Ketika Sulit Menangis (2)

jauhdari.jpg

Penyebab sulit menangis itu banyak, setiap orang punya pengalaman yang berbeda-beda. Bagi saya, ada beberapa penyebab sulit menangis. Salah satunya sudah saya tulis/bagi kemarin yaitu hati yang sibuk. Klik tulisan Ketika Sulit Menangis (1).

Penyebab kedua adalah penyakit merasa. Ternyata “merasa” itu ada sisi positif dan sisi negatif. Apabila kita salah menempatkan kata “merasa” maka bisa menjadi penyakit. Merasa paling benar/sholeh/suci/rajin akan membuat kita enggan menerima nasehat dan merasa paling hebat. Akibatnya, hati semakin mengeras dan sulit menangis.

Bangun pagi sebelum subuh kemudian bersujud dan berdoa tentu hal yang sangat baik dan menyehatkan. Namun bila disertai merasa paling rajin tahajud, itu merusak hati dan bisa menjadi penyakit. Apalagi bila kemudian aktivitas bangun paginya diumumkan di social media disertai merendahkan atau menertawakan orang yang tidak bangun pagi. Ini namanya penyakit hati yang kronis yang membuat sulit menangis. Andai pun bisa menangis, air mata yang keluar boleh jadi air mata buaya.

Saya pernah punya penyakit merasa. Saya pernah merasa menjadi trainer yang paling TOP dan paling hebat. Bagaimana tidak, dalam satu bulan rata-rata saya bisa memberikan training 34-40 sesi di perusahaan ternama (Fortune 100) yang berbeda.

Akhirnya saya enggan belajar. Materi yang saya sampaikan tidak berkembang. Saya menyampaikan training seperti kaset yang berulang. Selain itu, perasaan semakin meninggi dan hati pun semakin membantu, tak sanggup mengeluarkan air mata lagi. Ternyata, penyakit merasa itu bisa membuat kita tinggi hati disaat yang bersamaan kita merendahkan orang lain. Naudzubillah…

Penyebab ketiga adalah, jauh dari kitab suci. Saya pernah enggan membawa kitab suci saat harus tugas ke luar kota. Saya beralasan, “Saya kan beser (mudah buang air kecil), pasti harus ke toilet selama di perjalanan. Bila saya membawa kitab suci khan nanti kopernya dibawa ke kamar mandi, itu tidak baik.” Alasan masuk akal yang dibuat-buat. Hehehe…

Dengan alasan itu, saya sering tidak membawa kitab suci. Bila di hotel disediakan, saya membaca, bila tidak ada maka saya tidak membacanya. Sampai suatu ketika, saat saya hendak pergi istri saya berkata, “Pak jangan lupa, bawa dan bacalah Al Qur’an kemanapun pergi.”

Kata-kata singkat istri saya itu membuat saya tersadar bahwa selama ini membaca kitab suci hanya aktivitas sambilan. Sungguh memalukan. Semakin banyak diberi rezeki dan kesempatan pergi ke berbagai tempat justru semakin jarang berkomunikasi dengan-Nya. Benar-benar saya tidak tahu diri. Wajar bila hati pun kering karena tak tersirami kata-kata penuh makna dari Sang Pencipta. Hati yang kering tak sanggup memproduksi air mata untuk dikeluarkan melalui mata.

Percayah, menangis itu nikmat. Menangis itu membahagiakan. Menangis itu menyehatkan. Jauhilah hal-hal yang bisa membuat kita sulit menangis.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

11 thoughts on “Ketika Sulit Menangis (2)”

  1. alif akbar firmansyah says:

    Sarapan yang bermanfaat ..
    Makasih kek …

    1. Jamil Azzaini says:

      Silakan disebarkan, he3x

  2. bang mufid says:

    saya orangnya (sulit menangis)…!
    Makasih guruku..! ⌣́_⌣̀)

    1. Jamil Azzaini says:

      Kata guru saya “waspadalah” 🙂

  3. Hans says:

    Susah menangis

    Papih Aku suka banget tulisan nya.
    ini rasanya spt Cambuk yang mnyadarkn hatiku. krn sdh jarang bca Al-Quran. diperbudak Hp
    aku rindu menangiss 🙁

    terimakasih.
    papih Jamil

    smg Alloh snantiasa merahmatimu dan keluarga agar terus bisa mnginsfirasi hatiku juga Indonesia dan Dunia

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehehe, aku dipanggil papih 🙂

  4. Ora Dadi Opo says:

    Waduh telat bacanya kek. Artikel kakek bak udara segar di pegunungan hijau asri permai.
    Wah kena ku kek! Masih sulit unt meneteskan air mata, tp kadang kalau melihat hal yg membuat terenyuh tak terasa air mata turun dr sumbernya…
    SukrON ya kek… 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Sami-sami, ayo menangis 🙂

  5. Mufidah says:

    sy jadi gampang menangis kalo yg dibahas masalah ortu krn kedua orang tuaku telah tiada.Bisa juga kakek coba dgn mendengar nasyid yg bisa tembus ke relung hati.

    1. Jamil Azzaini says:

      Kalau ortu so pasti tapi kalau nasyid gak mempan 🙂

  6. Anonymous says:

    saya orangnya paling sulit menangis padahal di hati itu udah sdih. tapi sekalinya udah ngedenger tentang yang berbau agama sama orang tua saya langsung nangis. saya gabisa nangis masalah cowok, apa mungkin itu karena terlalu sering disakiti ya

Leave a Reply

Your email address will not be published.