Lidah yang Bercabang

talking.jpg

Salah satu hal yang merusak pergaulan adalah bila kita punya lidah yang bercabang. Apa itu? Lidah yang bercabang adalah bicara yang tidak konsisten, plin plan, memanipulasi data, mendistorsi fakta. Orang yang punya lidah bercabang boleh jadi terlihat hebat, mudah bergaul dan flexible tetapi sejatinya ia tidak punya sahabat dekat dari kalangan orang baik.

Lidah yang bercabang juga melekat pada para pembohong. Orang yang sering bohong dikategorikan sebagai orang yang munafik yang berarti murahan dan rendahan. Di dalam perjalanan hidup saya, setiap kali ada orang yang berbohong kepada saya, maka saya katakan kepadanya, “Yang membuat saya sedih dan kecewa bukan karena Anda berbohong kepada saya tetapi saya menjadi sangat sulit mempercayai Anda.”

Memiliki sifat lidah yang bercabang itu sangatlah banyak kerugiannya, bersegeralah menjadi orang apa adanya. Saat berdiskusi, bila tidak setuju katakan tidak setuju disertai alasan yang logis dan kuat. Saat pekerjaan Anda tidak mencapai target atau tidak sesuai harapan akuilah tanpa perlu banyak alasan. Orang yang pandai membuat alasan itu sangatlah menyebalkan.

Menjadi orang apa adanya bukan hanya dari ucapannya tetapi juga dari penampilan dan tindakan. Jangan ingin berpenampilan “wah” padahal hidupnya susah. Jangan ingin terlihat elit padahal keuangan sulit. Jangan terlihat kaya padahal Anda tak berpunya.

Begitu pula dalam tindakan, jadilah orang yang bertindak sama baik disaat ramai maupun saat sendiri. Sebagai seorang trainer saya selalu menasihati diri sendiri, “Hidup sejatimu di dunia nyata bukan saat di panggung training atau seminar. Jangan sampai dirimu terlihat hebat di atas panggung tetapi tindakanmu tidak bisa menjadi teladan anak-anakmu.”

Jadilah manusia apa adanya karena itu lebih mulia dibandingkan menjadi manusia yang memiliki lidah yang bercabang.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

2 thoughts on “Lidah yang Bercabang”

  1. Sigit says:

    siap!

  2. Ade Hamzah says:

    Terimakasih Kakek,.

Leave a Reply

Your email address will not be published.