Kaya itu Luas

FazarFirmansyah-TP-251013Jika ditanya siapa yang tidak ingin kaya? Tentu jawabannya tidak ada yang mau menjawabnya, bahkan orang stresssekalipun πŸ™‚ Semua orang ingin kaya, karena bagi sebagian orang ketika mereka kaya mereka bisa melakukan hal yang mereka mau. Dan sebagiannya lagi berpikiran dengan kekayaan yang dimilikinya, mereka bisa mendapatkan kekuasaan.

Apapun itu, kaya itu luas. Namun kebanyakan dari kita mempersempit definisi kaya itu sendiri. Kita lebih mendefinisikan “kaya” dengan “materi” atau “harta”. Dengan memiliki banyak materi dan harta, itulah pengertian kaya bagi sebagian orang. Padahal kaya tidak selalu harus diukur dari seberapa banyak materi yang dimiliki.

Nikmat sehat yang kita miliki, waktu luang yang dimiliki, keluarga bahagia yang kita miliki, dan karunia lain yang Allah berikan, sesungguhnya itulah kekayaan yang tak ternilai bagi kita.Β 

Ramski Oyong (33), warga Kelurahan Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, sudah kehabisan akal. Dia terjerat utang Rp100 juta hingga berniat menjual ginjalnya untuk melunasi tanggungan tersebut. Dia memutuskan untuk menjual salah satu organ tubuhnya itu pada awal 2013. Ginjalnya ditawarkan seharga Rp100 juta kepada siapa pun yang ingin membeli. Penagih utang yang selalu datang serta tuntutan mertuanya, membuat Ramski yang bekerja sebagai sopir itu terpaksa mengambil keputusan tersebut.Β (Berita ini di ambil dari okezone .com)

Jika saat ini Anda diberi pilihan untuk menjual salah satu organ tubuh Anda, apakah Anda mau menjualnya? Jika ginjal saja bisa dihargai 100 juta, bagaimana dengan organ tubuh yang lainnya? Tentu tidak bisa ternilai dengan nominal. Itulah kekayaan seseungguhnya yang kita miliki. Banyak orang mengeluhkan jumlah kekayaan yang dimilikinya, tepi berani melupakan rasa syukur dari karunia Allah. Jika kita sudah kaya, untuk apa kita menjual organ tubuh? Β Right?

Tidak disebut kaya karena banyak hartanya, tetapi yang disebut kaya yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa. Β (HR Bukhari dan Muslim )

Fazar Firmansyah

Bagikan:

5 thoughts on “Kaya itu Luas”

  1. MasyaAllah..
    Nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang kamu dustakan??
    Semoga kita senantiasa bersyukur atas segala yg kita miliki.. Dg bersyukur, nikmat akan ditambah..
    Betull??

  2. setuju bahwa kaya yg seseungguhnya adalah bahagia jiwa, harta adalah salah satu sarananya saja πŸ™‚

  3. N Y L says:

    Subhanallah, sangat bermanfaat. terimakasih artikelnya. ditunggu tulisan berikutnya ya? πŸ™‚

  4. fazar says:

    Terimakasih semuanya yg telah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini. πŸ™‚ INI tulisan ke-6 yg dimuat di web kek jamil. Mudah-mudahan kita semua Bisa sailing berbagi πŸ™‚

  5. Abdul Haris says:

    Terimakasih mas Fazar sudah mengingatkan bahwa kita sesungguhnya adalah kekayaan itu sendiri. maka sudah sepantasnya kita bersyukur … πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published.