Percaya ga ada lagi tuh Pengemis Pengemis di Lampu Merah, lebih lebih anak anak kecil yang disuruh minta minta sama orang tuanya, Menteri Ekonominya Pak Ali Akbar, Menteri Sosial Pak Saptuari, Joss deh Indonesia kalau ada Pemimpin Pemimpin seperti Beliau Beliau diatas.

    Semoga Allah mengijabahi,( aamiin ) karena ada aura aura yang membuat merinding nih saat nulis ini,
    Salam Sukses Mulia Dunia Akherat

  31. Fikr Abdillah says:

    Tak selamanya hidup itu indah, tak selamanya pula hidup itu penuh derita, itulah hidup yang penuh petualangan, penuh dengan dinamika, penuh dengan segala sensasi yang luar biasa

    Dalam menikmati petualangan ini tentunya tidak asyik kalau hanya dinikmati sendiri, karena dalam petualangan ini rute yang akan dilewati sungguhlah penuh pelangi,namun satu hal yang pasti ada tujuan,adan hadiah indah yang melambai-lambai memnaggil kita. entah itu harta,kata,tahta,ataupun cinta semua tergantung niatnya.

    Menjadi makelar rejeki tak sekedar menjadi media penghantar uang, emas atau sekedar kesuksesan semu dunia semata, menjadi makelar rejeki itu sebuah investasi cermin berhadap cermin dunia akhirat, memantulnya tak sekedar berhenti antara diri dan bayangan di cermin tapi tak terbatas yang dipantulkan, INGAT kata Kuncinya INVESTASI DUNIA AKHIRAT,…

    Ust.Jamil beberapa hal yang sederhana yang dulu dan beberapa hal yang saat ini saya rintis dan berusaha menjadi insan SuksesMulia ialah
    1. Ngajak Jualan Jagung Bakar Anak Yatim yang kurang Mampu, memberikan kepercayaan bagi mereka untuk mengelolanya, dalam hal ini makelar rejeki yang saya lakukan ialah bukan bagaimana memberikan mereka uang, namun ingin memberikan sebuah pengalaman bagaimana perjuangan mencari uang, dan tak sekedar uang semata investasi akhirat berupa memberikan karakterpreneur, dan juga pengalaman berbagi ilmu kepada yang lain.
    2. Menjadi Pencari kerja bagi sahabat2, membukakan peluang untuk wirausaha bagi mereka. Contoh kongkrit update via sms broadcast tentang lowker2 yang ada. Membantu mencarikan tempat usaha yang meringankan tanpa biaya sewa.
    3. Menjadi Kader Pengurus Jenazah yang maksimal, optimal, ( memandikan, mengkafani, mensholatkan, menghantar ke makam, membantu penguburan, Mendoakan dengan doa yang tepat kala selesai pemakaman ), Insya Allah Barokah Dunia Akhirat,..Menganggkat harkat derajat si Mayit, keluarga yang ditinggalkan, Masyarakat sekitar.
    Barangkali sedikit yang saya bisa tulis ustadz,…semoga terhindar dari sifat riya’ dan ujub, hanya ingin sekedar berbagai, semoga kita semua digolongkan menjadi Insan SuksesMulia, Selamat dan Bahagia Dunia Akhirat.

  32. Fatori says:

    Dengan merubah pemikiran (mindset) masyarakat dengan memberikan seminar-seminar GRATIS tentang wirausaha (Usaha Mandiri) ini akan memberikan selangkah demi selangkah untuk pengembangan dan kemajuan mereka.

  33. eka sugeng ariadi says:

    saya pesan 1 ustadz ya…

  34. Eriyana says:

    Ide saya sederhana saja pak, dimulai dari hal kecil di dalam rumah kita sendiri…saya mengajarkan kepada anak saya yang masih TK agar setiap hari menyisihkan uang jajannya sebesar Rp 1.000,- untuk dimasukkan ke dalam celengan (berbentuk tabung yang dapat dibeli di toko buku) kemudian setahun sekali biasanya pada saat lebaran kita buka bersama2 dan hasilnya kita serahkan kepada saudara kita yang kurang mampu di kampung, pada saat mudik lebaran. Yang memberikan ke saudara itu anak saya sendiri. Walaupun dia mungkin belum tahu arti bersedekah, namun jika dari kecil sudah kita biasakan melakukannya, harapan saya selaku orang tuanya adalah nanti pada saat dia sudah dewasa semangat untuk berbagi dan kebiasaan bersedekah tetap dia lakukan, tentunya dengan nominal yang lebih besar sesuai dengan penghasilan yang nanti dia dapatkan. Demikian ide yang dapat saya bagikan Pak Jamil, semoga bermanfaat.

  35. AanNoe says:

    saya ingin mencanangkan GERAKAN HEMAT. Intinya saya ingin seluruh lapisan masyarakat melakukan penghematan di segala bidang, terutama terhadap sumber daya alam yang sulit diperbaharui seperti minyak bumi.

    Hal-hal pokok yang ingin saya diperhemat oleh masyarakat antara lain,

    1. Hemat listrik & air
    2. Hemat kertas & plastik
    3. Hemat bensin, solar, & lpg

    Penjabaran akan ke-3 poin di atas sangat luas. Saya yakin semua orang bisa melakukannya. Kecil memang, tapi bila seluruh rakyat Indonesia mau melakukannya dampaknya tentu sangat besar. Meminjam formula 3M ala Aa Gym; mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai sekarang juga.

  36. Santhi R says:

    Salam Sukses Mulia..
    Hal kecil yang sudah rutin kami lakukan setiap semester adalah mengumpulkan buku-buku pelajaran yang sudah tidak digunakan lagi oleh anak2 kami dan kami sumbangkan ke sekolah-sekolah gratis di daerah Bantar Gebang dan Cilincing..
    Alhamdulillah, semakin banyak donatur yang bergabung dan semakin beragam yang bisa kami share ke sekolah tsb.
    Contohnya, ada teman seorang dokter, beliau membuat program “dokter cilik” untuk anak2 di sekolah tsb..
    Mudah2an kami bisa konsisten dengan hanya mengharap ridho Allah SWT…
    Makasih Pak Jamil…

  37. Tedy Winanto says:

    ide saya : setiap barang bekas “rutin” yg kita gunakan, seperti botol sampo,botol sabun, deodoran, dan peralatan lainnya yg berkategori bekas dan dapat di daur ulang itu kita kumpulkan di kantong plastik. lalu biasakan di taro didekat tong sampah kita. agar para pemulung yg lewat dapat langsung mengambil “rezeki” tersebut tanpa harus memisahkannya lagi. lakukanlah rutin karena barang bekas tersebut juga pasti rutin ada dirumah kita. insyaAllah menjadi jalan rizki buat para pemulung dan berkah untuk kita. amin.

  38. Sulaiman says:

    sederhana tadz, mengajak halqah/pembinaan tentang islam yang kaffah secara rutin , dengan tujuan memberikan pencerahan dan dorongan yang hakiki dalm menjalankan aktifitas keseharian dengan tolok ukur syariah dalm jangka pendek yaitu aktifitas2 selalu terikat dengan hukum syara’ dan jangka panjang melakukan perubahan sistem nenuju sistem Islam, shingga diharapkan menggapai hidup yang berkaat dan berkah dunia akherat, aamiin

  39. Anugrah Ebtanto says:

    yah kegiatan, yg sudah aq lakukan adalah memberi pendidikan gratis khususny bhs inggris utk adek2 di panti asuhan kek..

  40. Assalamu’alaikum guru

    saya memikirkan (baca: mungkin tidak hanya saya yg pernah memikirkan), dimulai dalam rumah tangga (keluarga), tetangga dekat membiasakan diri ‘saling menyapa’ dan ‘tersenyum’, ketika hal ini dibiasakan terus menerus maka akan terjadi persamaan frekuensi dan pola pikir secara tidak disadari, pola pikir yang sama ini adalah energi kuat untuk meningkatkan harkat kehidupan. tidak ada kesenjangan yang kaya dan miskin, atasan dan bawahan.

    salam sukses mulia

    wassalam

  41. hendi suhendi says:

    ide sederhana,

    Biasakan keluarga dengan tabungan dunia Akhirat

    Keluarga meruapakan lingkungan terkecil dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Lingkungan ini lah yang sangat tepat dan efektif untuk menciptakan generasi penerus yang memiliki mental baja berjiwa pencinta. Kebiasaan peduli, berbagi, bersedekah dan berinfak harus sudah di ajarkan dan dibiasakan kepada mereka meskipun masih muda belia bahkan balita.

    Peranan orangtua untuk mewujudkan generasi munfik (orang berinfak) sangatlah besar. Ia dapat mendidik, mengajarkan dan meneladankan sikap kepedulian kepada anak-anaknya, sehingga kelak meraka tak asing dengan kebiasaan berbagi dan peduli kepada sesama. Harapan besarnya, jika dikemudian hari kebiasaan itu muncul di banyak lapisan generasi muda-mudi, dewasa dan orang tua, maka permasalahan kemiskinan yang selama ini sulit diatasi akan semakin mudah untuk ditanggulangi.

    Sebagai contoh pendidikan di keluarga yang dapat dilakukan adalah dengan membuat “tabungan dunia akhirat”. Tabungan dunia akhirat merupakan aktivitas penyimpanan dana dalam satu tempat atau lebih mudahnya kotak yang memiliki dua ruang penyimpanan yang berbeda, dimana ruang satu sebagai tempat penyimpanan tabungan dengan tujuan dunia yakni dapat digunakan jika dibutuhkan, sedangkan ruang satu lagi sebagai tabungan akhirat yakni dana tersimpan digunakan untuk berinfak. Dengan demikian tabungan dunia akhirat memiliki tujuan jangka pendek yakni kehidupan dunia dan jangka panjang yakni kehidupan akhirat kelak, karena apa yang diinfakan insya Allah akan kembali kepada kita sebagai ladang amal ibadah, bekal kehidupan yang kekal dan abadi.

    Setiap anggota keluarga diberi satu kotak tersebut, kemudian orangtua mendorong dan mencontohkan untuk membiasakan diri mengisi dua ruang dalam kotak tersebut yakni ruang dunia (tabungan) dan ruang akhirat (infak) secara bersamaan dan rutin setiap hari. Untuk anggota keluarga yang sudah punya pendapatan, orangtua tinggal mengingatkan sedangkan untuk anak yang masih bergantung pada pemberian orangtua maka ia dapat diarahkan untuk menyisihkan sebagian dari uang saku mereka.

    Tak perlu besar jika tidak ada, misalkan cukup dengan seribu sehari dengan pembagian lima ratus untuk ruang kotak dunia, dan lima ratus untuk ruang kotak akhirat. Jika rutin dilakukan maka dalam satu bulan akan terkumpul lima belas ribu tabungan dan lima belas ribu infak. Nilai ini memang kecil jika untuk satu orang dan dibandingkan dengan kebutuhan saat ini, tapi kembali tujuan utama adalah bukan besar kecilnya dana yang terhimpun akan tetapi kebiasaan menabung dan berinfak adalah tujuan utamanya. Sehingga generasi tersebut terlahir dengan jiwa peduli, kebiasaan berbagi, bersedekan dan berinfak.

    Hal lain, bisa kita renungkan seandainya setiap keluarga mampu menciptakan kebiasaan tersebut pada semua anggota keluarganya, kemudian isi kotak infak tersebut disatukan dengan keluarga lainnya maka akan terkumpul dana infak yang cukup luar biasa. Sebagai contoh penduduk kota Bandung berdasarkan BPS 2010 sekitar 2,3 juta jiwa dan 70,8% beragama Islam, maka setiap bulan dengan perhitungan diatas kemungkinan bisa terkumpul sekitar 28 milyar. Kemudian penduduk miskin kota Bandung sebanyak kurang lebih 106.800 jiwa, maka dengan dana tersebut setiap penduduk miskin punya jatah sebesar kurang lebih 270 ribu perbulan, dan bila satu keluarga miskin tersebut ada lima jiwa maka akan mendapatkan 1,35 juta setiap bulan. Angka tersebut sangat cukup untuk meringakan beban kehidupan mereka, baik untuk konsumtif terlebih jika dijadikan modal produktif.

    Terakhir, hal ini bukanlah hal yang semu tapi mungkin untuk kita raih, jika setiap keluarga mencoba dan berusaha mendidik anggota keluarga membiasakan dan mewujudkan kepedulian dalam jiwa mereka. Sehingga kelak generasi munfik akan terlahir dimasa yang akan datang. Semoga!

    salam sukses mulia

    wassalam, hendi suhendi
    DD Bandung

  42. Adi Hersuni says:

    Salam sukses mulia! 🙂

    Ide saya sederhana,kek:
    Membuka lapangan kerja seluas2nya dgn cara kita sendiri.
    Yg sudah sy lakukan sejak mahasiswa adalah memberikan kesempatan kepada teman2 utk menjadi pengajar privat. Kebetulan sy memiliki jaringan murid privat yg cukup luas, dan ketika mereka butuh maka saya menghubungkan mrk dgn tmn2 yg siap jd pengajar.

    Yg akan sy lakukan di tahun 2012 ini adalah gerakan OneMonthOneCounter. Yaitu membuka konter pulsa baru minimal 1 buah setiap bulan, sehingga bisa menjadi sumber matapencaharian bagi banyak orang. Doakan ya kek jamil dan tmn2 🙂

    @adihersuni

  43. Imut says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Semboyan yang saya punya “Saya bukan orang baik, namun saya berusaha menjadi yang terbaik.” dan “Saya bukan orang Suci namun saya berusaha mensucikan hati dan pikiran saya”.
    Semboyan ini timbul karena pengalaman pribadi saya, “saya hidup dari keluarga sederhana/tergolong miskin, ayah kerja serabutan dan ibu buruh cuci dengan 5 orang anak yang semuanya harus sekolah, dan Alhamdulillah kami berlima dapat menyelesaikan pendidikan SMA”. Waktu itu Jangankan untuk membiayai sekolah, makan sehari-hari saja sangat minim, sehingga orang tua harus mencari hutangan kesaudara atau tetangga. Karena keseringan menghutang terkadang ibu saya mendapatkan caci maki baik dari keluarga maupun tetangga. Dari itulah saya berdoa dan bertekad untuk mengangkat derajat kelurga dan membahagiakan kedua orang tua saya. Berbekal ijazah SMA saya melamar pekerjaan di butik, dan Alhamdulillah saya diterima. Namun pekerjaan ini sangat tidak bisa saya toleransi, saya dijadikan “babu”. Semua pekerjaan rumah saya yang mengerjakan selain itu saya juga harus keliling mencari konsumen, menjajakan barang-barang dagangan butik, saya bertahan walau dengan gaji yang minim, demi membantu kedua orang tua menyekolahkan 2 adik saya yang masih duduk di SMP. Di butik ini saya bertahan 8 bln, iseng-iseng saya memasukkan lamaran pekerjaan di salah satu PTS yang baru buka dikota tempat saya tinggal. Dengan mengikuti serangkaian tes, Alhamdulilah saya diterima sampai sekarang. Tahun pertama saya bekerja, saya memberanikan diri untuk mendaftar kuliah di PTS, dengan gaji yang pas-pasan saya harus membayar uang kuliah dan membantu orang tua. Dalam waktu 3.8 tahun saya menyelesaikan S1, dengan bangga saya persembahkan untuk kedua orang tuaku tercinta. 1 tahun kemudian saya ditawarkan oleh perusahan untuk S2, dengan mengucap Bismillah, saya terima tawaran itu. Alhamdulilah saya selesai S2 dalam waktu 1.5 tahun, lagi-lagi saya persembahkan ijasah saya untuk orang tua saya tercinta.Ini merupakan semboyan bagi saya “Miskin juga bisa Sekolah”

    Dari pengalaman diatas, yang saya inginkan saat ini:
    1. Mengentaskan kemiskinan keluarga
    2. Membuka rumah pintar “untuk anak-anak yang putus sekolah”. Karena orang miskin juga berhak mendapatkan pendidikan. Pendidikan itu akan terasa murah/ringan kalau kita memperhatikan sesama, terutama orang-orang yang sering disebut dengan kata “miskin”.
    3. Menciptakan rumah bersih bagi “Anjal” (anak jalanan). Rumah bersih dalam arti bersih jasmani dan rohani. Karena mejadi anak jalanan bukan merupakan takdir dan kehendak mereka, takdir mereka dapat dirubah apabila mereka mendapatkan perlindungan dan fasilitas, dan ada kepedulian dari sesama. Dirumah bersih ini anjal akan dirikan pakaian yang layak, anjal diharuskan memperhatikan kebersihan jasmani, dan anjal akan diberikan bimbingan rohani. Dan apabila diperlukan anjal yang putus sekolah dapat di lanjutkan sekolahnya.

    Insya Allah, ini bagian dari inspirasi saya karena tiap hari saya melintasi panti sosial dan panti jompo, dimana setiap pagi orang-orang yang tinggal dipanti sosial harus mengais-gais makanan yang sudah tidak layak dimakan, berpakaian combing-cambing layaknya gelandangan. “MISKIN BUKAN PILIHAN”

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Hamba Allah di Palembang

  44. Andri says:

    Sebagai ummat Islam tentu kita mencontoh apa yg Rasulullah SAW perbuat.

    Kita eratkan ukhuwah dan tumbuhkan sikap selfless (lebih mementingkan orang lain) menjadi budaya setiap orang. Merasa diri kita dan orang lain adalah satu ikatan. Kenyang/sejahtera tidak indah untuk dinikmati selama masih ada orang disekitarnya masih kelaparan.Kita akan bersedekah walau kita sendiri masih susah. Memikirkan setiap sikap dan tingkah laku dan ucapan apakah orang disekitar tak merasa terganggu dengan apa yg kita perbuat dan katakan.

    Bayangkan jika semua elemen masyarakat terutama wakil rakyat adalah orang2 yg seperti ini. Takkan ada bangunan megah wakil rakyat sementara masih banyak rakyat miskin tak punya rumah atau tinggal di kolong jembatan. Takkan ada kursi mahal seharga Rp.19 jt utk bekerja (kadang dipakai buat tidur bila rapat) sementara masih banyak orang yg belum punya pekerjaan. Atau juga takkan ada kamar mandi/toilet mewah yg dibangun sementara di pelosok negeri ini masih ada desa/pelosok yg masyarakatnya tak punya tempat MCK yg layak.

    Yg ada kesejahteraan orang lain akan lebih didahulukan. Perumahan untuk rakyat miskin menjamur hingga tak ada lagi yg homeless, mengusahakan lapangan2 pekerjaan yg layak, yg berefek menurunnya angka kejahatan karena angka pencurian berkurang, dan segala sarana yg menjadi pokok kebutuhan hidup akan sampai ke seluruh pelosok negeri.

    Ini juga yang selalu diingatkan orang2 hebat negeri ini spt Kek Jamil A, Ust. Yusuf Mansur, Aa Gym, dll.

  45. iin @iinaj says:

    Salam sukses mulia kek..

    Kl ide saya.. Di indonesia ini kan bnyk pengangguran.. Sebagian besar stlh lulus skolah ngelamar krja sana sini. Hny sdikit yg ingin mulai suatu usaha. Ato ingin mulai usaha, tp gatau hrs mulai dr mana? Pdhl bnyak platihan2 bgs untk mnjd brbisnis.seperti E-camp milik jaya setiabudi. Krn ktrbatasan info atau dana. Bnyak yg hanya mbuat lamaran dan melamar krja sana sini..
    Ideku, ingin ada pelatihan2 gratis untk teman2 yg benar2 ingin usaha, mnciptakan lapangan kerja, mngurangi pngangguran.. Lalu mereka di mentor agar mnjadi pengusaha yg sukses dan mulia dan mnjadi org kaya yg sholeh dan bermanfaat.. Untuk indonesia lebih baik. Insyaallah

    Salam..

  46. anonim says:

    ide saya adalah penguatan sektor mikro ekonomi dan pendidikan dengan memanfaatkan teknologi web dan kekuatan komunitas, tapi untuk detail penerapanya saya belum punya ide lagi, terinspirasi dari http://www.kiva.org/ dan http://www.donorschoose.org/ , yang mungkin bisa disesuaikan dengan wisdom orang indonesia.

  47. khotimatun says:

    membelikan satu bungkus nasi untuk seorang tukang becak…setiap hari…dan naik levelnya di minggu ke dua,dua bungkus nasi untuk dua orang tukang becak…dan seterusnya..

  48. Lovely Husna says:

    @laundrysyariah
    Adalah konsep sederhana yang bisa saya sumbangkan.Bebarapa hari yang lalu Laundry Syariah mendapat juara dari program kreatifitas mahasiswa yang diselenggarakan DIKTI Dinas Pendidikan.Berbekal keyakinan dan niat karena Allah saya meyakinkan diri.

    Ide saya adalah tentang konsep Thaharah / bersuci.Waktu SD dulu sebelum belajar tentang sholat dan mengaji, guru Agama Islam biasanya terlebih dahulu mengajarkan tentang Thoharoh atau bersuci.Adalah syarat mutlak untuk melaksanakan ibadah yang lain meliputi kesucian pakaian, kesucian tempat, kesucian badan dan kesucian hati.

    Sebenarnya bukan sesuatu yang istimewa karena ini memang sederhana tapi vital, konsep dasar Islam dan sudah selayaknya muslim mengetahuinya, bahkan harusnya sudah aplikasi dalam kehidupan sehari – hari namun kenyataannya kurang kesadaran dan pemenuhan produk jasa laundry belum ada yang memenuhi kreteria suci.

    Dan saat konsep laundry syariah ini dibuat dengan harapan bisa menjadi salah satu jawaban kebutuhan masyarakat akan kebersihan dan kesucian pakaian.

    Berharap langkah kecil dan sepele seperti urusan cuci mencuci ini jadi langkah nyata bisa memberikan tambahan ide dalam makelar rizki.

    Laundry dengan konsep syariah berharap bukan saja membuat saya menjadi makelar rizki namun juga keberkahan dan rahmatan lil alamin. Amin…

    http://pelangihatihusna.blogspot.com/2012/01/athhura-laundrybangga-dengan-konsep.html

  49. Nurvania Dwi Arindi says:

    Indonesia dahulu mampu menjadi macan asia karena seluruh rakyat Indonesia memiliki komitemn bersama untuk maju. Skrg.. karena ambisi pribadi masing2 akhirna oleh Malaysia pun Indonesia hanya dianggap budak.

    Oleh sebab itu.
    Siapapun yg membeli buku ini pastinya orang2 yg memiliki keinginan untuk lebih baik lalu kenapa tidak saling bekerja sama untuk menerapkannya di masyarakat.
    Tebarkanlah ide2 brilian anda menuju kebaikan dimulai dari linkungan kecil anda.

    bisa dengan bagaimana menjaga kebersihan, atau mengadakan acara mengumpulkan barang yg masih layak namun sudah tidak terpakai untuk kemudian diberikan kepada orang lain yang membutuhkan.

    Yakinkan pada semua orang, uang memang kita butuhkan tapi tidak selalu tindakan kita berorientasi krn uang.

    Tebarkan satu kebaikan setiap harinya lalu ajak orang lain untuk melakukakannya juga.
    Sebarkan keyakinan kita tidak akan pernah kehilangan apa yang telah kita diberikan ntah itu kebaikan ataupun menebarkan keburukan

  50. Dadang Afandy says:

    Salam Sukses Mulia,

    Membangun ‘RUMAH KEPOMPONG’

    Dalam setiap doa saya, saya bersyukur dan memohon kepada Allah SWT menjadi seorang pengusaha yang membangun rumah2, sekolah2 dan masjid2 sebagai amal zariah saya, pengusaha yang menginspirasi dan memotivasi orang2 untuk meraih sukses mulianya yang diridhoiNya,..

    langkah kecil telah saya mulai, saya mulai memberikan motivasi sukses kepada para pelajar yang berkesempatan mendapat beasiswa di Perusahaan dimana saat ini saya masih bekerja, dan sabtu ini saya akan memberikan inspirasi dan motivasi di SMP saya dahulu, SMP Perkebunan yang agak mustahil didatangi oleh seorang Jamil Azzaini atau Adam kho….

    Saya akan terus memberikan inspirasi, motivasi dan cara-cara meraih sukses, saya mulai dari anak2 SMP, SMA dan remaja pedesaan…merekalah nanti yang akan membangun dari pinggiran desanya…mengepung pesatnya pembangunan kota…

    Suatu kelak saya akan membangun “RUMAH KEPOMPONG” yang akan menerbangkan Generasi-generasi pedesaan untuk membangun taman-taman surga dengan sayap-sayap indahnya dimana ia dilahirkan….

    Semoga Allah membukakan jalan yg luas menuju Gardu Epos Dadang Afandy…Amiiin

  51. OLAHRAGA OTAK KANAN
    penghasil ENDORFIN

    “Ajari anak engkau berenang”
    Bagi yang muslim bukankah Nabi menasehati hal tersebut, dari kutipan berikut bahwa belajar renang merupakan teladan Nabi.

    SOLO SwimSchool adalah sebuah lembaga pendidikan dibidang olahraga khususnya cabang olahraga renang. SOLO SwimSchool adalah pelatihan renang berbasis pemula/non prestasi.

    Olahraga renang merupakan olahraga yang popular di masyarakat. Olahraga renang dapat diajarkan pada anak-anak dan dewasa, bahkan bayi umur beberapa bulan saja sudah bisa diajarkan renang.

    salah satu manfaat :
    MENGHILANGKAN STRES, Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon ENDORFIN dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah.

    Ingin sekali berbagi membongkar trik2 dan strategi melatih renang mulai dari NOL/tidak bisa apa2 sampabisa apa2, membuka lapangan kerja, membuka cabang sekolah renang “SOLOSWIM” di seluruh Indonesia.
    berbagi berbagi dan berbagi….
    salam sukses mulia 🙂

  52. silahkan gabung di fans page SOLOSWIM di alamat :

    http://www.facebook.com/pages/Soloswim/125154420907708?sk=info

    terimakasih…
    085 726 905 333

  53. Lia sumarse says:

    Assalamualaikum pak jamil.
    Alhamdulillah tiga tahun setiap minggu membantu mengajar adik2 dirumah belajar amalia. Tapi 6 bulan terakhir aku mengajar menjahit flanel dan mengolah barang bekas. Tujuannya memupuk jiwa enterpreneur ke adik2 dan menciptakan kreativitas. Rumah amalia rumah belajar khusus adik – adik kurang mampu dan adik – adik yatim dibawah asuhan bapak Muhamad Agus Syafii ( Pemilik Fan Page Mukjizat Shalat dan Do’a ).
    Wasalam

  54. fadli prabowo says:

    Semoga bukunya cepat keluar pak 🙂

    Ide saya : untuk mengangkat derajat masy,mulailah dari diri sndiri yang secara otomatis akan mempengaruhi lingkungan sekitar.

    Cara pling sederhana,lakukan sesuatu dgn ikhlas,bersyukur atas nikmat yg diberikan,tepat waktu.mngkin hal ini dianggap kecil,tetapi jika mampu dilakukan akan mampu menjadi contoh bagi keluarga,lingkungan dan masy.

    Makasih pak jamil,postingannya sangat menginspirasi 🙂

  55. doni S says:

    Yaaa..
    Mudah sih untuk meningkatkatkan harkat dan derajat masyarakat..
    Pertama ya.. Mulai dr kelakuan dan tingkah kita di dalam keluarga..
    Apa dan harus bagaimana sikap dan tindakan kita sesuai dengan posisi kita di keluarga tersebut
    Kalau sudah sesuai dan di dalam keluarga tersebut sudah berjalan dengan keren,pasti akan terbawaa ke mana2
    Intiny Lakukan hal yang kecil dengan sungguh2 dan sesuai
    Pasti terbawa akan hal yang besar
    Pasti bisaaa,keren

  56. andi says:

    kegagalan UKM dalam berkembang menjadi sebuah bisnis rata-rata masalah dalam pengelolaan uang terutama campur aduknya uang usaha dengan uang pribadi dan hal tersebut pernah juga saya alami,terakhir dapat dana dari Bank mandiri dan diajarkan pula tentang bagaimana megatur management dengan baik dan bahkan ada klausul seandainya saya tidak mau lagi meneruskan usaha pihak bank secara otomatis akan tetap menjalankan usaha saya tersebut tanpa keterlibatan saya sampai dana yang dicairkan ke usaha saya lunas.
    Disini saya melihat seandainya ada sebuah bank syariah yang sesuai dengan prinsip yang saya pelajari saat kuliah dulu mungkin akan sangat membantu dimana system peminjaman dananya tetap dengan system bagi hasil tetapi dari hasil yang didapatkan dari usaha tersebut bukan pembagian yang ditentukan dari besarnya dana yang dicairkan dan pihak bank syariah menempatkan seorang pegawai yang membantu mengembangkan usaha tersebut.Rata-rata sekarang bank syariah kan hanya namanya bagi hasil dan hanya beda nama dengan bunga tetapi intinya sama ujung-ujungnya berapa persen dari dana yang dicairkan bukan dari hasil yang didapatkan dari usaha yang diberi tambahan dana.Ingin sekali saya secara pribadi mengembangkan system tersebut entah kapan terealisasi.karena saya melihat hasil yang sangat luar biasa bila UKM selain diberi tambahan dana dan juga secara otomatis dibantu management usahanya dan riba bisa dihindari karena system bagi hasilnya berdasar besarnya keuntungan yang didapatkan bukan dari besarnya dana yang dicairkan.jadi nominal bagi hasil tidak jelas jumlahnya dan selalu berubah sesuai besarnya keuntungan usaha tersebut.Pihak bank terjamin dananya tidak macet dan peminjam terjamin dengan lancarnya usaha sebab ada ahli yang membantu managementnya.
    Hal ini realitis atau tidak tergantung niat dan cara berpikir masing-masing,bagi saya pribadi ini sesuatu yang realistis dan sesuatu ladang amal bagi saya dengan memudahkan orang lain.Bagi saya pribadi kalau saya ingin dimudahkan oleh Allah satu-satunya jalan saya harus memudahkan orang lain.
    Monggo dipikirkan kek,dan mohon doanya bulan ini saya akan daftar di TDASoloraya semoga bisa mewujudkan impian saya tuk menjadi pengusaha yang yang sukses mulia dan bermanfaat bagi umat

  57. Ita says:

    Mengajarkan satu resep masakan andalan kita yang bisa dijadikan alternatif menu kepada pemilik warung kaki lima. Semoga dengan resep masakan tersebut, pemilik warung bisa meningkatkan penjualannya dengan menu yang bervariasi.
    Lebih baik memberikan ide yang bisa diimplementasikan langsung, daripada ide yang muluk-muluk dan tak mungkin dilaksanakan.

  58. Zulkarnain Zubir says:

    Ide makelar rezeki sangat sederhana:
    1. Ajarilah semua orang cara menjadi kaya
    2. Berikan bamtuan keuangan dengan modal saling percaya.
    3. Kumpulkan semua sendok dari baja yang tidak lagi terpakai,lalu dilebur di perusahaan peleburan besi agar baja bisa dijual bagi rakyat miskin untuk dijadikan modal kerja.
    4. Ajarkan setiap orang cara menulis buku tentang pengalaman hidup mereka masing-masing agar seluruh masyarakat bisa mulai gemar membaca.

  59. fajar says:

    Beri mereka impian,,ajak mereka wujudkan impian bersama2,berdoa agar sll memegang nilai2 kebenaran

  60. arsyad says:

    Ngajak jamaah masjid, bikin buka puasa bareng2, utk puasa senin kamis. Cespleng itu

Leave a Reply

Your email address will not be published.