Locus of Control

Jika Anda ditanya, “Kenapa Anda terlambat datang ke kantor hari ini?” Jawaban Anda bisa jadi beragam. Mulai dari jam berapa Anda bangun, bagaimana kondisi jalanan hari ini, kejadian apa yang Anda alami dan lain-lain. Perhatikanlah jawaban-jawaban Anda, mana yang lebih dulu muncul, jawaban yang mengintrospeksi diri sendiri, atau menyalahkan kondisi luar diri? Perhatikan pula, mana yang lebih banyak muncul…

Kenapa begitu, mas Jamil? Sederhana saja, karena apapun jawaban Anda tadi, merupakan indikator pusat kontrol diri Anda, atau locus of control Anda. Apakah Anda orang dengan tipe locus of control internal, atau lebih pada locus of control external. Orang-orang dengan locus of control internal adalah mereka yang merasa bahwa mereka memiliki kontrol atas diri mereka, ketimbang merasa bahwa hidup mereka dikontrol oleh hal-hal di luar dirinya.

Anda ingat pertanyaan tentang terlambat tadi? Jika jawaban Anda adalah, “Saya terlambat karena saya bangun kesiangan”, atau “Saya terlambat karena saya salah memilih jalan,” maka itu merupakan indikator bahwa Anda adalah seseorang dengan locus of control internal. Namun, jika jawaban Anda adalah, “Saya terlambat karena alarm saya tidak menyala,” atau, “Saya terlambat karena jalanan macet,” maka boleh jadi ini adalah indikator bahwa Anda adalah seseorang dengan locus of control external.

Insan SuksesMulia! Jika pertanyaannya masih sebatas alasan terlambat, boleh jadi sebagian dari Anda melihat ini sebagai sesuatu yang tidak terlalu penting. Tetapi hati-hati, boleh jadi jawaban Anda tadi juga mewakili jawaban-jawaban Anda atas pertanyaan dan keadaan yang lebih esensial. Pertanyaan mengapa kinerja Anda turun, kenapa proyek Anda gagal, kenapa hubungan Anda dengan orang lain selalu saja bermasalah, dan seterusnya…

Dan hati-hati pula, jika Anda adalah orang yang cenderung memiliki locus of control external, maka lebih besar peluang Anda untuk mengalami stress, tertekan dan depresi, jalan keluar pun lebih sulit didapat… Jangan salahkan siapa-siapa jika banyak orang enggan berhubungan dan bekerjasama dengan Anda.

Akan tetapi apabila yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu Anda cenderung memiliki locus of control internal, maka Anda akan bisa lebih bahagia, Anda lebih mampu mencari solusi, dan sudah pasti, orang lain pun lebih nyaman berhubungan dan bekerjasama dengan Anda.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @jamilazzaini

Bagikan:

7 thoughts on “Locus of Control”

  1. Ari Kuncoro says:

    Lebih baik salahkan diri sendiri dulu untuk memperbaikinya dikedepan hari … thanks pa

  2. supangkat says:

    ini baru inspirasi….thanks pak!!

  3. Adi setiawan says:

    Mantap pak..

  4. jamil says:

    Terima kasih kepada semua yang sudah menyukai, komentar dan share tulisan-tulisan saya, semoga semakin banyak yang terinspirasi. Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini

  5. riyanti says:

    bagus sekali pak. mohon izin utk share di fb sy pak. matur nuwun…

  6. mel says:

    ah.. terimakasih sudah diingatkan pak.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.