Loneliness

lonelyness.jpg

Banyak orang yang merasa bahwa mereka bisa menjalani hidup yang happy tanpa perlu berinteraksi dengan banyak orang. Mereka hanya intensif berinteraksi dengan dirinya dan “ring satu” (keluarga inti dan sahabat yang sudah lama). Mereka sudah merasa nyaman dengan kondisi ini. Mereka loneliness tetapi mereka tidak menyadarinya.

Mereka sudah merasa nyaman berada di “ring satu”. Mereka terlalu asyik dengan dunianya dan mereka tidak menyadari bahwa dunia sudah berubah begitu cepat. Terlalu lama dan asyik di “ring satu” membuat seseorang sulit berkembang baik secara keahlian ataupun sikap mental. Boleh jadi uanganya banyak tetapi hatinya merasa hampa. Sepi dalam keramaian.

Banyak kerugian yang didapat bila seseorang hanya asyik berinteraksi dengan “ring satu”. Kerugian pertama, mereka sulit diajak untuk berubah. Perasaan dan kondisi nyaman karena asyik dengan apa yang sudah dijalaninya selama ini membuat mereka merasa tak perlu berubah ke arah yang lebih menantang.

Kerugian kedua, mereka mudah tersinggung. Karena terbiasa enjoy dan asyik dengan dunianya maka saat berbeda pendapat dengan orang lain mereka akan mudah “mutung” alias mudah tersinggung. Padahal, perbedaan pendapat itu membuat seseorang lebih bijak, berpandangan luas dan mengikis kesombongan.

Cobalah merenung sejenak, apabila Anda hanya dekat dengan keluarga inti dan teman dekat yang tiada pernah bertambah boleh jadi Anda terkena penyakit loneliness. Segeralah keluar dari “ring satu” perbanyak teman Anda. Sahabat itu penting bagi kehidupan di dunia maupun di akherat.

Kelak, apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia. Mereka bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah swt. “Ya Tuhan kami, kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami?

Maka Allah SWT berfirman, “Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang dihatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah. (Hadits Riwayat Ibnul Mubarak).

Banyak orang yang loneliness tetapi tidak menyadari bahwa dirinya loneliness. Semoga Anda dan saya tidak termasuk di dalamnya. Karena ternyata loneliness merugikan kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat. Mari perbanyak sahabat jangan hanya terbatas di “ring satu”.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

17 thoughts on “Loneliness”

  1. abu dzakiy says:

    Banyak teman murah rezeki… :))

  2. era says:

    kayakx beberapa tulisan Pak Jamil Azzaini brtutur tentang sy. Yg ini jg, hehehe…. Nyaman dgn kondisi yg ada. tdk ingin berubah. Takut.

    1. Hehehe, saya para normal dong. Ayo laksanakan 🙂

  3. Tiwi says:

    Kek,

    Bagaimana dengan orang introvert yang mengalami kesulitan punya banyak teman karena cenderung kaku n pendiam? Thanks kek.

    1. Saya juga Introvet mbak tapi senang bergaul karena awalnya “dipaksa” dan sekarang ketagihan 🙂

      1. Pak Jamil saya mempunyai sifat seperti diatas tadi (introvet) sangat pendiam dan pemalu, nyaman dengan ring satunya. SAya sangat ingin berubah pak, bisa mudah kenal dengan orang baru dan mempunyai banyak teman dan saudara. Mohon petunjuk dan motivasinya pak. Semoga bapak berkenan memeberikan nasihatnya ke amial saya. Terima kasih Pak.

  4. pak Jamil kl dg saya ring brpa ya…

    1. Belum terdaftar mas 🙂

  5. Damayanti says:

    Jleb jleb jleb

  6. Arieffadillah says:

    Insya Allah Pak Jamil, Siap memperbanyak sahabat biar “ring-ring” nya semakin bertambah, tidak hanya berada di “ring satu” ,…seperti petinju bila ia ingin mengetahui kemampuannya maka ia harus selalu berpindah dari “satu ring” ke “ring” yang lainnya, baru ia bisa merasakan kelebihan dan kekurangan kemampuannya, hingga sampai pada satu saat, tidak ada yang kekal diatas “ring”….mari perbanyak sahabat tuk menuju peradaban suksesmulia…suksesmulia selalu Pak.

    1. Istilahnya kerON mas, tengkyu ya

  7. Widiag says:

    Ya, mulai meninggalkan zona nyaman, perlu extra LEBIH, terima kasih. Dukung dan doakan semoga terus bertumbuh menjadi lebih positif.

  8. Mantapppp…… Kek, Btw tiulisan pembaca ko ga muncul lagi nih kek, apa ngga terima lagi kek ya?

  9. Wildan Luqman R says:

    Kebanyakan orang bilang ” Banyak Anak Banyak Rejeki “..
    Kalo menurut ane sihh kurang pass tuh,, yg pas mah ” Banyak Kawan Banyak Rejeki “..
    coba klo gk berawal dari kawan atau sahabat, blum tentu kn dia nemuin jodohnya, nah klo udh ktemu jodoh baru perbanyak anak 😀

  10. remawati says:

    Wah kek saya banget ini mah, lagi berusaha nih 🙂 , do’a in kek.

Leave a Reply

Your email address will not be published.