Keresahan Seorang Profesor

“Setinggi apapun pencapaian Anda dalam hidup, tidak akan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya jika semua pencapaian tersebut tidak memberikan dampak kebaikan bagi orang-orang di sekitar Anda.” – DNA SuksesMulia

Muhammad Yunus, seorang profesor ekonomi di Chittagong University, Bangladesh, 35 tahun yang lalu sudah bisa menyebut dirinya sebagai orang sukses. Penghasilannya (harta) lebih dari cukup, jabatannya (takhta) di universitas sudah tinggi, ilmu ekonomi (kata) termutakhir sudah dikuasainya, dia pun dikagumi dan punya pengaruh yang kuat (cinta) dari orang-orang di sekitarnya.

Tapi kala itu hati Yunus resah, karena dengan semua kehebatan ilmu ekonomi yang ada, rakyat Bangladesh tetap berada di bawah garis kemiskinan. Keresahan itu kemudian mendorong semangat kemuliaan pada dirinya.

Yunus kemudian memanfaatkan 4-TA yang ia miliki untuk mendirikan Grameen Bank, yang memberi kesempatan kepada mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan untuk bisa mandiri dan menjadikan hidupnya lebih baik. Yunus dan Grameen Bank pada tahun 2006 mendapat penghargaan Nobel Perdamaian atas upayanya mengentaskan orang miskin di dunia melalui microlending.

Bayangkan seandainya saat itu Yunus tidak memiliki 4-TA yang tinggi, bisa jadi ia akan seperti kebanyakan orang yang hanya bisa berangan-angan mengentaskan kemiskinan. Demikian juga, seandainya saat itu hati Yunus tidak tergerak untuk berbuat mulia, bisa jadi ia tidak akan mendirikan Grameen Bank.

Inilah bukti bahwa kehidupan terbaik adalah kehidupan yang beriringan, kehidupan yang Sukses serta Mulia.

Cerita motivasi sukses seperti di atas juga didapatkan peserta Team Leadership Training untuk Telkom International yang diselenggarakan di Hotel Santa Monica, Bogor. Training ini adalah batch kedua dari program pembekalan bagi para leader (manajer) PT Telkom International.

Peserta didampingi oleh 2 expert trainer dari Kubik, yaitu Jamil Azzaini dan Indrawan Nugroho. Peserta banyak mendapatkan cerita motivasi hidup dari trainer Jamil Azzaini, sedangkan trainer Indrawan Nugroho lebih banyak berinteraksi dengan peserta dalam bentuk tanya jawab.

Jika Anda berminat mengikuti pelatihan kepemimpinan dari Kubik Training, silahkan menghubungi Mona di 0816-1615316 atau telepon ke 021-29400100.

Salam SuksesMulia!

Bagikan:

One thought on “Keresahan Seorang Profesor”

  1. M. Nur Hamid says:

    kurang lebih 60 juta penduduk Indonesia dibawah kemiskinan, pemerintah menghitung 25 dollar per bulan dan bank dunia menghitung 2 dollar/hari atau 60 dollar per bulan.kata a’gym kekurangan orang lain adalah ladang pahala bagi kita. Tabungan kebaikan yang paling besar di awali dari keresahan, keresahan Ahmad Dahlan melahirkan muhammadiyah,keresahan HOS Cokro Aminoto melahirkan SDI, keresahan Gandhi melahirkan swadesi. kalau tidak resah untuk menolong nasib sesama menurut agama saya sama dengan berdusta dalam beragama.karena kadang kemiskinan menyebabkan orang untuk “ingkar”.ingkar janji dengan tuhan dan ingkar dengan sumpah jabatan dsb. Jadi ingat tulisan kecil di bungkus nasi kucing saat beli di warung angkringan, ada budayawan jogja bernama sularjito berkata” jiwa bangsamu jiwa yang berbagi ???

Leave a Reply

Your email address will not be published.