Kaos Kaki Bolong

Davied VierroniecaPada kesempatan kali ini saya ingin saya ingin mengangkat sebuah cerita :

Alkisah, seorang kaya raya, (bani sholeh) sedang sakit parah. Menjelang ajal menjemput di kumpulkanlah anak-anak tercintanya yang semua masih remaja. Lalu dia berwasiat :

“Anak-anakku, jika abah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan abah kepada kalian. Tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan abah ini yaa? walaupun kaos kaki ini sudah robek dan sedikit dekil, abah ingin pakai barang kesayangan abah. Dimana semasa abah sakit kaos kaki ini yang selalu menghangatkan kaki abah saat abah kedinginnan.Maka abah minta kenangan bersama kaos kaki itu abah bawa sampai abah di kubur nanti.

Singkat cerita akhirnya sang abah meninggal. Saat mengurus jenazah dan saat mengkafani, anak-anaknya meminta kepada pengurus jenazah untuk memakaikan kaos kaki yang robesk dan sedikit dekil itu sesuai wasiat abahnya.

Akan tetapi para pengurus menolaknya “Maaf!! secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang diperbolehkan dipakaikan pada mayat (Jenazah)!!!” dan akhirnya terjadi diskusi panas antara anak-anak almarhum dengan para pengurus jenazah yang tak lain adalah jajaran para asatidz. karena tidak ada titik temu dipanggilah seorang sepuh dari keluarga tersebut sekaligus notaris sang abah.

Dan beliau pun menyampaikan, “Sebelum meninggal, abah kalian menitipkan surat wasiat almarhum yang kaya raya tersebut buat anak-anaknya yang di titipkan kepada si notaris, inilah bunyinya:

“Anak-anakku tercinta … pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaos kaki robek dan sedikit dekil kepada mayat abah. Lihatlah anakku! padahal abah punya banyak harta, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, rumah mewah nan mega. Tetapi semua itu tidak ada artinya ketika kita sudah mati. Bahkan kaos kaki robek dan dekil saja tidak boleh dibawa mati.

anak-anakku begitu tidak berartinya dunia bagi kita, kecuali amal ibadah dan sedekah kita yang iklhas, anak-anakku inilah yang ingin abah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara ini. salam sayang dari abah…..

Ya Allah maaf kan kami yang mungkin selama ini hanya memikirkan dunia, dari cerita diatas kami semakin yakin dan percaya bahwa gemerlapnya dunia ini hanya sementara dan tidak akan kami bawa pada saat ajal menjemput.

Salam Belief, @davied_vier

Bagikan:

4 thoughts on “Kaos Kaki Bolong”

  1. Maskatno Giri says:

    mencerahkan

  2. Maskatno Giri says:

    Trima kasih. “mencerahkan”

  3. Ora Dadi Opo says:

    KerON sharingnya bang @davied_vier . Salam kenal ya bang…

  4. Titik Asmurah says:

    Very Inspiring…

Leave a Reply

Your email address will not be published.