Kenapa Anak Saya Tidak Seperti Dia?

Beni  BadaruzamanSetiap pembagian raport, saya selalu menyempatkan diri untuk mendampingi putra-putri kami. Dan di kesempatan itulah saya selalu mengamati setiap pertanyaan yang sering terlontar dari para orang tua.

Pertanyaan paling dominan yang dilontarkan orang tua adalah:

“Pak guru, anak saya lemahnya dimana?”,

“Pak guru pelajaran apa yang harus saya kursuskan agar anak saya bisa lebih baik lagi nilainya”

Ada juga yang tidak peduli dengan perkembangan anaknya, biar sekolah saja yang mengajari. Tapi secara umum, pertanyaan yang sering dilontarkan adalah mereka selalu nanya “Apa kelemahan anak saya?” dengan dalih agar bisa memperbaikinya.

Menurut penemu STIFIn – Farid Poniman, Kelebihan Anda Syukuri dengan ilmu yang benar dan kelemahan hadapi dengan sabar. Kalimat ini mempunyai makna bergeraklah dengan kekuatan Anda, hadapi kelemahan dengan im promp to (perbaiki saat dibutuhkan).

Sepengalaman saya dalam mendidik anak, saya selalu mengedepankan kelebihan dan kekuatan si anak dari pada saya sibuk memperbaiki kelemahan. Karena saya percaya begitu kekuatannya dilatih dan dimaksimalkan, maka kelemahan tersebut akan terdongkrak secara alami. Tanpa saya harus membagi waktu dan energi melatih kelemahannya.

Fenomena melatih atau mendokrak kelemahan ini yang menurut saya sangatlah tidak bijak. Karena kita memaksakan anak untuk mengerahkan energi lebih untuk mencapainya. Padahal kelemahan itu belum tentu bisa maksimal hasilnya, karena pada saat yang saya kelemahan itu adalah kelebihan yang dimiliki orang lain. Maka jangan heran timbul pertanyaan, “Kenapa anak saya tidak seperti dia?”

Ingat Allah Maha Adil, karena keMaha adilan itulah Allah memberikan satu paket Kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan, dan lain-lain yang selalu berpasangan.

Maka sikap kita adalah selalu berprasangka baik terhadap Sang Maha Adil, dengan selalu mengambil sisi positif dari dari yang Allah berikan sebagai bukti syukur atas ke Maha Adilan-Nya.

Sekali lagi bergeraklah dengan kekuatan! Biarkan kelemahan terdidik secara alami. Sikap inilah yang kami tanamkan selalu dalam mendidik anak-anak kami. Saya tidak memaksakan Dewi untuk kreatif, karena kelemahan Dewi adalah kreatifitas. Tetapi saya buat program yang terdisain buat dewi untuk menjalankan kekuatannya.

Saya tidak biarkan dewi mengarang sendiri cara belajarnya. Tapi saya design dan jadwal secara berkesinambungan.

Mau bedah buku #BrainGeneticPotential? Saya siap di undang untuk berbagi.
sms/wa 087808261818 | add pin 761e6555

Beni Badaruzaman

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.