Jas Merah

DDHari ini, Dompet Dhuafa (DD) Republika genap berusia 20 tahun. Selama 12 tahun saya bergabung dan mengabdi di lembaga nirlaba ini (1994-2006).  Ketika itu, DD masih merupakan institusi kecil yang keberadaanya diremehkan banyak orang.

Sebenarnya, sebelum bergabung DD ada beberapa perusahaan ternama “melamar” saya dan semua saya tolak. Banyak teman dan saudara yang menyayangkan pilihan saya. Hanya istri yang mendukung. Ketika itu kami berpikir, “Lebih baik menjadi pengambil keputusan di institusi kecil daripada menjadi ekor di perusahaan besar.” Apalagi ketika itu saya punya tekad kuat untuk membuktikan bahwa ada organisasi yang dimiliki umat dikelola secara profesional.

Bersama mas Erie Sudewo, saya berjibaku siang dan malam membesarkan institusi ini. Walhasil, saya jadi jarang di rumah karena harus sering pergi untuk membangun jejaring dan mencari dukungan. Sampai-sampai anak pertama saya protes, “Bapak bukan lagi milik kita, dia milik umat. Bapak sudah gak punya waktu lagi buat kita.”

Saya merasa senang dan bangga dengan teman-teman seangkatan di DD. Mereka beraktivitas di DD bukan sekadar mencari rupiah tetapi ada nilai-nilai yang diperjuangkan. Mereka bukan hanya bekerja tetapi juga berjuang sehingga energinya seolah tak pernah mati. Mereka bekerja tanpa hitung-hitungan, jauh dari istilah transaksional.

Kini, alhamdulillah, DD menjelma menjadi intitusi nirlaba yang besar dan disegani. Bukan hanya di dalam negeri, reputasi dan nama baiknyapun sudah diakui dunia. Anak-anak muda pengganti saya kinerjanya jauh hebat dibandingkan saya. Mungkin bila saya tetap bertahan di lembaga ini, DD tidak sebesar seperti sekarang.

Dunia berubah begitu cepat. Menurut hemat saya, pimpinan baru DD perlu lebih piawai membaca tanda-tanda zaman. Ia harus tetap netral dan tak boleh ikut berpolitik praktis. Ia juga harus mampu merespon perkembangan dunia maya yang membuat tak ada batas antar-benua. Ia juga harus fokus pada kerja, kerja, kerja bukan pencitraan yang sering kali menipu.

Buat apa kesohor bila pemetik manfaatnya justru semakin berkurang? Buat apa jaringannya mendunia namun hanya pada hubungan kerja bukan pada nilai-nilai yang diperjuangkan? Lantas apa bedanya DD dengan perusahaan yang kapitalistik? DD didirikan berkhidmat untuk umat. Maka pertanyaan yang harus selalu dilontarkan adalah: Berapa umat yang sudah diberdayakan oleh DD?

Selamat ulang tahun ke-20 DD, mungkin namaku sudah terhapus dalam catatan sejarahmu. Namun, aku tak akan pernah melupakan jasamu dalam mengisi perjalanan hidupku. Aku terkenang semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Bung Karno, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dan kau adalah salah satu lembaga yang membentuk sejarah hidupku…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Keterangan foto:
Jejaring Dompet Dhuafa (DD) Republika kini sudah menyebar di manca negara. Dari atas ke bawah, foto saya bersama Dubes RI untuk Jepang dalam rangka roadshow DD di Jepang, bersama teman-teman DD di Australia dan teman-teman DD di Hongkong.


seminarONparenting


Bagikan:

14 thoughts on “Jas Merah”

  1. Andi Hakim says:

    Babeh Jamil pergi ke eropa, kembali ke Indonesia dengan selamat. Selamat milad Dompet Dhuafa, semoga keberadaanmu dihati umat *edisi pantun

    1. Andi ganteng anak pulau seribu. Aku seneng kau buat pantun untukku

      1. Andi Hakim says:

        Sama2 babeh, Makasih jg beh dibilang ganteng hehe..semoga sy bisa SuksesMulia seperti babeh,Aamiiin..
        Kpn beh ke Pulau Seribu?
        Ada pantun jg nih khusus untuk babeh.
        Baca buku ON mencari inspirasi, meraih sukses mulia dekat dengan illahi.
        Ini dia babeh Jamil Azzaini, inspirator hebat yang senang berbagi.

  2. selamat milad DD moga makin bermanfaat bagi umat, luar biasa kisah inspiratif mas Jamil

  3. junidi muhammad says:

    ’20 tahun’ usia kemapanan pertama, semoga DD memasukinya dengan penuh optimisme. Reposisioning yang berkelanjutan dengan ‘cerdas’ mensikapi zaman adalah senjata ampuh buat lembaga niralaba seperti DD. sebagai orang yang pernah ‘mampir dan berkarier di DD’, jasamu sungguh besar dalam menyingkap tabir ‘dunia pemberdayaan’ yg samapai sekarang walau tidak di DD namun tetap terpatri dalam aktifitas keseharian saya. Kang JAMIL & Kang ERY Sadewo…tampa seijin kalian dan yang (tau) pasti kalian sdh lupa dengan saya, saya tetap mohon ijin untuh menjadikan kalian berdua sebagai GURU KEHIDUPAN sampai kapanpun. Kepopuleran kalian tidak membuat saya ‘silau’ utk menegok masa lalu kalian yg penuh kederhanaan dan ketawadduan. Sederet nama lain yg sekarang ttp komit di DD; Kang Ahmad Juwaini, Kang Arifin P, Kang Yuli, Kang Kusnandar (non aktif) dan Bu Rini…serta sederet nama lain .., kalian masih tetap LUAR BIASA dengan kwalitas pengabdian yg selalu menginspirasi saya dalam berkarier. SELAMAT MILAD DD 20 Keberkahan dan tetap menebar manfaat adalah ciri khas yg tidak akan tergantikan. salam

    1. Apa kabar saudaraku? Lama tak jumpa. Semoga dirimu semakin SuksesMulia

  4. Aan says:

    Kagum dengan pilihan kek Jamil. Menolak tawaran dari perusahaan2 besar dan lebih memilih gabung sama DD.

  5. Semoga DD berkembang jadi Lebih Baik…

  6. Dan saya adl salah satu saksi hidup perjuangan mas JA di DD (mantan anak buah beliau). Selamat milad DD..smoga smakin mnebar berkah utk umat..utk mas JA terimakasih sdh mjadi inspirasi n guru hidup saya..

    1. Apa kabar mbak Enny? Bagaimana bisnismu? Doaku selalu untuk keluargamu

  7. dnur77 says:

    subhanallah…alhamdulillah…
    selamat milad DD yg ke – 20 semoga tambah sukses…..

  8. #Inspirasi Parenting

    Subhanallah…. Selamat Milad DD, semoga makin menggaung aja di persada indonesia dan Dunia. Terus berkarya, lakukan yang terbaik. Biarkan alam meninggalkan tanda.

    Tersus semerbak memberi kehangatan bagi sebanyak mungkin ummat.Makin Dewasa, kiprahnya pun makin Joss gandoss….. Amin… Salam Metamorfosa.

  9. hermanto says:

    Kenapa sekarang tulisannya agak sedikit terkesan selalu membanggakan diri sendiri kek… tulisan-2 dahulu lebih enak dibaca untuk menjadi inspirasi banyak orang…mungkin bisa menjadi pertimbangan dikemudian hari…terima kasih

    1. Astaghfirullah, terima kasih sudah mengingatkan. Terima kasih. Terkadang kesombongan datang tanpa disadari. Sekali lagi terima kasih, saya akan segera evaluasi diri

Leave a Reply

Your email address will not be published.