Maafkan Saya

maaf.jpg

Salah satu kebiasaan yang sangat dianjurkan adalah maaf dan memaafkan menjelang bulan Ramadhan. Kebiasaan meminta maaf hanya bisa dilakukan oleh orang yang rendah hati. Sementara kebiasaan memaafkan hanya bisa dipraktikkan oleh mereka yang berhati lapang. Maaf dan memaafkan memang mudah diucapkan tetapi perlu energi untuk melakukannya.

Saya pernah sangat marah dan sakit hati kepada orang yang menipu saya sehingga membuat bisnis saya bangkrut. Celakanya, semakin marah dan jengkel kepada orang tersebut justru bayangan wajahnya sering muncul dalam pikiran saya. Bahkan saat saya sholat dan berdoa terkadang wajah orang itu tiba-tiba muncul sehingga mengganggu kekhusyuan beribadah.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya saya memutuskan memaafkan kesalahannya dan menghapus hutang-hutangnya. Pikiran menjadi tenang, hati lebih adem. Dalam suasana seperti ini, berbagai ide bisnis dan pengembangannya bermunculan. Perlahan namun pasti saya memulai bisnis lagi dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi dibandingkan saat hati diliputi amarah.

Perintah puasa ditujukan kepada orang-orang yang beriman. Saat kita sudah enggan atau bermalas-malasan menjalankan ibadah puasa itu pertanda iman kita sedang mengalami erosi yang parah. Nah, menurut saya, kebiasaan meminta maaf dan memaafkan akan lebih mudah dilakukan oleh orang yang memiliki iman yang kokoh. Iman itu ada di hati. Bersihkan hati dengan memiliki kebiasaan meminta maaf dan memaafkan.

Untuk itu, sehari menjelang bulan Ramadhan ini, saya memohon maaf atas semua kesalahan dan khilaf yang pernah saya lakukan. Boleh jadi juga tulisan atau video saya ada yang melukai pikiran dan hati Anda. Atau, mungkin jawaban pertanyaan saya kurang berkenan bagi Anda. Atau, mungkin ada kesalahan lain yang pernah saya lakukan melalui website ini. Maafkan saya…

Oh ya, jangan lupa setiap hari kerja sekarang Anda bisa menonton dan mengunduh video-video pendek yang inspiratif di website ini. Anda tidak perlu minta izin dan meminta maaf kepada saya saat mengunduh atau menyebarluaskan video tersebut ke berbagai pihak. Saya justru semakin senang. Ingin membuat saya senang? Sebarkan semua video itu ke berbagai kalangan. Hehehe…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

17 thoughts on “Maafkan Saya”

  1. Asep Fakhri says:

    maafkan juga saya kek | belum jadi murid yg baik =_=

    1. Jamil Azzaini says:

      Saya yg minta maaf kang Asep belum supprtort total….

  2. mas shohib khan says:

    sama” mas jamil…
    mohon maaf lahir batin…
    smoga seluruh amal ibadah kita diterima Allah azza wa jalla…
    Aamiinn.

    1. Jamil Azzaini says:

      Salim…

  3. Mitha Zuhdi says:

    Mohon maaf lahir batin ya Kek, semoga Ramadhan taun ini kita semua diberi kesehatan dan diberi bnyk keberkahan oleh Allah,aamiin

    1. Jamil Azzaini says:

      Sama-sama…

  4. hery.wibowo83@yahoo.com says:

    Mohon maaf lahir batin kakek ku..”””semoga berkah sukses mulia selalu…lancar puasanya
    sukses dunia dan sukses pula di akhirat (SDSA)….aamien

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin yra. Doakan ya

  5. reksaharyin says:

    Maaf lahir bathin ya kek :))

    1. Jamil Azzaini says:

      Sama2 ya…

  6. Gustiardi says:

    assalamualaikum guru ku yang hebat kek jamil ,saya juga memohon maaf lahir bathin ,salam sukses mulia selalu.

    1. Jamil Azzaini says:

      Peluk dari jauh…

  7. Titik Asmurah says:

    Mohon maaf lahir batin untuk semua, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1436H, semoga segala amal kita diterima Alloh SWT ..Aamiin

  8. abdul malik says:

    Betul sekali pak Jamil….memaafkan seuatu yang mudah di ucapkan tetapi sejatinya sangat sulit di lakukan apalagi jika hati terluka sangat dalam di tambah kebencian yang kronis. Namun ketika hati kita bisa memaafkan semua beban di hati terasa ringan. Mari kita saling memaafkan….saya juga mohon maaf kepada Pak Jamil…karena telah menngambil dan men-sharing tulisan, video bapak tidak izin hehe….semoga Allah tetap memberikan kesehatan dan kemuliaan pd Pak Jamil. Salam sukses Mulia…

    1. Jamil Azzaini says:

      Maaf lahir batin juga. Doakan saya ya

  9. Supangkat says:

    Mohon Maaf Bapak, Belum bisa menjadi bukti mimpi besarmu seperti Abdurrahman bin Auf. Maafkan juga salah dan khilaf saya selama ini.

    1. Jamil Azzaini says:

      Hayo mas kapan ke rumah?

Leave a Reply

Your email address will not be published.