Kerjakan Sendiri

Sejak Sekolah Dasar aku memiliki prestasi akademik yang sama sekali tidak dapat dibanggakan, bahkan ketika kelas 4, aku hampir tidak naik, jika ibuku tidak memohon kepada wali kelass untuk menaikan aku ke kelas lima.

Kejadian itu, membuat ku semakin sadar bahwa aku belum memaksimalkan kemampuan yang ada, hari – hari aku lalui dengan bermain dan mencari uang dengan mencari barang bekas dan menjadi tukang parkir. Sebuah pekerjaan yang tidak aku inginkan sebagai pelajar sekolah dasar. Hal itu, berpengaruh terhadap prestasiku disekolah. Ketika aku lulus tahun 2001, aku mendapatkan nem terendah yaitu 21,75. Padahal tiap hari aku selalu berdoa agar mendapat nem yang tinggi, tapi itu hanya angan – angan belaka.

Karena nilai ujian ku pas – pasan, akhirnya aku masuk ke SLTP 13 Pekalongan, yang pada waktu itu sering disebut sekolah anak – anak nakal. Disini aku aku mulai menorehkan prestasi 10 besar di kelasnya. Waktu berjalan aku pun naik ke kelas 2, masih tetap dengan teman setia ku Sorin, nama yang singkat tapi begitu berharga bagiku. Ada kejadian yang Sorin lakukan padaku, dia sering berkata kasar bahkan seperti teriakan, sambil menatap mataku dengan tajam. Ketika itu, aku ingin melihat jawaban tugas dari Sorin. Teman – teman sekelas jika ada yang meminta jawaban langsung dikasih, tapi berbeda dengan Sorin. Jika ada yang meminta jawaban padanya, dia selalu memalingkan tubuhnya 180 %, yang sebelumnya selalu mengatakan padaku “kerjakan sendiri !!!!”
Dengan pandangan yang tajam dia mengatakan kata itu dengan keras padaku. Rasanya ingin marah dan memukul wajahnya, teman – temanku pun sering menghindar karena ulahnya, apali aku yang duduk sebangku. Tiap kali aku ingin menyontek jawaban, dia selalu mengatakan seperti itu.

Sorin memang berbeda dengan yang lainnya, ketika aku ingin meminta jawaban padanya, tak kusangka temanku masih memalingkan wajahnya untuk yang kesekian kalinya. Sungguh tak terbenak dalam fikiranku, setelah berpaling kemudian Sorin mengambil buku LKS ku dan menunjukan aku harus membaca sebuah halaman LKS. aku pun membacanya dan menemukan jawaban yang aku inginkan. Ketika aku meminta jawaban soal matematika, hal yang sama dilakukannya padaku. aku pun diajari bagaimana menjawab soal setiap hari Sorin melatihku seperti itu, sampai aku bisa mengerjakan sendiri tanpa mencari jawaban kesana – kemari.

Bahkan diakhir semester, peringkat Sorin ke-3 dikelas, aku rebut posisinya. Sungguh aku sangat senang memiliki teman yang dapat mendukung untuk meraih prestasi, walaupun bukan peringkat yang pertama. Banyak orang dalam menjalani kehidupan terutama dalam pendidikan, mereka focus mencari jawaban atas soal atau ujian, mereka tidak mau bersusah payah untuk berusaha lebih baik.

Namun sedikit sekali orang yang mau mencari bagaimana cara menjawab dan menyelesaikan masalah. Itu hanya seedikit kisah dalam dunia pendidikan yang aku rasakan, dari Sorin , aku bisa meningkatkan potensi yang aku miliki. Setiap orang memiliki kemampuan untuk berusaha lebih baik, tinggal sejauh mana usaha yang dilakukan. Jadilah orang yang selalu mencari bagaimana cara menjawab (menyelesaikan masalah), dari pada mencari jawaban. Carilah jawaban dengan sebuah proses belajar. Salam sukses mulia.

Asfal Fuado Meho

Bagikan:

2 thoughts on “Kerjakan Sendiri”

  1. MAntap..
    menemukan passion jg seperti it..

  2. andriansyah says:

    Itulah salah satu sahabat yang baik….kita perlu memperbanyak sahabat yang mau memberi ilmu..sekaligus kita juga harus mau berbagi juga…

Leave a Reply

Your email address will not be published.