Maafkan

Saya bukanlah manusia yang sempurna. Ada dosa dan kesalahan yang pernah saya lakukan. Saya juga tidak selalu bisa memuaskan semua orang, termasuk pembaca setia website ini.

Akan tetapi, saya meyakini, hidup bukanlah dibentuk oleh opini orang lain. Hidup harus punya prinsip dan sikap yang jelas walau mungkin sikap dan prinsip itu berseberangan dengan orang lain. Kepada siapapun yang pernah berbeda atau kecewa dengan saya, menyambut Ramadhan ini saya meminta maaf yang sebesar-besarnya.

Saya juga percaya, setiap perbuatan yang kita lakukan kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Sang Maha Pencipta. Karena itu, sudah seharusnya setiap langkah yang kita lakukan didasari oleh ilmu atau dalil yang akurat.

Saat saya berpendapat melalui website ini bahwa anak-anak sebelum baligh selayaknya tidak dikirim ke asrama atau pesantren, ada beberapa orang yang protes. Tetapi saya tetap pada keyakinan bahwa anak-anak sebaiknya tetap mendapat pelukan, didikan, nasihat dan perhatian dari orang tuanya secara langsung. Oleh karena itu, maafkan karena saya tetap pada pendapat saya tersebut.

Suatu ketika saya menulis jangan jadikan orang tua sebagai pengasuh, saat Anda kecil ia mengasuh Anda ketika Anda berkeluarga dan punya anak ia mengasuh anak Anda. Ternyata ada yang protes. Katanya, dengan diasuh nenek/kakeknya anak mereka baik-baik saja, kehidupan mereka juga bahagia. Tetapi saya tetap pada pendapat bahwa bukanlah tugas orang tua kita mengasuh anak kita. Oleh karenanya, maafkan saya telah berbeda pendapat dalam hal itu.

Saat yang lain saya menulis profil seorang pengusaha muda dan ternyata lelaki ini penipu. Ada beberapa orang yang kemudian mencaci saya. Mereka meminta saya bertanggungjawab karena menyangka saya adalah guru dan sahabatnya. Padahal ia hanya datang satu kali ke rumah saya dan minta bantuan memoles materi trainingnya. Untuk hal ini, saya meminta maaf atas kekurang hati-hatian saya.

Saat saya menulis dan melaporkan bahwa rata-rata satu bulan saya memberikan 34 sesi seminar atau training di berbagai perusahaan ternama, ada yang mengatakan saya sombong dan angkuh. Padahal tak terbersit sedikitpun untuk itu. Saya memohon maaf atas kekurang pekaan hati saya.

Masih ada beberapa tulisan saya yang ternyata membuat orang lain terluka dan kecewa. Padahal, sebelum tulisan di-upload di website ini saya selalu berdoa agar para pembacanya memperoleh banyak manfaat. Saya mohon maaf bila ternyata ada tulisan saya di website ini yang tidak sesuai dengan harapan.

Saling memaafkan akan lebih bermakna bila kita bisa jumpa. Oleh karena itu, saya mengundang Anda hadir di acara Festival SuksesMulia 13 Juli 2013 yang akan diadakan di 20 kota. Bagi yang di Jakarta dan Bogor kita bisa jumpa. Sementara bagi yang di kota lain kita bisa betukar sapa lewat media yang sudah disiapkan oleh panitia di setiap kota. Sila bertamu ke www.FestivalSuksesMulia.com

Mari biasakan kita saling memaafkan di setiap kesempatan apalagi di bulan suci yang penuh ampunan, berkah dan kenikmatan. Sekali lagi, maafkan atas segala kesalahan dan ketidaksempurnaan saya…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


suksesmuliafestival


Bagikan:

16 thoughts on “Maafkan”

  1. Dimaaafkaan Guru…. Jika ada yang terluka itu wajar adanya karena kita tak bisa membuat happy semua manusia.. Akupun sama… Minta maaf yaaa…. *salim

    1. Maafkan juga belum punya wakti spesial untukmu, terus maju

  2. m. s dwi nirwanto says:

    Ketika kita tidur pun tetap dpt penilaian dr orang lain, jadi memang sewajarnya bahwa manusia itu tidak bisa membuat semua orang menerima keberadaannya atau selalu sejalan dalam ide dan pemikran. Mohon maaf lahir batin juga kek. Salam suksesmulia

  3. sungguh sudah lama aku memaafkanmu Kek, bahkan sebelum keluar kata maaf itu sendiri…. marhaban ya ramadhan, yuk kita menikam kebatilan! tanpa maaf!

    1. Peluk dengan penuh cinta

  4. Dwi Ishak says:

    Maafkan kami sekeluarga juga Mas Jamil.
    Semoga kita semua bisa menjalankan Ibadah Ramadhan ini dengan Khusyuk dan menjadi Muttaqien.

    Salam dari Bidadariku dirumah dan anak-anakku

    1. Salam buat istri dan keponakanku ya, maaf lahir batin juga

  5. Faizal Kamal says:

    Ada Hikmah yg bisa diambil yaitu “hidup bukanlah dibentuk oleh opini orang lain”
    Jika Baik, Peganglah Kuat-kuat karena tidak semua yg baik, di nilai orang juga baik 🙂

    Terima Kasih kek, tulisanmu menginspirasi setiap hari, sesuai gelarmu “inspirator Sukses Mulia” .

    mohon dimaafkan semua salah dan lupa 🙂 smoga Makin Sehat sekeluarga dan semakin berkah rizki dan manfaatnya 🙂 selamat mendulang banyak pahala esok hari 🙂

    1. Kangen euy, kapan ya bisa kumpul2 sambil buka puasa? Salam buat keluarga besar Bisma

  6. mhd husni tarigan says:

    Maaf kan kami juga kek, pembaca setia tanpa meminta izin membaca blog pribadi mu, semoga di bulan ramadhan ini meningkatkan iman dan silaturaahim kita. Aamien

  7. irna yuliani says:

    maafkan sayapun kek,

  8. Risdiyanto says:

    Insyaa Allah kami berlapang hati memaafkan. Tulisan manusia bukan kitab suci, bahkan kitab suci pun tidak memuaskan semua manusia. Maafkan saya Kek Guru, begitu banyak ilmu kaucurahkan, hanya sedikit yg mampu kuamalkan dan kusebarkan.

  9. Risa rahmawati says:

    Sama2 pak.
    Mohon maaf juga yaaa

  10. Zakiy says:

    Kata D’Masiv “Tak ada manusia yang terlahir sempurna”.. Ayo Saling memaafkan dan selalu berusaha melihat kebaikan saudara-saudara kita

  11. Saya salut. Pak Jamil tidak segan meminta maaf dan memandang dirinya masih jauh dari sempurna. Ini sangat menginspirasi saya pribadi…

  12. meminta maaf sangat mulia ya kek.. inspiratif sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published.