Leader tidak boleh merasakan emosi negatif, Mitos atau Fakta

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hati-hati, tidak sedikit leader yang mempercayai pernyataan ini, sehingga merasa bersalah ketika merasakan emosi negatif. Akhirnya, terus memaksa diri untuk selalu ceria dan positif sepanjang waktu. Padahal, bukan hanya sulit, tapi mustahil untuk selalu ada di kondisi ini. Iya atau iya?😄

Leader yang selalu menekan emosi negatif, seringkali malah menjadi leader yang dingin. Emosinya tumpul karena memang ia tumpulkan. Akhirnya, semua pengambilan keputusan hanya ia dasarkan atas logika. Padahal penelitian membuktikan aspek emosi perlu tetap ada dalam pengambilan sebuah keputusan.

Jadi, yang tidak boleh itu bukanlah merasakan emosi negatif, tapi terhanyut di dalamnya. Oleh karenanya, keterampilan mengenali, menerima dan mengelola setiap emosi yang muncul jadi hal penting untuk dikuasai leader.

Bagaimana caranya? Tentu akan lebih mudah jika kita kenal otak kita. Pusat pembentukan semua pikiran, perilaku, dan termasuk juga emosi.

Yuk belajar dan berlatih di Public Training Neuroleadership – Embrace Your Brain to Become Agile LEADER, yang akan diadakan pada tanggal 11-12 April 2019 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta!

Apalagi yang Anda Tunggu? Segera daftarkan diri Anda ⚠

Link pendaftaran 👉 http://bit.ly/NEUROLEADERSHIP
Informasi (021) 29 400 100 / 082 111 999 022

Baca Juga  Belajar dari Pohon Bambu

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer