Jauhi Penyakit Pembenaran

target.jpg

Usai lebaran saya banyak bertemu dengan para pelaku bisnis, dari UKM hingga perusahaan ternama. Semuanya mengeluhkan hal yang sama, “Bisnis melemah dan ekonomi lesu.” Bisnis yang sangat terpukul tentu bisnis yang harus membeli bahan baku dengan mata uang dollar dan menjual produknya dengan rupiah. Salah satu contohnya industri pupuk.

Tanda-tanda ekonomi membaik juga belum kentara. Baru beberapa hari perombakan kabinet antar satu menteri dengan menteri lain pun sudah berseteru. Beruntung, rakyat Indonesia sudah terbiasa sabar. Semoga kesabaran 10 bulan dari rakyat kepada pemerintahan baru dibalas dengan perbaikan kinerja dan membaiknya perekonomian dan kehidupan di negeri tercinta.

Mari beri kesempatan kepada kabinet baru untuk menunjukkan kemampuannya. Bersamaan dengan itu, mari kita sibuk kerja… kerja… kerja untuk memperbaiki kinerja bisnis atau perusahaan tempat kita bekerja. Jangan jadikan kondisi makro ekonomi menjadi pembenaran untuk kemalasan kita.

Beberapa kali saya diundang menghadiri rapat beberapa perusahaan. Sebagian pimpinan merivisi targetnya dengan alasan kondisi perekonomian. Saya sebagai orang yang dimintai pendapat selalu berkata, “Keraslah terhadap target dan fleksibellah terhadap strategi dan cara.” Apa maknanya? Jangan biasakan gampang mengubah target tetapi selalu berusahalah mencari strategi dan cara agar target tercapai.

Faktanya, walau diskusi alot dan terkadang “keras” tetapi selalu ditemukan strategi dan cara baru agar target tercapai. Saya selalu menekankan pentingnya “lead measurement” atau langkah yang memastikan bahwa bila hal itu dilakukan target tercapai. Dan, sejauh ini, mekanisme ini terbukti berjalan sangat baik dan menumbuhkan harapan baru (new hope) bahwa mereka bisa mencapai target.

Jangan terbiasa melakukan pembenaran-pembenaran atas kondisi yang terjadi di luar kita. Karena pembenaran itu bisa mematikan kreativitas. Melakukan pembenaran untuk mengubah target karena kondisi yang terjadi di luar kita membuat kita kehilangan akal untuk mencari strategi dan cara baru.

Pembenaran membuat kita malas. Pembenaran membuat kita gampang menyalahkan pihak di luar kita. Pembenaran membuat hidup kita didikte oleh lingkungan. Pembenaran membuat kita merasa sok adaptif terhadap kondisi yang terjadi. Pembenaran itu melenakan dan membuat kita menjadi orang yang bermental mudah menyerah.

Pembenaran tidak akan menjadikan hidup Anda menjadi lebih benar. Sering melakukan pembenaran adalah indikasi bahwa Anda bermental pecundang.

SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

5 thoughts on “Jauhi Penyakit Pembenaran”

  1. Anonymous says:

    pembenaran apa bisa disebut kalah sebelum bertanding ya kek?

    1. Jamil Azzaini says:

      Boleh jadi….

  2. Ali samsudin says:

    pembenaran apa bisa disebut kalah sebelum bertanding ya kek?

    1. Jamil Azzaini says:

      Lho pertanyaannya sama, apa orangnya sama? Hehehehe

  3. Salman says:

    Share lagi ah… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.