Kisah Divergen

@aris_anandaSebulan yang lalu saya berjumpa dengan seorang pemilik sebuah restoran besar di Yogya. Si bapak ini awalnya seorang pengusaha di bidang jam tangan. Dia pemasok jam tangan untuk sebuah department store.

Hingga suatu ketika terjadi perubahan manajemen dan ladang usahanya pun tertutup. Dia banting stir. Yang terpikir adalah menjadi pengusaha kuliner. Tidak ada yang istimewa dari riwayat ini selain bahwa si bapak harus mulai usaha dari nol lagi ketika usianya sudah 52 tahun ! Dia menyewa tempat di pusat kota.

Awalnya ramai pengunjung tapi kemudian menurun hingga akhirnya menyerah delapan bulan kemudian. Ini kegagalan si bapak di usia menjelang 53 tahun. Si bapak mengevaluasi kegagalannya, dan dia melihat bahwa itu akibat lokasinya tidak menguntungkan. Orang harus melewati jalan memutar untuk sampai di lokasi restoran tersebut.

Akhirnya si bapak memilih buka restoran di rumahnya sendiri, tidak di pusat kota tapi juga tidak terlalu pinggiran. Agar tidak berisiko terlalu besar, si bapak melakukan kerja sama dengan banyak orang. Restorannya berkonsep food court sehingga terdiri dari banyak pemasok makanan. Mulai dari gudeg hingga sop konro makasar. Sebuah konsep yang pada awalnya dianggap sangat aman ternyata tidak aman-aman juga.

Ada masalah yang sangat mendasar, karena terdiri dari banyak pemasok makanan di restoran itu, si bapak tidak mampu menjadi pemimpin di restorannya sendiri. Pegawai kios gudeg punya bos sendiri, pegawai sop konro punya bos sendiri sehingga si bapak sangat kerepotan untuk mengelola agar semua itu memuaskan para konsumen. Alhasil, usaha ini pun ambruk setelah 2 tahun. Tik tok tik tok. Umur bertambah terus. Sekarang umurnya sudah 55 tahun !

Untuk ke sekian kalinya si bapak ini bangkrut lagi. Kali ini fatal. Ia harus jual rumah untuk menutup semua utang. Setelah menutup semua utang, masih ada sisa beberapa ratus juta. Apa yang akan dia lakukan ?

Si bapak ini mengumpulkan keluarganya, lalu dia bertanya pada anak dan istrinya, “ kita sudah habis-habisan. Sekarang ada sisa uang dari hasil jual rumah. Menurut kalian uang ini kita gunakan untuk usaha lagi atau kita simpan saja ?”

Istri dan anak-anaknya termenung. Si bapak sudah siap dengan kemungkinan segala jerih payahnya berhenti sampai di sini karena tidak mendapat ijin dari istri dan anaknya. Si bapak tidak mau melakukan usaha tanpa restu dan keluarganya. Tapi, ternyata keluarganya mengijinkan ! Uang yang tinggal segitu-gitunya rela untuk dipakai berusaha lagi.

Si bapak pun berdoa, “Ya Tuhan. Ini kesempatan terakhir saya. Hanya kuasa-Mu yang menentukan saya berhasil atau gagal. Jika di kesempatan kali ini saya gagal lagi, saya angkat tangan dan angkat kaki.”

Lalu dia pertaruhkan semua uang itu dalam bentuk restoran megah di atas lahan seluas 5000 meter persegi. Dia punya konsep restoran megah akan mampu menarik perhatian banyak orang di tengah-tengah restoran lain yang biasa-biasa saja.

Selain itu, dengan nilai investasi yang sangat besar, kita tentunya akan dipaksa mati-matian untuk membuat investasi ini berhasil. Dan, si bapak memang berhasil. Restoran itu telah bertahan selama 6 tahun dan si bapak yang menjelang usia 62 tahun masih bekerja keras mengawasi operasional restorannya.

Saya pun iseng bertanya, “terus kapan bapak berencana istirahat ?” Si bapak hanya tertawa.

Apa hikmah dari kisah ini ? Ada banyak kemungkinan hikmah.
1. Kalau gagal, terus bangkit lagi, nggak peduli berapa usia anda.
2. Dalam hidup sebenarnya tidak ada pensiun, karena sampai tua pun masih harus kerja keras.
3. Ada orang tua yang ikhlas bahwa di usia yang mestinya pensiun masih harus banting tulang.
4. Restu keluarga adalah segala-galanya bagi siapapun yang mau berusaha.
5. Tidak ada batas usia dalam memulai usaha
6. Yang penting dalam berusaha adalah sikap optimis
7. Pengusaha belajar dari kegagalan-kegagalan sebagaimana reporter belajar dari fakta-fakta
8. Setiap saat kita harus siap dengan perubahan
9. Perubahan tidak pernah patuh terhadap apa yang kita inginkan
10. Masuklah dalam lautan perubahan agar bisa memutuskan dengan cepat peluang apa yang mau diambil
11. Untuk sukses, jangan jadikan istirahat sebagai keinginan tapi sebagai kebutuhan tubuh untuk melakukan usaha lebih keras lagi.
12. Keberhasilan itu juga tergantung keberanian mempertaruhkan sesuatu yang besar

Daftar hikmah ini masih bisa lebih panjang lagi. Kata siapa hikmah itu cuma ada satu. Buat orang kreatif selalu ada puluhan dan ratusan hikmah dari setiap peristiwa dan kisah. Karena pada dasarnya orang kreatif sangat sering berpikir DIVERGEN, selalu ada lebih dari satu kebenaran. Selamat mencari puluhan dan ratusan hikmah di setiap peristiwa dan kisah !

@aris_ananda

Bagikan:

3 thoughts on “Kisah Divergen”

  1. EventJogja says:

    harus selalu berpikir positif di balik semua peristiwa ya, klo mau ternyata banyak sekali hikmahnya tanpa harus terpaku pada kegagalan 🙂

  2. Wah tulisannya kerON banget dan menginspirasi. Salam Kenal

  3. suratinah says:

    terimakasih..keren…

Leave a Reply

Your email address will not be published.