Kami Tak Gila Hormat

happy.jpg

Baru-baru ini muncul polemik seputar pernyataan “hormatilah orang yang tidak berpuasa”. Pernyataan ini memang multi tafsir. Karena, bisa bermakna bagi yang tidak berpuasa silakan enjoy saja untuk makan, minum dan bermaksiat di tempat terbuka di bukan suci ini karena mereka tetap dihormati.

Makna lain, seolah-olah orang yang berpuasa selama ini melakukan tindakan yang tidak terpuji kepada yang tidak berpuasa sehingga perlu ada pernyataan ini. Bisa pula ditafsirkan, yang berpuasa harus kuat iman dan lapang dada apabila ada orang yang melakukan aktifitas yang menunjukkan orang itu tidak berpuasa di tempat terbuka.

Tafsir lainnya, pernyataan ini ingin memberi tahu bahwa ada orang yang memang boleh tidak berpuasa. Bukan hanya karena tidak beragama Islam. Tetapi karena ada orang Islam yang boleh tidak berpuasa yaitu orang yang dalam perjalanan (musafir), orang yang sakit, anak-anak, ibu menyusui atau hamil, wanita yang sedang haid, orang yang sudah tua dan tidak sanggup berpuasa.

Bagi saya, siapapun perlu dihormati apalagi orang yang berpuasa. Namun yang berpuasa juga tidak perlu gila hormat agar orang lain menghormatinya. Berpuasa itu karena iman dan taqwa bukan karena ingin dihormati manusia. Sementara bagi yang tidak berpuasa perlu tahu diri dan respect kepada orang yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Hidup itu saling menghormati dan saling respek satu dengan yang lain. Bagi yang berpuasa, mari kita tingkatkan ibadah kita. Saat berpuasa yang perlu diubah adalah pola ibadah bukan pola makan. Yang perlu ditambah adalah intensitas ibadah bukan intensitas makan. Konsumsi makanan justeru seharusnya berkurang. Yang perlu ditambah adalah sedekah bukan belanja harian. Ingat puasa kita dianggap berhasil bukan karena lengkapnya kue lebaran, baju baru dan peningkatan belanja tetapi karena naiknya iman dan taqwa.

Puasa menjadikan pelakunya terlatih untuk selalu diawai oleh Allah SWT. Bawalah nilai puasa saat Anda berbisnis dan berkarir serta menjalani hidup bahwa selalu ada yang mencatat semua kebaikan dan keburukan yang kita lakukan. Tidak ada yang luput sedikit pun. Puasa melatih kita berbisnis dan berkarir dengan etika dan integritas yang tinggi. Kita menjadi peduli dengan halam dan haram.

Selamat menikmati bulan bonus pahala, keberkahan dan ampunan. Usahakan setiap langkah dan tarikan nafas bernilai ibadah dan tiada yang sia-sia. Menyebarkan tulisan ini bisa juga bernilai ibadah, hehehe. Silakan sebarkan…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

11 thoughts on “Kami Tak Gila Hormat”

  1. Nuniek aulia says:

    Tulisannya bagus bang….for selfreminder

    1. Jamil Azzaini says:

      Terima kasih….

    1. Jamil Azzaini says:

      Terima kasih informasinya…

  2. dinar says:

    Kalau ga salah pernyataan ini keluar dari menteri agama ya ? kalau saya lihat pernyataan ini memang cenderung menimbulkan polemik. Saya sebagai orang awam aja semula kaget, “apa ga kebalik”. Apalagi ini menyangkut masalah “ibadah” (wallohu a’lam)

    1. Jamil Azzaini says:

      Bukan hanya menyeri agama, ada yang lain yang juga membuat pernyataan itu…mari kita berdoa untuk kebaikan kita dan kebaikan orang yang membuat pernyataan itu

  3. Titik Asmurah says:

    Berpuasa itu karena iman dan taqwa bukan karena ingin dihormati manusia. Sementara bagi yang tidak berpuasa perlu tahu diri dan respect kepada orang yang sedang menjalankan ibadah puasa….=> kondisi ideal yang sangat saya inginkan…, realitanya harus nambah nich sabarnya..Aamiin

    1. Jamil Azzaini says:

      Gpp…teruslah berlatih…

  4. harry says:

    Sebagian besar masih berfikir seperti Itu, nice Mr. 🙂

  5. hafis says:

    subhanallah…semoga bermanfa’at & mampu menambah keimanan kita kpd allah swt..aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.