Kelembutan Meningkatkan Loyalitas

Share this
  • 17
  •  
  •  
  •  
  •  
    17
    Shares

Apa yang terbayang dalam pikiran Anda apabila disebut kata Makassar? Sebagian orang yang saya tanya menjawab, “Tawuran. Demo anarkis mahasiswa.” Seolah kata Makassar identik dengan kasar dan kurang bersahabat. Padahal, tidak demikian faktanya.

Bulan lalu, saya dua kali pergi ke Makassar. Pertama ke pesantren Darul Istiqomah dan yang kedua memberikan kuliah di Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Semua yang saya temui orangnya ramah, cerdas, pergaulannya luas namun tetap rendah hati. Kemarin saya juga bertemu dengan seorang laki-laki asal Makassar yang kini menjadi Manajer di Terminix Bogor. Lelaki ini bernama Sulkifly.

Ngopi dan berguru dengan Sulkifly.
Ngopi dan berguru dengan Sulkifly.

Saya ngobrol banyak hal, salah satunya tentang keberhasilannya menaklukkan karyawan-karyawan yang “nakal” saat ia menjadi Brand Manager di beberapa daerah. Suatu ketika, seorang karyawannya yang sedang bertugas di kliennya (sebuah pusat perbelanjaan) tertangkap makan makanan sample. Ia memeriksa track record karyawan tersebut. Ternyata ia karyawan baik dan tidak pernah melakukan kesalahan.

Ketika karyawan tersebut menghadap Sulkifly dan berkata, “Saya mengaku salah, pak. Saya siap dipecat hari ini.” Sulkifly sebagai pimpinannya memeluk karyawan itu sembari berkata, “Saya lebih baik kehilangan klien tersebut daripada kehilangan kamu.” Sejak itu sang karyawan bekerja lebih giat dan memiliki loyalitas yang sangat tinggi, hingga sekarang.

Sulkifly yang kini tinggal di Bogor juga memaparkan, kunci rahasia menaklukkan karyawan adalah dengan cara melakukan apa yang kita katakan. Sebab, saat kita sudah berkomitmen dan mengatakan sesuatu, banyak kamera yang melihat kita. Kamera itu adalah dua pasang mata dari setiap orang yang kita pimpin.

Selain itu, sebagian besar motivasi karyawan bekerja adalah demi keluarganya. Untuk itu, ia sering melibatkan anggota keluarga dalam kegiatan-kegiatan di kantornya. Kedekatan dengan keluarga membuat motivasi dan kontrol ke karyawan tersebut semakin berlapis. Wajar apabila kemudian mereka menjadi loyalis.

Baca Juga  Hidup itu Mewujudkan Mimpi-Mimpi

Terima kasih pak Sulkifly atas kelembutan dan ilmu yang berkualitas yang saya terima. Dua tahun yang lalu Anda menjadi murid saya di Akademi Trainer, kemarin Anda menjadi guru saya yang memberikan begitu banyak curahan ilmu kehidupan.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  • 17
  •  
  •  
  •  
  •  
    17
    Shares

10 comments On Kelembutan Meningkatkan Loyalitas

Leave a Reply to Jamil Azzaini Cancel Reply

Your email address will not be published.

Site Footer