Kena Batunya

beo.jpg

Sedih dan prihatin membaca berita seorang anak yang belum lulus SD ketagihan ngesek. Anak tersebut tinggal di lingkungan prostitusi Dolly Surabaya sebelum ditutup. Lingkungan ternyata memang sangat mempengaruhi kehidupan.

Kata-kata bijak, “Jadilah seperti ikan laut, ia tak asin di lingkungan yang asin.” Memang indah diucapkan tetapi sangat sulit dilakukan. Seperti juga kata-kata yang diucapkan oleh orang yang tampak bijak, “Semua tergantung masing-masing individu, jangan salahkan lingkungan.”

Menurut saya, individu dan lingkungan perlu sama-sama diperbaiki dan ditata karena keduanya mempengaruhi kehidupan. Maka sungguh menyedihkan bila ada orang yang memperjuangkan atau membela dan membolehkan melakukan suatu keburukan dengan dalih kebebasan atau mengatasnamakan HAM (hak asasi manusia). Keburukan yang merajalela merugikan banyak orang termasuk merusak kehidupan pelakunya.

Dikisahkan, sebelum lokalisasi prostitusi Dolly ditutup, di tempat itu ada burung beo yang terkenal cerdas namun sering berkata kasar. Nah, saat Dolly ditutup, sang pemilik burung beo harus pulang kampung. Dia tak mau burung itu berkata-kata kotor di rumah kampung halamannya. Maka burung itu dijual kepada seorang lelaki yang bersimpati dengan adanya penutupan Dolly.

Di rumah yang baru, burung ini terus berkata-kata kotor dan kasar. Begitu melihat ibu pemilik rumah muncul, burung itu berkata, “Wah, bos mucikari baru nih.” Sang ibu kontan terkejut dan hampir marah. Namun ia sadar, ini burung berasal dari lingkungan yang sebelumnya kurang baik maka ia tahan amarahnya dan berkomitmen untuk melatihnya dengan ucapan yang baik.

Tak lama kemudian muncul anak perempuannya yang sudah remaja. Sang burung beo langsung berkata, “Eh, ada WTS baru.” Tentu saja sang gadis terkejut dan menangis. Namun ibunya menenangkan dan menjelaskan asal-usul burung beo itu kepada anaknya.

Saat sang ibu sedang memeluk anaknya yang menangis, suami atau bapak sang gadis yang membeli burung beo itu tiba-tiba muncul. Melihat kehadiran lelaki tegap, burung beo yang sudah terlatih itu berkata, “Eh, pelanggan lama datang, apa kabar pak?” Kini sang ibu dan anak yang melongo. Hehehehehe… Hati-hati kejahatan pasti terbongkar.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

6 thoughts on “Kena Batunya”

  1. nugroho says:

    Astaghfirullah Kek… 🙁

  2. tiba tiba pagi ini hatiku gembira sekali membaca cerita ini… senang punya Kakek yang Cerdas!!!

  3. suratinah says:

    oh no…astga

  4. @uda_Opick says:

    Hahahah ga ketebak ujung nya,, Cerdas..

  5. Rizky says:

    YaaRabbi

  6. ahmad kaylani says:

    insipiratif pak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.