Jebakan Kesuksesan Leadership Trainer Indonesia

Jebakan Kesuksesan

Share this
  • 23
  •  
  •  
  •  
  •  
    23
    Shares

Pekan lalu, selama hari Jumat-Minggu saya gunakan aktivitas saya untuk acara keluarga dan kegiatan non bisnis, sebagian besar kegiatannya di Bandung. Saya berbagi ilmu dengan para Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) dari seluruh Indonesia, bertemu dan berdiskusi dengan berbagai komunitas bisnis, berbagi ilmu dengan kurang lebih tiga ribu peserta acara Bandung Bersinergi yang dikemas oleh Dewa Eka Prayoga dan juga berkunjung ke salah satu murid saya yang kini mengelola Kampung Quran di Bandung.

Dari rangkaian diskusi di berbagai kegiatan tersebut, saya mendapatkan banyak hikmah. Salah satunya adalah Adanya Jebakan Kesuksesan. Banyak orang atau bisnis yang terjebak kepada bayangan akan kehebatan dan kesuksesan masa lalu. Dampaknya, orang atau bisnis tersebut sudah merasa paham tentang apa yang harus dilakukan untuk menghadapi perubahan hari ini dan ketidakpastian masa depan. Mereka “sok tahu” akhirnya mereka berhenti belajar, mereka “menurun” tetapi mereka tidak menyadarinya sampai akhirnya mereka bangkrut atau tersisih dari persaingan.

Banyak orang yang dulunya hebat kemudian hilang peranan dan popularitasnya. Begitu pula banyak perusahaan yang dulunya pemimpan pasar namun akhirnya hanya menjadi kenangan saja. Contohnya adalah Kodak dan Yahoo. Mereka bangga dengan kesuksesannya, mereka tidak mau belajar. Saat Sergey Brin dan Larry Page pendiri Google menawarkan kerjasama, pihak Yahoo menolak.

Dan kini Anda sudah tahu apa yang terjadi, Yahoo yang pada tahun 2000 nilai pasarnya mencapai US$ 125 miliar, 17 tahun kemudian di jual ke Verizon dengan nilai hanya US$ 5 miliar. Tragis. Itu terjadi karena adanya jebakan kesuksesan dari para pimpinan Yahoo. Sergey Brin dan Larry pagi yang sulu ditolaknya kini justeru menjadi penguasa pasar. Pelajaran-pelajaran seperti ini bertebaran di muka bumi ini.

Baca Juga  Efek Disrupsi, Mungkinkah Kembali ke Desa?

Sayangnya masih ada orang atau bisnis yang merasa masih paling hebat, bangga dengan gelar akademik yang panjang, bangga dengan pencapaian yang sudah diperoleh tahun-tahun sebelumnya, bangga dengan berbagai prestasi yang diapresiasi oleh banyak pihak. Akhirnya mereka terkejar oleh anak-anak muda dan pendatang baru yang lebih lincah, lebih senang belajar dan cepat mengambil peluang serta mampu memberikan solusi dari berbagai persoalan yang dihadapi banyak orang.

Waspadalah, khususnya Anda yang merasa sudah sukses, sudah hebat, sudah lebih dibandingkan yang lain, dan sudah merasa naik kelas, karena itu semua jebakan kesuksesan yang akan menghancurkan Anda.

Jebakan tikus hanya membunuh satu tikus, jebakan kesuksesan bisa “membunuh” diri Anda sendiri, keluarga Anda, dan juga anggota tim Anda. Apalagi apabila Anda adalah owner atau pemimpin bisnis, jebakan kesuksesan bisa merugikan banyak pihak.

Apa yang ingin Anda pelajari dan kuasai agar tidak terjebak kesuksesan?

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer


Share this
  • 23
  •  
  •  
  •  
  •  
    23
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer