Mabuk Darat

Terkadang banyak persepsi keliru di pikiran kita sehingga masalah tak kunjung tuntas. Terkadang kita enggan bertamu ke rumah orang dengan alasan, “Gak ah nanti mengganggu.” Padahal, siapa tahu, orang itu sangat senang bila kita bertamu.  Kisah berikut bisa menjadi pelajaran.

Seorang wanita turun dari kereta api di Gambir. Muka wanita cantik itu pucat pasi. Ia dijemput temannya yang berprofesi sebagai dokter di Jakarta.

Begitu bertemu temannya bertanya, “Kenapa kamu?”

Wanita itu menjawab, “Mabuk darat. Saya selalu mabuk darat bila naik kereta api dan duduk menghadap ke belakang.”

Dokter, teman wanita itu, bertanya lagi, “Mengapa kamu tidak mengajak bertukar tempat dengan orang yang duduk di hadapanmu?”

Wanita itu menjawab, “Saya sudah memikirkan hal itu.”

Dokter itu bertanya lagi, “Mengapa tidak kamu lakukan?

Dengan menarik nafas panjang wanita itu berkata, “Persoalannya adalah tidak ada satupun orang yang duduk di kursi itu.”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

8 thoughts on “Mabuk Darat”

  1. apip cinta says:

    yang mabuk siapa ya?

  2. sohid says:

    dasar….mabuk darat

  3. Hahahaaa… itu mah orangnya yang mabuk…

  4. Mekoh says:

    iya ya, kadang kita sering mempersulit diri sendiri.

    Hal yang sesungguhnya sangat mudah, bisa menjadi sangat sulit karena kita sendiri, bukan karena orang lain.

    Orang lain mungkin bisa membuat kita susah atau gagal, tapi itu sifatnya sementara. Kita lah yang membuatnya menjadi Permanen.

    Tks Guru atas ilmunya.

  5. Taufan says:

    hahaa, lucu nih, aku copas ya kek, nanti aku cantumkan sumber kok 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.