Kuliah, Investasi atau Biaya

Siapa tidak kenal dengan Harvard University, salah satu institusi pendidikan paling bergensi di negara bagian massachussets, Amarika. Orang-orang rela bejubel mendaftar disana meski harus menghadapi seleksi super ketat dari berbagai peminat di penjuru dunia. Anehnya Bill Gate, malah mengambil “langkah-seribu” meninggalkan Harvard, demi untuk menekuni passion-nya di Microsoft.

Dalam satu kesempatan ia di wawancarai oleh Oprah Winfrey. Jika dalam versi kita, dialog itu kurang lebih berikut. “Mas, Sekolah Harvard itu bergensi loh, kok kamu malah ninggalin, sehingga banyak orang berkata kamu tidak waras lagi. Apa pendapatmu, Mas” Dengan tersenyum santai, Bill pun berkata. “Saya meninggalkan Harvard karena dua alasan. Pertama saya memiliki arah yang jelas yang ingin saya capai. Kedua, bahwa ternyata arah yang ingin saya capai itu, sepertinya tidak mampu terwujud melalui Harvard.”

Keputusannya yang pernah di cibir, belakangan banyak orang malah balik terkagum-kagum. Betapa tidak, Keputusannya meninggalkan Harvard ternyata berbuah manis dan melontarkan namanya, nangkring di posisi teratas sebagai orang terkaya di dunia, selama beberapa tahun berturut-turut.

Dari sejumput kisah tersebut, sejatinya membuat kita selaku orang tua tersadar tentang apa sesungguhnya substansi pendidikan bagi anak. Kuliah memang penting, namun ada yang lebih penting harus datang mendahuluinya. Apa itu? Ya, itulah kejelasan visi berbalut passion. Atau dalam bahasa gampangnya, anak kuliah “mau ngapain”. Inilah peta yang harus bisa di jabarkan dulu oleh anak, dalam bentuk Life Plan Presentation.

Jika mampu memaparkan itu secara substansial, barulah orang tua melihat arahnya. Jika arahnya berkaitan dengan pendekatan strata akademis, maka kejarlah walau ke “negeri Cina.” Namun jika arahnya ke pendidikan non formal, maka jangan pernah takut “banting setir.” Sebab boleh jadi itu adalah investasi yang kelak menjadikan anak lebih bernilai fantastik. Tapi kalau orang tua masih berpikir, “Ahhh… Itu bagaimana nanti, Mas Rahman. Yang penting kuliah dulu, kalau kuliahnya sudah tinggi, kan kerjaan gampang.”

Jika pola pikir kita masih seperti itu, maka percayalah investasi anda pada anak berupa waktu, uang dan juga umur boleh jadi akan berubah menjadi biaya pemborosan yang menyakitkan semata. Sebagai konsultan parenting dan pemerhati pendidikan, saya banyak menemui fakta menyakitkan ini di lapangan.

Jadi segera temukan life plan-nya dulu. Jalur aksesnya kedalam diri anak. Memang tidak mudah mengakses panggilan jiwa itu, seperti apa yang dialami Bill Gate. Namun asal tahu saja, menurut hasil penelitian, manusia menggunakan kapasitas otaknya rata-rata baru sekitar 5%. Perbesarlah dengan cara sediakan waktu untuk terus bertanya pada diri sendiri.

Pada akhirnya jawaban fantastik itu kelak akan ditampilkan. Sebab pada dasarnya itu sudah ada tersedia, namun ia masih tertidur dalam suatu kubangan bernama Genetic Potential Dorman didalam diri anak. So, Bangkitkanlah melalui sentuhan tangan dingin anda. Atau abaikan dan kita akan terjebak dalam biaya pemborosan selamanya.

Salam Metamorfosa.

Rahman Patiwi

Bagikan:

18 thoughts on “Kuliah, Investasi atau Biaya”

  1. Mantap sekali ini

    Life Plan Presentation.. Good Idea…

    1. Terimakasih atas pujiannya mas Mas Arif. Semoga segala bentuk pujian semakin mendekatkan kita kepada-Nya. Amin…

  2. wahh… ternyata rencana hidup harus ditentukan ya..
    untung aku masih SMA , jadi bisa lebih cepat lagi untuk merencanakannya

    1. Suatu kesempatan yang harus di manfaatkan baik-baik. Sebisa mungkin sebelum mas Hanif lulus harus sudah bisa terpapar jelas…

  3. KerOn tulisannya. It’s inspiring and awakening. Thanks mas Rahman. Salam kenal.

    1. Sip.. Mas Tito, Salam Kenal Balik, bersama Rahman Patiwi disini… Salam SuksesMulia

  4. EventJogja says:

    harus selalu rajin tiap hari utk cek life plan,biar fokus fokus dan fokus 🙂

  5. ORA DADI OPO says:

    kerOn bang tulisannya. blh dong sharing gmn menyusun Life Plan Presentation menurut bang Rahman Patiwi yg ideal.

    oh ya salam kenal ya bang

    Salam SuksesMulia!!
    @npindh

    1. Terimasih mas, Kalau mau sharing tentang Life Plan, memang ada beberapa tahapannya mas Ora. Dan tidak muat kalau di paparkan disini. Hanya saja saya kasi bayangan. Pertama coba lihat dulu Life Plan-nya Mas Asa dan Mba dira (Anak kek jamil) Di buku ON. Setelah itu bisa di diskusiakan lagi kalau ada kurang jelas. Atau bertanya langsung sama Master Suhu-nya, Kek Jamil. Tapi syaratnya mungkin nama harus di ubah dulu kale mas. Sebab jika tidak mungkin sulit, namanya saja “Ora Dadi Opo” Hehehehe….. Salam kenal dari Makassar.

  6. Cucok ini sama buku baru saya, Brain Genetic Potential, Awas SalahMENGARAHKAN, Salah MASA DEPAN

    1. Siiiip bunda…… Kayaknya bisa di Panel Juga Tuh… Hehehehe….

  7. Alhmadulillah, itulah kata yg pertama saya ucapkan.
    Ternyata kita punya visi yang sama mas Rahman. Salam kenal, sebagai praktisi STIFIn, saya setiap kesempatan selalu menebarkan apa yang di uraikan lewat artikel diatas…
    Terdorong dengan semua itu, saya dibantu oleh gurunda kek JA dan dibimbing bunda @SofieBeatrix, memberanikan diri membuat buku :
    “Brain Potential Genetic : AWAS salah MENGARAHKAN salah MASA DEPAN”,
    Insya Allah tanggal 11 Mei ini Launching & di seminarkan bareng kek JA dan Founder STIFIn Pak Farid Poniman.
    Mudah-mudahan buku ini membuka cakrawala kita sebagai orang tua atau siapapun yang ingin menemukan passiON juga sekaligus membentangkan Karpet Merah kehidupannya menuju kehidupan SuksesMulia!

  8. Masya Allah…. Luar biasa Mas Beni, salam kenal balik dari Makassar. Semoga bukunya semakin bermanfaat untuk bisa memberikan pencerahan, di tengah carut-marutnya sistem pendidikan yang terlalu generic. Sukses seminarnya mas. Jangan lupa sampaikan salam hangat saya untuk para Gurunda, FP dan JA serta teman-teman praktisi STIFIn lainnya. Salam Metamorfosa…!

  9. Saya sudah banyak dengan dari gurunda kek JA, salah satu inspirasi sy utk terjun di dunia trainer adalah cerita mas Rahman. Insya Allah sy akan mendedikasikan diri saya dalam dunia pendidikan khususnya berbasis STIFIn, mohon doa selalu.
    Suatu saat kita berkolaborasi mas! Aamiin

    1. Siiipppp, Mantap mas. Satu kalimat dari saya, “Just STAY ON TRACK” Salam Metamorfosa.

      1. Insya Allah, STAY ON TRACK selalu menebar manfaat dengan kekuatan alami kita

  10. AWAS salah MENGARAHKAN salah MASA DEPAN”

    pesan dimna mas bukunya ??

    1. Buku bisa di beli di acara Seminar & Launching di gedung BPPT Thamrin JKT “Brain Potential Genetic : AWAS salah MENGARAHKAN salah MASA DEPAN”,
      Insya Allah tanggal 11 Mei ini Launching & di seminarkan bareng kek JA dan Founder STIFIn Pak Farid Poniman.

      Setelah itu baru ada di toko buku akhir Mei, tapi kalo Online Sudah ada. bisa menghubungi saya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.