Locus Internal Control

Share this
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
    31
    Shares

Dinar ApriyantoJarak satu kilometer dari rumah saya beberapa waktu yang lalu dihebohkan dengan penemuan seorang bapak berusia sekitar 50 tahun yang tergeletak tak bernyawa dengan kain yang menjerat lehernya.

Perbincangan wargapun semakin meluas karena usut-punya usut mayat bunuh diri tadi merupakan salah satu tokoh masyarakat di kampung. Akhir kisah hidup seorang pengusaha yang tragis ditengah gemerlapnya harta yang beliau miliki. Naudzubillahimindzalik.

Apa yang salah? Jika memang bunuh diri itu konon dikait-kaitkan dengan hutang yang melilitnya, apakah itu jalan yang tepat untuk mengakhiri segalanya? Lantas jika memang harta menjadi masalahnya, kenapa karyawan pengusaha yang mati bunuh diri itu justru masih tetap bertahan hidup dengan tegar bak karang di laut…

Sayapun kemudian teringat pesan seorang Guru Expert saya Pak Jamil Azzaini. Dalam meeting fasilitator beberapa waktu yang lalu beliau menjelaskan tentang konsep diri yaitu Locus Internal Control dan Locus Eksternal Control.

Sebagai seorang fasilitator, kami diberikan tugas untuk membantu peserta Training menemukan potensi terbaik dalam dirinya dalam hal berbicara di depan public. Kamipun diberikan tantangan untuk mengantarkan kelompok menjadi kelompok terbaik dalam training tersebut. Bukan hal yang mudah untuk memberikan arahan, coaching dan mentor bagi enam hingga delapan orang yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Satu orang dengan orang lain hadir di ruangan training sudah membawa β€˜belief’ dari kehidupannya sepanjang umur masing-masing orang.

Locus Of Control adalah sebagai tingkat dimana individu yakin bahwa mereka adalah penentu nasib mereka sendiri. Menurut seorang pakar Rotter (1975) menyatakan bahwa internal dan eksternal mewakili dua ujung kontinum, bukan secara terpisah. Internal cenderung menyatakan bahwa sebuah peristiwa berada pada control mereka sendiri, sementara eksternal lebih cenderung menyalahkan factor luar yang mempengaruhi suatu kejadian yang menimpa mereka.

Baca Juga  Pilihanku Bahagia, SuksesMulia

Dalam mendampingi peserta training-pun kami ditanamkan nilai oleh Pak Jamil Azzaini bahwa keberhasilan diri dan tim harus sering diingatkan bahwa Locus Internal Control harus diutamakan, sehingga setiap pribadi mampu mengoreksi dirinya ketika melakukan kesalahan. Locus Internal Control akan member kesempatan kepada pribadi untuk segera Move ON ketika dia mengalami permasalahan yang menyebabkan pribadinya merasakan ketidaknyaman diri.

Teringat dengan kisah bunuh diri pengusaha tadi, marilah kita bermuhasabah diri, seberapa jauh dalam hidup kita melakukan locus internal control, tidak menyalahkan orang lain, menyalahkan lingkungan. Tapi justru bertanya pada diri sendiri, apa kesalahan yang pernah diperbuat, sehingga ketika masalah datang, kegalauan kita tidak berkepanjangan, namun kegalauan kita justru akan terjawab dengan koreksi diri.

Dinar Apriyanto


Share this
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
    31
    Shares

21 comments On Locus Internal Control

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer