Jauhi Kebiasaan “Katanya”

Share this
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

Saya punya puluhan group WhatsApp dengan berrbagai peminatan yang berbeda. Saat penentuan kandidat gubernur DKI muncul berbagai informasi berseliweran muncul. Ada yang positif, banyak pula yang berisi “tuduhan” atau memojokkan para kandidat. Baik pentahana, maupun kandidat Agus – Silvy, Anies – Sandi.

Apabila ada yang mengirimkan informasi negatif, merendahkan atau berbau sara, biasanya saya “protes” baik di group maupun saya japri. Sebagian dari mereka ketika saya konfirmasi jawabnya “katanya.” Sungguh tidak elok menyebarkan keburukan apalagi informasi yang bersifat tuduhan tapi saat dikonfirmasi jawabnya “katanya.” Jawaban “katanya” menunjukkan penyebar berita tidak bertanggungjawab dan berkarakter merusak.

Berita dan informasi itu perlu di cross cek, dalam bahasa agama perlu “tabayun” apalagi berita tentang keburukan orang lain. Maka apabila ada berita buruk tentang perilaku gubernur pentaha yang dikirimkan kepada saya, biasanya saya cross cek ke teman saya yang bekerja di Pemda DKI dan dekat dengan gubernur.

Saat, ada pengamat politik yang meragukan kemampuan mas Agus Yudhoyono, maka saya googling profil beliau dan bertanya kepada orang-orang yang dekat dengan keluarga pak SBY. Begitupula saat ada berita miring tentang Pak Anies Baswedan. Melalui Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) saya ikut mendengarkan klarifikasi mantan menteri pendidikan ini.

Kita perlu berusaha menjadi orang yang bertanggungjawab salah satunya dengan cara tidak menyebarkan berita atau informasi yang kita tidak tahu kebenarannya. Secara etika itu tidak beretik. Secara agama dosanya bisa berkepanjangan, sepanjang berita atau informasi menyebar. Apalagi kemudian berita palsu itu akhirnya diyakini kebenarannya oleh orang.

Mari kita menjauhi kebiasan berkata “katanya” Jadilah manusia yang bertanggungjawab dan punya rasa malu bila menyebarkan berita yang ada kebohongan di dalamnya. Mari terbiasa jauhi perkataan “katanya” khususnya untuk berita buruk, negatif, fitnah, tuduhan dan tentang kredibilitas atau aib seseorang.

Baca Juga  Komitmen

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer