Lestari

Sabtu, 21 April 2012, saya makan malam bersama Prof. Dr. Ritha F Dalimunte ditemani panitia seminar “Perempuan Bisa SuksesMulia” dan ketua Tangan Di Atas Medan.  Saya mendapat banyak ilmu dari guru besar Universitas Sumatera Utara yang masih muda ini. Obrolan saat makan malam dengan beliau di Desa Desa Resto Medan menginspirasi saya untuk menulis artikel ini.

Menurut Anda binatang apa yang hampir punah bahkan sekarang dilindungi? Adakah jawaban Anda sapi atau kambing? Pasti bukan. Padahal setiap hari bahkan satu tahun sekali terjadi pemotongan masal hewan tersebut untuk dijadikan kurban pada saat Hari Raya Idul Adha. Binatang-binatang yang hampir punah justru binatang yang tidak dikonsumsi oleh manusia apalagi dijadikan sebagai hewan kurban.

Begitu pula dalam hidup kita, bila kita sering berbagi dan “berkorban” untuk kepentingan banyak orang maka kita tidak akan pernah “punah”. Manusia-manusia yang dilupakan anak cucu atau generasi setelahnya pasti mereka yang tidak memberi manfaat kepada umat manusia.

Berkorbanlah untuk orang tua Anda. Tidak semua keinginan kita sejalan dengan keinginan orang tua. Berkorbanlah demi membahagiakan mereka. Bila Anda ingin menjadi pengusaha sementara orang tua  menghendaki Anda menjadi pegawai, turutilah dulu keinginannya sampai Anda benar-benar bisa meyakinkan mereka. Anggap saja itu sarana berlatih negosiasi dan meyakinkan orang lain sebelum Anda benar-benar menjadi pengusaha.

Berkorbanlah untuk keluarga, orang-orang yang Anda cintai, sahabat, perusahaan, komunitas, negeri dan agama Anda. Biasakanlah untuk selalu bertanya “Hal terbaik apa yang sudah saya berikan untuk mereka?”  Bukan sebaliknya, “Apa yang sudah saya dapatkan dari mereka?” Dengan cara seperti ini, keberadaan Anda akan lestari dan nama Anda tetap dikenang walau raga Anda sudah terbujur kaku di dalam bumi.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

16 thoughts on “Lestari”

  1. Kenny says:

    Suwun pakde Jamil, sampai kantor langsung telp ibu, jadi kangen, padahal kemarin baru bertemu dan ngobrol dgn ibu, tp ada yg berbeda pagi ini 🙂

  2. Risaokee says:

    monday morning spirit. thanks a bunch pak 🙂

  3. Bang Fifin says:

    energi memberi bukan energi untuk meminta. keren pak jamil

  4. Nova says:

    Mantap Kek JA,,,

    Tularkan Energi Positif..
    Jangan mau diberi tapi Harus mau menberi,,

    Salam SuksesMulia

    Nova
    JayaBerkah

  5. abyan says:

    Subhanalloh…walhamdulillah…sarapan pagi yang sangat menyejukkan…Alloh dulu..Alloh lagi…Alloh terus…karena hanya Alloh sajalah yang kita tuju…

    Kita heran ketika menyaksikan orang yang sudah kaya tetapi dia tetap terus bekerja, kita heran menyaksikan orang yang sudah pintar tetapi dia tetap terus belajar, dan sebagainya. Pertanyaan ini boleh jadi timbul karena yang bertanya adalah hawa nafsu kita bukan hati nurani kita. Hawa nafsu cenderung pada kesenangan yang menipu, namun hati selalu cenderung pada kesenangan yang hakiki.

    Dalam kaitannya dengan ibadah kurban, Rasulullah Saw bercapai-capai, bersusah-payah mengurbankan fisiknya menegakkan “qiyammullail” hanya karena ingin membuktikan bahwa beliau adalah hamba Allah yang bersyukur.

    Bagi yang memiliki kelebihan harta, sebenarnya kita sedang diuji, apakah kita termasuk hamba Allah yang bersyukur atau tidak. Bukankah harta yang diperoleh selama ini adalah anugerah dan pemberian-Nya? Kenapa ketika Allah Swt menghendaki kita menyisihkan sebagian kecil saja, timbul rasa berat di dalam jiwa? Sungguh jika kita mau berinstrospeksi betapa anugerah Allah Swt yang dilimpahkan kepada kita begitu banyak dan tak terhingga, hati kita akan merasa sangat ringan untuk berkorban.

    Semoga kita bisa membuktikan rasa syukur kita dengan berkorban. Secara simbolis kita memang mengkorban hewan ternak, namun secara substansi kita mengkorban sifat-sifat buruk dari dalam diri kita.

    Bp. Jamil, terimakasih sekali telah berdkawah lewat artikel2 yang inspiratif dan mengingatkan kita terus…jzklh..

  6. Selalu mengInspirasi setiap pagi, Jazakumullah Pak Jamil 🙂

    Salam SuksesMulia

  7. Bang Tono says:

    Terimakasih pak Jamil untuk pencerahannya di pagi hari…

  8. mekoh1268 says:

    Sudut Pandang Pak Jamil Membuat Terpengarah…

    Satu Kejadian Dapat Mempunyai Arti yang Berbeda bila dilihat dari sudut pandang berbeda.

    Tulisan Pak Jamil Memberi Pelajaran yang Sangat Berharga Bagi Saya Di Pagi Senin Ini.

    Terima Kasih Guru…

    “Cintailah Hari Senin, Maka Saudara-Saudara nya Hari Senin Akan Mencintai Kita Di Hari-Hari Berikutnya”

  9. Anggit Setyaningsih says:

    Setuju!!
    Pokoknya yg trbaik dulu buat orangtua.
    Apapun yg ortu kita inginkan hrs kita lakukan trlebih dahulu..
    Semua akan indah pada waktunya 🙂

  10. Alhamdulillah mendapat jawaban dari tulisan Pak Jamil hari ini.

    Terima kasih banyak gurunda, atas inspirasi pagi ini yang dapat menjawab kegundahan dalam dunia internal saya.

    Salam SuksesMulia

    sent via : http://brainmindtohappiness.wordpress.com/2012/04/22/pekerjaan-paling-berat/

  11. Herwan Nov says:

    inspiratif sekali beh..

    layak dapat Bintang 😀

    Salam,

    @Rwannov

  12. mhd husni tarigan says:

    Kamu adalah manfaat yang kamu berikan. Sangat menginspirasi pak jamil

  13. exaan says:

    makasi sekali lg Guru’ atas siraman segarnya ..

  14. Fikri Azis says:

    Sangat Inspiratif kek..

    Bahkan kita bisa jd belajar dr hewan2 ternak yg bisa memberikan manfaatny melalui daging, susu, kulit, serta tenaganya..

    Bagaimana kita sebagai manusia yg diberikan potensi akal dan fisik yg sempurna?apa yg bisa kita berikan kepada dunia?

    Jangan2 kita seperti binatang ternak bahkan lebih buruk lg ya kek (Q.S. 7:179), krn tidak bisa memberi manfaat, tp banyak mudharat yg kita lakukan.. Astagfirullah..

    Salam Sukses Mulia! 🙂

  15. rinaz says:

    Terimakasih inspirasinya kek jamil, pas sekali dgn kondisi saya yg ingin jadi pengusaha tapi mama maunya saya jadi pegawai dulu.
    Baiklah, mumpg mereka masih ada saya akan gunakan waktu sebaik-baiknya tuk menyenangkan mereka agar saya tidak punah dalam pikiran mereka 🙂

  16. Ade Chadra says:

    subhanallah…,sangat inpiratif Pak Jam,tapi saya belum bisa seperti itu,smoga bisa jadi pelajaran buat saya…,Terima Kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published.