Lelah Tiada Dirasa

lelah.jpg

Setiap orang pasti pernah merasakan lelah, termasuk saya. Lelah yang dirasa itu mudah obatnya, tentang hal ini saya sudah sering menuliskannya di website ini. Namun, betapa banyak orang yang sebenarnya lelah tetapi mereka tidak merasa lelah. Kenalilah ciri-cirinya agar Anda tidak terjerumus ke dalam kehidupan yang melelahkan namun tidak Anda rasakan.

Tentu ciri-ciri orang yang lelah yang tiada dirasa itu banyak. Saya akan memaparkannya dua ciri yang paling menonjol.

Pertama, pekerjaan Anda ikut kemana pun Anda pergi. Saat bicara dengan orang lain, Anda selalu menceritakan pekerjaan Anda. Sebelum tidur Anda ingat pekerjaan Anda. Saat Anda ngobrol dengan orang lain yang terbayang di pikiran Anda adalah pekerjaan Anda. Bahkan saat sholat pun Anda masih membawa pekerjaan itu dalam pikiran, sholatnya jauh dari khusyu.

Ciri yang kedua, sensitivitas dengan lingkungan menurun. Kata yang terucap dari mulut Anda boleh jadi menyakiti atau merendahkan orang tetapi Anda tidak sadar. Walau Anda bersama dengan orang-orang yang Anda cintai namun kebersamaannya minim komunikasi, sibuk dengan aktivitasnya sendiri-sendiri. Tingkat kesabaran Anda menurun, emosinya mudah meledak dan sulit menerima nasihat.

Berhentilah sejenak (pit stop). Luruskanlah kembali niat bahwa kehidupan sejati bukan di bumi tapi di negeri yang abadi. Ingatlah, mengejar sesuatu yang belum pasti kita dapatkan (harta, tahta, popularitas) bisa melupakan sesuatu yang pasti kita dapatkan (kematian). Letakkan kesibukan untuk mengumpulkan bekal yang bisa dibawa mati.

Lelah yang tiada dirasa bisa mematikan rasa terhadap nilai-nilai agama. Ibadah menjadi enggan dan amatlah berat.

Lelah yang tiada dirasa juga menurunkan kualitas cinta kepada orang yang Anda cinta. Boleh jadi secara fisik Anda dekat dengan mereka namun nurani dan hati Anda berjarak dengan mereka. Hidup semakin hampa, tiada rasa, tiada kemesraan. Secara fisik hidup namun nurani, rasa dan hati semakin meredup.

Jauhilah lelah yang tiada dirasa….

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

13 thoughts on “Lelah Tiada Dirasa”

  1. Aris Ahmad Jaya says:

    Subhaanallah. Inspratif dan menggugah

    1. Jamil Azzaini says:

      Mas Aris kangen, lama tak jumpa…

  2. faizal kamal says:

    Eaaaaaa…..

    KENA LAGI……

    (Langsung nyari tempat pitstop)

    Sungkem padamu beh,

    1. Jamil Azzaini says:

      Peluk dengan erat…

  3. giant says:

    Punten, moga kita ndax nunggu lelah tiada dirasa untuk dekat dengan Sang Pencipta…

    1. Jamil Azzaini says:

      Yes…akur…

  4. Rudi hermawan says:

    Terimakasih inspirasinya ke jamil..

    1. Jamil Azzaini says:

      Sama-sama….

  5. Ari Wijaya says:

    Pak Jamil… matur sembah nuwun.
    Membacanya membuat refleksi diri menjadi terus mawas diri..

    Silih doa selalu..Pak Jamil

    1. Jamil Azzaini says:

      Saling mendoakan mas…

  6. mahfudz RZ says:

    Terima kasih kek jamil…love u full

  7. Tata Zenal Muttaqien says:

    Saya pikir maksud dari judulnya, kalo kita merasa lelah jgn dirasa supaya bisa ttp bekerja atw menjalankan aktivitas yg lainnya. Ternyata bkn itu ya maksud Pak Jamil…hehe. Kalo tmn saya malah kalaupun merasa lelah atw sakit dia tetap memaksakan bekerja (mungkin maksud tmn saya ini bagus-tdk manja). Jadi sakitnya gak dirasa. Saat saya sakit panas atw agak demam pun jangan dirasa katanya paksakan aja kerja. Jadi persepsi tmn saya itu kalo sakit flu-pilek mah bkn sakit itu mah katanya. Gimana mnrt Pak Jamil yg seperti itu?

  8. Mulyanto says:

    That’s True,,,,
    Thanks Bapak Jamil Azzaini,, 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.