Kebiasaan Mendoakan di Google Leadership Trainer

Kebiasaan Mendoakan di Google

Share this
  • 102
  •  
  •  
  •  
  •  
    102
    Shares

Penulis: Anonim

Mengapa Google Menjadi Tempat Kerja Paling Membahagiakan? Ini salah satu rahasianya.

Gajinya besar, makan besar hingga cemilan gratis, disediakan tempat tidur siang, disediakan berbagai sarana olahraga dan games, desain kantornya keren banyak spot selfie.

Semua Itu memang bikin asyik kerja di google. Tapi ada satu hal yang nggak banyak orang tahu, yang membuat Google menjadi salah satu tempat kerja paling membahagiakan di planet ini.

Chad Meng, salah seorang insinyur di Google, otak yang merancang sebuah program utk menciptakan suasana membahagiakan di Google.

Dia menggagas sebuah program untuk karyawan google namanya Search Inside Yourself. Programnya banyak dan unik-unik. Tapi saya mau share satu aja yang menurut saya simple tapi jleb.

Chad Meng mengajarkan sebuah latihan pikiran selama 10 detik saja. Pikirkan dua orang yang ada di ruangan ini, lalu katakan dalam hati “Saya mendoakan dengan tulus agar si A bahagia, Saya mendoakan dengan tulus agar si B bahagia,”.

Latihan simpel ini ternyata telah mengubah banyak orang. Setiap orang yang sudah mempraktikkan ini akan tersenyum dan merasa lebih bahagia dibanding 10 detik yang lalu.

Chad Meng pernah mengajarkan praktik ini di sebuah seminar pada selasa malam. Dia menyarankan kepada audiens untuk mempraktikkannya besok saat kerja. 10 detik setiap jam. Pilih secara acak dua orang yang melintas di kantornya. Karena ini cuma dalam pikiran, tidak ada hal yang menyulitkan atau memalukan.

Pada hari Rabu Chad Meng mendapat email dari salah seorang yg mempraktikkan latihan ini: “I hate my work, I hate coming to work every single day. But I attended your talk on Monday, did the homework on Tuesday, and Tuesday was my happiest day in 7 years.”

Mengapa praktik ini begitu efektif untuk menciptakan suasana bahagia dalam hati?

Baca Juga  Perbuatan Baik itu Membahagiakan

Ketika mempraktikkan latihan ini saya baru sadar bahwa sumber stress adalah karena kita sibuk memikirkan diri kita. Coba cek doa-doa kita. 99% untuk kebaikan, kebahagiaan, kekayaan diri kita sendiri.

Padahal salah satu sumber kebahagiaan itu ternyata adalah melakukan kebaikan untuk orang lain, altruisme.

Dan sebaliknya, sumber ketidakbahagiaan adalah selfish, Egois Me, selalu Me Me Me (Aku Aku Aku).

Mari kita saling mendoakan dan praktekkan di lingkungan kita masing-masing di manapun kita berada.
Bahagia adalah milik kita bersama…


Share this
  • 102
  •  
  •  
  •  
  •  
    102
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer