Ketika Doamu Tidak Terkabul

Share this
  • 271
  •  
  •  
  •  
  •  
    271
    Shares

Saya dulu pernah merasa kecewa apabila sudah berulang-ulang berdoa tetapi belum dikabulkan. Dan perasaan kecewa itu mulai terkikis setelah saya mendapatkan tiga pernyataan baru (bagi saya) tentang doa yang belum atau tidak dikabulkan. Saya akan share tiga hal pernyataan itu yang telah mengubah pemahaman saya tentang doa.

Pernyatan pertama dari Ali bin Abi Thalib, “Saya meminta sesuatu kepada Allah. Jika Allah mengabulkannya untuk saya maka saya gembira SEKALI saja. Namun, jika Allah tidak memberikannya kepada saya maka saya gembira SEPULUH kali lipat. Sebab, yang pertama itu pilihan saya. Sedangkan yang kedua itu pilihan Allah SWT.”

Peryataan kedua dari orang tua angkat saya, “Jika kamu berdoa tidak dikabul-kabulkan, itu pertanda Allah SWT rindu sama doa-doa kamu. Ibarat pengamen, apabila ada pengamen yang suaranya merdu mendekat kepadamu maka kamu akan terus memintanya untuk bernyanyi. Kamu begitu menikmati lagu-lagu itu. Maka berdoa teruslah kepada Allah sebagai persembahanmu kepada-Nya.”

Pernyataan yang ketiga dari istri saya, “Doa itu bukan hanya soal meminta. Doa itu juga ibadah. Jadi bila doa tidak dikabulkan tidak perlu kecewa, in sha Allah dengan berdoa kita telah mendapat pahala ibadah dari sisi Allah SWT.”

Setelah meresapi tiga pernyataan tersebut saya lebih menikmati waktu-waktu berdoa. Tugas kita hanya meminta, biarlah Allah Yang Maha Tahu yang menentukan hasilnya. Kita tidak perlu sok tahu bahwa yang kita pinta adalah hal yang terbaik bagi hidup kita. Setuju?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Baca Juga  Lakukan dengan Setara

Share this
  • 271
  •  
  •  
  •  
  •  
    271
    Shares

18 comments On Ketika Doamu Tidak Terkabul

  • mas shohib khan

    setuju mas….
    tiga hal ini sangat mencerahkn…
    efek dr tiga hal tsb bisa;
    selalu positif…
    hilang rasa putus asa…
    optimis…
    menentramkan…
    smakin kuat ikhtiarnya…
    dicintai & dirindukan Allah swt…
    dsb…
    xie xie mas jamil.

  • setujuuuuuuuu

  • Kalau saya, Allaah SWT mengabulkan selalu doa kita.
    Hanya kita saja yg tidak tahu kapan terkabulnya dan dalam bentuk apa terkabulnya doa kita. Karena Allaah SWT tidak pernah terburu-buru dan tidak pernah juga terlambat memberikan segala sesuatu. Dan Allaah SWT pun Maha Mengetahui apa yang kita butuhkan, karenanya Allaah SWT akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

    Jadi, bukannya Allaah SWT membutuhkan hiburan dari kita dengan mendengarkan permohonan syahdu kita kemudian DIA membiarkan kita memohon, berdoa sepanjang yang DIA inginkan sampai merasa puas.
    Allaah SWT tidak membutuhkan apapun dari kita, ibadah kita sekalipun. Kita yang membutuhkanNYA.

    • Terima kasih tambahan ilmunya…

    • mas shohib khan

      setuju mba azizah…
      saya jg setuju dgn mas jamil…
      kita nikmati ajh waktu berdoa…
      bukankah Allah swt lebih mencintai hamba yg banyk berdoa.klo kita sedikit berdoa / memohon justru Allah katakn kita makhluk yg sombong.
      “Allah mencintai hamba yg selalu memohon kepadaNya”

  • Saya sependapat dengan Bpk. Jamil
    Sebab jika Allah dgn mudah mengabulkan permohanan kita maka kita akan menjadi makhluk yg manja, oleh sebab itu Allah menguji kita agar menjadi makhluk yg tegar dgn salah satunya tdk langsung mengabulkan permohonan kita. Manusia hanya di takdirkan untuk mencoba, ikhtiar dan berdo’a perkara hasil itu kekuasaan Allah maka dari itu kita sebagai manusia wajib LILLAHHITA’ALA

    Salam Sukses Mulia

  • Muhammad Abduh

    Mas Jamil terima kasih sekali atas tulisannya. saya merasa sangat senang sekali rupanya itulah jawaban doa-doa saya selama ini.

  • Bintang Suprianto

    Izin share n copas ya Kek Jamil Azzaini.
    Syukron jzk.
    Salam KerOn 🙂

  • Merinding bacanya..
    Ada kawan yang tidak sholat, tidak puasa dsb tapi rejekinya lancar luar biasa, ternyata dibalik itu ada ungkapan Allah memberikan semua kebaikan untuk dia di dunia supaya Allah tidak punya hutang budi di akhirat.. astagfirullah..
    Berarti, ketika doa selalu dikabulkan, saatnya kita bertanya “Allah tidak sedang bercanda kan?” … 🙂

  • Ivan G. Nugraha

    Kalau kata Cak Nun (Emha Ainun Najib), jadikan doamu sebagai salah satu cara menyapa Tuhan. Jangan sampai doa kita jadikan hanya sebagai sarana ‘menyuruh’ Tuhan agar mewujudkan keinginan-keinginan kita…

  • setuju Pak Jamil, terima kasih pencerahannya, smg sy slalu bisa berhusnudzon dgn ketetapan Allah SWT,.

  • setuju kek karena dengan berdoa kita bisa merasakan bagaimana rasanya menunggu sebuah proses. dan dengan itu kita bisa dekat dengan ALLAH SWT selain sholat.

  • AjiDimas HamkaDerajat

    Allah tidak akan memberikan apa yang kita butuhkan dan Allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan tapi Allah akan memberikan apa yang dihendaki-Nya mengenai keinginan dan kebutuhan kita.

  • Ayat ke 4 Al Fatehah: Iyya kana’ budu wa iyya kanastain
    coba kita resapi,itu artinya hanya kepada Dia, aku (kami) menyembah dan hanya kepada Dia,aku (kami) meminta pertolongan
    itu adalah deklarasi ummat kepadaNya,namun kita telaah pakai akal,jika dibalik menjadi perintah Allah kepada ummat:”wahai manusia,sembahlah hanya Aku,mintalah pertolongan hanya kepadaKu”.
    artinya sebuah instruksi bahwa ibadahlah dahulu untuk kemudian baru meminta,sehingga ketika kita telah mengerjakan yang diperintahkan,menjauhi yang dilarang kemudian meminta padaNya dan belum dikabulkan maka pahami beberapa hal:
    1.Allah Maha Mendengar,Maha Mengabulkan , dan atas apa yang kita mohonkan,yang berlaku adalah kehendakNya,bisa jadi ketika segera diberikan maka akan menimbulkan hal yang mudharat,karenanya ditunda sampai saatnya tepat
    2.Allah senang dengan rintihan dan tangis hambaNya yang memohon padaNya setelah beribadah,teruslah memohon,tidakpun dipenuhi di dunia,pasti ada balasanNya di akherat
    3.Allah memberikan sesuai kehendakNya,bukan sesuai dengan keinginan kita,meskipun Allah juga meluluskan permintaan Nabi Sulaiman yang minta diberi kerajaan yang menguasai angin,bahasa hewan2,pasukan yang kuat,itu bukti Allah pada permintaan Nabi Sulaiman
    4.Allah mengabulkan sebagian saja dari yang kita mohonkan,sesuai kebutuhan kita,bukan keinginan kita
    Namun takutlah ketika Allah memberikan ujian istidraj,semua diberi tanpa diminta,ya sehat,ya kaya,namun hanya untuk duniawi saja,akheratnya tidak ,jika demikian pahami,kelak ada dimana tempat kita

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer