Learn from Tukang Ketoprak

DadangMemang benar kata orang bahwa kita harus belajar dari mana apa saja, dan tidak boleh terlalu sombang akan kemampuan diri sendiri.

Di tempat saya tinggal ada dua tukang jualan ketoprak yang setiap hari selalu mangkal di tempat yang sama. Mereka jualanya hanya berjarak sekitar 100m jadi menurut saya persaingannya sangatlah ketat.

Kebetulan saya seorang penggemar ketoprak jadi saya salah satu langganan mereka. Dua tukang ketoprak sudah saya coba dan untuk masalah rasa saya sudah membuktikan keduanya memiliki cita rasa yang seimbang. Sebutlah kedua ketoprak; ketoprak A dan ketoprak B.

Akan tetapi di sini keanehan terjadi, seperti yang saya infokan untuk rasa mereka sepadan tapi kenapa saya lebih sering. Atau bahkan hampir setiap membeli ketoprak selalu ke penjual A. Hal ini tanpa saya sadari dan baru akhir-akhir ini saya mencoba memahami mengapa hal ini terjadi. Awalnya iseng saya mencoba mengingat kenapa setiap saya mau makan ketoprak selalu belinya di penjual A.

Pada suatu akhir pekan saya iseng meneliti hal ini, sabtu saya beli di penjual B dan saya makan di tempat mereka jualan sembari mencoba memahami. Saya makan ketoprak pesanan saya dengan lahapnya dan semuanya normal, rasa tetap enak. Makin penasaran kenapa kok bisa saya lebih sering atau selalu beli di penjual A.

Esok harinya di hari minggu saya langsung mencoba untuk makan di tempat penjual A. Baru datang langsung si abang dengan ramah menyambut saya dan menanyakan mau pake berapa cabe. Saya dengan santai menjawab 4 bang dan pensanan saya di buatkan.

Selesai meracik dan disaat siap untuk menyajikan si abang nanya lagi kerupuk mau dipisah atau di sajikan diatasnya. Saya jawab dipisah bang. Disaat saya makan dan si abang melihat kerupuk saya tgl sedikit langsung menawarkan kerupuknya mau ditambah. Dengan senang hati saya menjawab, “boleh bang .”

Selesai makan saya sengaja duduk agak lama meperhatikan dan mencari tahu apa ya rahasia dibalik ketidak sengajaan saya untuk selalu beli ketoprak di penjual A. Agak lama saya mencoba membandingkan dan mencari tahu jawabnya dan jawabannya…..
Eng ing eng ketemu sudah rahasia dibalik itu semua. Penjual ternyata dengan telitinya memperhatikan detail keinginan pembeli dan berusaha memprediksi dan memberikan pelayanan yang lebih. Sehingga secara tdk sadar pembeli merasakan nyaman dan puas.

Hal inilah yang menimpa saya dan mungkin beberapa pelanggan lainnya. Hehehe kerON sebuah strategi yang bagus diterapkan penjual A guna membuat customernya loyal. Tak heran penjual A memiliki pekanggan yang lebih banyak dan loyal. Dari sini saya memetik sebuah pelajaran bahwasanya kita bisa membuat pelanggan atau customer kita loyal dengan membuat alam bawah sadar mereka menyukai kita.

So kita harus berusaha membuat alam bawah sadar pelanggan/customer menyukai kita.
Thanks ya bang semoga daganganya laris manis…

Wassalam
Dadang

Bagikan:

2 thoughts on “Learn from Tukang Ketoprak”

  1. EventJogja Dot Com says:

    penjual A ternyata lebih ramah dan memahami pelanggan ya ^^

  2. agustantyo.com says:

    mantap, walaupun sekedar penjual ketoprak, tapi satu hal yang dia selalu perhatikan, yaitu ada praktek customer service excelent disitu sehingga tanpa sadar bisa mendongkrak penjualannya… sip..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.