Jebakan “Tepuk Tangan”

tepuktangan1.jpg

Gemuruh “tepuk tangan” atas apresiasi apa yang kita lakukan dirindukan banyak orang, termasuk saya. Dan saya sudah sering merasakan nikmatnya sekaligus tipuannya. Ternyata, suara “tepuk tangan” alias pujian itu bisa menyusup ke dalam hati membawa banyak penyakit yang merusak. Hati menjadi angkuh, hati menjadi rapuh dan hati selalu minta untuk dihormati.

Karena sudah terbiasa mendapat “tepuk tangan” di keramaian bila dirumah tak dapat layanan yang memuaskan maka hati bergejolak dan menuntut perhatian. Dampaknya, kita lebih banyak meminta daripada memberi. Kita lebih banyak menuntut daripada melayani. Kita merasa menjadi raja dan anggota keluarga yang lain menjadi pendamping dan pembantu raja.

Seringnya mendapat “tepuk tangan” juga bisa membuat kita angkuh dan tinggi hati. Menjadikan kita lupa untuk belajar. Menjadikan kita lupa untuk mendengar. Kita sudah merasa hidup di atas rata-rata kebanyakan orang. Akhirnya, perasaan lebih mulia dibandingkan orang lain hinggap di hati tanpa disadari.

“Tepuk tangan” itu berwajah dua, bisa menyemangati dan bisa menjerumuskan. Luruskan niat selalu agar kita tidak terjebak dalam “tepuk tangan” yang menjerumuskan. Melakukan sesuatu dengan cara dan proses terbaik bukan karena kita ingin mendapat “tepuk tangan”. Melakukan yang terbaik itu karena kebutuhan hidup, penambah kebahagiaan, dan pertanda bahwa di dalam diri kita masih ada iman.

Sesungguhnya “tepuk tangan” itu hanyalah dampak dari apa yang kita lakukan bukan tujuan yang hendak kita wujudkan. Tapi sadarilah, saat kita melakukan yang terbaik kemudian mendapat tepuk tangan, ada suara tepuk tangan yang asli karena apresiasi, ada pula suara tepuk tangan yang menjerumuskan. Pahami baik-baik dan jangan tertipu.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

12 thoughts on “Jebakan “Tepuk Tangan””

  1. asepfakhri says:

    jleb banget gurunda

    pujian, tepuk tangan ibarat penjara yang bisa menjerat hati dalam kebohongan dan ketertutupan hidayah kebaikan. semoga murid, gurunda dan kita semua terjaga dari itu semua…

    1. Kang Asep apa kabar? Order lagi ramai nich sampai gak bisa ikut beberapa acara Akademi Trainer

  2. Widiag says:

    Ada tepuk tangan ataupun tidak, the show must go on.
    Karena ini menyangkut amalan kita, antara aku dan Alloh.

  3. capsiplex says:

    Quality posts is the key to interest the people to go to see the web site,
    that’s what this website is providing.

  4. EventJogja says:

    kesimpulannya tepuk tangan adalah jalan alias sarana, bukan tujuan akhirnya 🙂

    1. Prok….prok…buat event Jogja

  5. iya sih benar juga ya, kita kadang jadi bergantung kepada respon orang, bukan kepada diri sendiri

    1. Yes mari kita jauhi

  6. Arieffadillah says:

    Saat yg hadir bertepuk tangan, kita wajib istighfar Pak,…Mari kembali keniat awal, bermanfaat buat sekitar bukan mencari manfaat dari sekitar….salam suksesmulia Pak…

  7. rahmat saleh says:

    Pujian itu adl milik nya Allah. Alhamdulillah hirobilalamin. Segala puji milik Allah tuhan semesta alam. Jadi Manusia tidak dibenarkan menerima pujian, karna puji milik Allah maka pujian utk kita itu hanya titipan. Super sekali kek.

Leave a Reply

Your email address will not be published.