Kehidupan yang Hoax

hoax.jpg

Istilah hoax populer sejak 2006. Hoax itu artinya palsu, bohong, kebenarannya diragukan. Saat social media penggunaannya sudah marak, membuat banyak berita, informasi dan foto yang tersebar begitu cepat. Sayangnya, sebagiannya adalah hoax.

Menurut para pakar, otak ternyata otak itu susah membedakan antara fakta dan khayalan. Begitu juga sulit membedakan cerita nyata atau hanya cerita palsu. Maka, muncullah pemahaman bahwa kebohongan yang sering diulang bisa dianggap benar. Begitu pula berita atau gambar hoax yang tersebar akhirnya bisa dianggap kebenaran.

Ironisnya, sebagian hoax itu berita dan gambarnya penuh kebencian, menjatuhkan nama baik orang, mencela sesama, gosip murahan dan hal-hal negatif lain. Saat saya mendapat kiriman berita hoax kemudian saya klarifikasi kepada sang pengirim bahwa itu hoax, ia hanya berkata ringan, “Yang penting kita bisa ambil hikmahnya.” Ia seolah tidak merasa bersalah. Padahal di dalam berita hoax yang disebarkannya ada nama-nama orang yang disebut.

Waspadalah dengan berita dan informasi hoax sebab perilaku dan tindakan kita sangat dipengaruhi oleh informasi yang masuk ke dalam pikiran dan hati kita. Semakin banyak berita atau informasi hoax yang masuk ke dalam diri Anda maka cara berpikir dan tindakan Anda pada hakekatnya hoax pula.

Oleh karena itu, biasakanlah menahan diri untuk tidak ikut menyebarkan berita atau informasi yang menarik dan baik sekalipun apabila Anda tidak tahu fakta dan kebenarannya. Selain itu, biasakan pula untuk tabayun (cek dan klarifikasi). Apalagi bila di dalam berita yang disebarkan ada nama orang yang disebut.

Pahamilah, sering menyebarkan hoax menurunkan kepercayaan orang kepada Anda, menurunkan integritas Anda. Dan, dalam kacamata agama, menyebarkan hoax itu bisa menyebabkan dosa berantai kepada Anda. Dosanya terus mengalir selama hoax itu masih tersebar. Apalagi apabila hoax itu sangat mempengaruhi pikiran dan tindakan banyak orang, dosanya bisa mengalir sampai hari kiamat.

Ingin hidup semakin nikmat? Jauhi menyebarkan dan sibuk membaca berita atau informasi hoax. Lebih baik kita sibuk membaca kitab suci dan buku-buku bergizi yang penuh ide dan gagasan yang cemerlang. Atau, sibukkan diri bertamu ke website ini. Baca tulisannya, tonton videonya dan sebarkan semuanya. Dan, jangan lupa, cantumkan sumbernya saat menyebarkan isi website ini agar tidak menjadi hoax.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

8 thoughts on “Kehidupan yang Hoax”

  1. ali samsudin says:

    hoax hoex.. na’udzubillah

    1. Jamil Azzaini says:

      He3x…sodorin tisu 🙂

  2. Arfani says:

    Hoax? mirip suara orang muntah kek :-),
    jadi kalo dapet hoax mgkn lebih baik dimuntahkan saja kali ya.

    1. Jamil Azzaini says:

      Dibakar….

  3. Hawari aka says:

    Terima kasih kek. Menyadarkan dan menguatkan saya yg sering di hoaxin org tak dikenal. Hehe

    1. Jamil Azzaini says:

      Cuekin aza, hehehe

  4. Achmad Sholahuddin says:

    Berita hoax kini sudah menjamur di masyarakat, sulit juga untuk menyadarkan mereka semua

    1. Jamil Azzaini says:

      Mari sadarkan bersama…

Leave a Reply

Your email address will not be published.