Kebohongan yang Sering Terucap

Ada sebuah artikel menarik yang saya baca di sebuah situs pengembangan diri Pick the Brain. Artikel tersebut berjudul “9 Lies Unhappy People Love to Tell”, atau “9 Kebohongan yang Senang Diucapkan oleh Orang-Orang yang Tidak Bahagia”. Kebohongan seperti apa? Dan, mengapa dikatakan kebohongan?

Penulis artikel tersebut, Tracy O’Connor, menyebutnya kebohongan karena sesungguhnya 9 hal itu adalah sesuatu yang tidak nyata. Tetapi, tanpa sadar orang-orang yang hidupnya tidak bahagia menganggapnya sebagai sesuatu yang nyata. Hmmm… menarik juga. Siapa tahu saya atau Anda ternyata kerap mengungkapkan sebagian atau bahkan keseluruhan 9 hal ini dan tanpa kita sadari kita tengah menjalani kehidupan yang tidak bahagia. Wow!

Dari 9 Kebohongan itu, saya ambil 4 yang boleh jadi ini yang sering terjadi di negeri kita. Kebohongan pertama yang kerap dikatakan oleh orang-orang yang tidak bahagia adalah: Kebahagiaan harus menunggu sampai segala sesuatunya sempurna. Orang-orang yang tidak bahagia selalu mampu menemukan kekurangan, keburukan, atau ketidaksempurnaan dan tanpa mereka sadari hal itu justru akan membuat mereka lebih sulit mengubah keadaan.

Kebohongan kedua: Saya tahu apa yang ada di pikiran orang lain. Kebohongan kedua ini sangat berbahaya karena bisa mengantarkan pada kesimpulan-kesimpulan yang keliru akan motivasi orang lain dan apa yang ada di pikiran mereka.

Kebohongan ketiga: Orang lain seharusnya mengetahui apa yang saya rasakan. Orang-orang yang tidak bahagia kerap begitu keras kepala menuntut orang lain mengetahui apa yang mereka rasakan. Sementara orang-orang yang bahagia lebih memilih untuk proaktif mengkomunikasikan apa yang ia rasakan ketimbang menunggu orang lain berhasil menebak-nebak apa yang ia rasakan.

Kebohongan keempat yang saya pilih adalah: Dunia ini adalah tempat yang menyakitkan dan membahayakan. Orang-orang yang tidak bahagia merasa bahwa semua keburukan itu selalu mendatanginya dan kebaikan tidak pernah berpihak kepadanya. Baginya, dunia bukanlah tempat yang indah.

Semoga Anda tidak terbiasa mengucapkan kata-kata kebohongan tadi. Saya juga berharap Anda termasuk orang yang memiliki kebahagiaan sejati, bukan tampak bahagia padahal sesungguhnya menderita…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @jamilazzaini

Bagikan:

3 thoughts on “Kebohongan yang Sering Terucap”

  1. zamroni says:

    Betul sekali, jujur memang ternyata DAHSYAT…pantas saja NABI pernah memberikan nasehat kepada tukang mabuk, penikmat wanita, yang suka mencuri juga. Bukan perintah unutk meninggalkannya hal-hal keji itu, tetapi Nabi hanya berpesan, Berkata JUJURLAH…..

  2. Subhanallah ustadz…..
    tp 5 kebohongan berikutx knp g skalian dtuliskan?utk nambah ilmu

Leave a Reply

Your email address will not be published.