Jangan Tinggalkan Sisa

thumb-3.jpg

Salah satu hal yang menjengkelkan adalah saat saya ke toilet umum kemudian ada “sisa” orang sebelum saya yang tidak disiram. Saya sering bergumam dalam hati, orang ini benar-benar egois, meninggalkan “sisa” yang tidak baik dan orang lain yang harus membersihkannya.

Buang hajat di toilet umum seharusnya tak hanya memikirkan diri sendiri. Ketahuilah, apabila Anda sembarangan melakukannya, orang yang setelah Anda akan terkena najis. Dengan kata lain, Anda mempersulit orang itu bisa bebas beribadah akibat tubuhnya terkena najis karena ulah Anda.

Buang hajat memang urusan pribadi Anda. Tetapi bukan berarti Anda bebas melakukannya tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan oleh ulah Anda itu. Jangan sampai Anda lega bisa membuang kotoran Anda namun meninggalkan “sisa” bagi orang sesudah Anda.

Hal lain yang juga menyesakan dada saya adalah apabila melihat sisa makanan di piring, baik itu di restoran, hotel atau tempat pesta. Memang mungkin Anda sudah membayar atau makanan itu dihidangkan cuma-cuma buat Anda. Tetapi ingatlah, di balik makanan sisa itu ada jerih payah dan tetesan keringat para petani.

Para petani harus merawat dan menunggu berbulan-bulan agar panennya berhasil. Para petani harus menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit. Terkadang mereka berkirim doa khusus agar panennya tak gagal. Terkena terik matahari, mandi keringat dan kehujanan adalah hal yang biasa mereka nikmati demi hasil panen yang baik. Sungguh terlalu bila Anda tega menyisakan makanan tanpa beban sedikitpun di dalam pikiran dan hati Anda.

Ingat-ingat, di negeri ini masih banyak orang yang kesulitan untuk makan. Puluhan juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan masih sangat rentan kekurangan gizi. Beberapa suap nasi bagi mereka sangat berarti. Begitu tegakah Anda menyisakan makanan dengan percuma?

So, jangan terbiasa meninggalkan “sisa”. Sebab, perilaku tersebut merupakan cerminan bahwa Anda benar-benar egois tanpa Anda menyadarinya. Hidup bukan hanya tentang diri Anda. Hidup juga tentang orang-orang dibalik yang Anda makan dan juga tentang orang-orang sesudah Anda. Paham?

Salam SuksesMulia!

Bagikan:

21 thoughts on “Jangan Tinggalkan Sisa”

  1. Ali Akbar says:

    Paham, Kek 😉

  2. Herman Hanif says:

    Ketika kita bisa mengontrol nafsu maka “sisa”makanan tidak akan terjadi,pada saat kita lapar berat atau ketika kita berbuka puasa,dipikiran kita apapaun mau dimakan & akhirnya kita kekenyangan dan ada sisa makanan.
    Luar biasa, sampai hal2 seperti ini jarang sekali terpikirkan,tp babeh jamil pikirkan,sukses utk babeh jamil.

    Salam SuksesMulia,
    @HermanHanif

  3. taufiq says:

    Sesungguhnya sesuatu yang mubadzir itu adalah kawannya Syeitan…. Tampar lagi Kek..

  4. IHSAN NAUFAL M says:

    Subhanallah Hanya dengan berperilaku baik biasa saja sudah termasuk perbuatan menghargai orang lain

  5. ela nurmala says:

    iya saya sering lihat terutama di tempat hajatan byk sekali makanan sisa padahal yg hajat sk kehabisan makanan……sip kek..smg kita bisa menghargai jerih payah orang lain

  6. akbar surya says:

    trims kek, sarapan yg bikin Jebbreet.
    dari 2 kasus yg diangkat itu bs mencerminkan kepribadian seseorang lho kek 🙂

  7. Aulia Rahman says:

    Pesan yang saya rasa sangat mengena untuk masyarakat Indonesia yang bangga jika meninggalkan ‘sisa’. Nice share kek 🙂

  8. pas banget baca ini lagi makan siang…

  9. Subhan Fajri says:

    Benar sekali, demikian yang terjadi sementara Para Petani di desa-desa sangat menghargai setiap beras yang tercecerpun, subhanalloh..

  10. PENTING sekali tulisan ini, mengingatkan kita untuk bisa memanfaatkan dengan baik REZEKI.

    😀

    Semangat SuksesMulia!

  11. Nice article mas Jamil. Oh ya mas Jamil, saat saya ikut workshop bikin digital book, saya buat buku digital tentang mas Jamil dari tulisan mas Jamil, mudah-mudahan berkenan menerimanya, sy kirim via email.

  12. Cahya Ayu says:

    kok aku sedih bacanya yah.. iya sering sedih klo ada yang kyak gitu, dan seperti tidak ada beban melakukannya. Semoga bukan termasuk orang2 seperti itu dan mari serukan kebaikan.

    Thanks kek.

  13. Dwiyanto says:

    Untunglah aku selalu belajar untuk bisa menghargai apa saja dan siapa saja, dengan harapan agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

  14. Siap paham, kek 😀

  15. Neny Astari says:

    Good info, good sharing, Kek 🙂 sayapun selalu mengajarkan anak2 utk tidak meninggalkan sisa dan jangan pernah malu dg pandangan/komentar yang lain apabila tidak meninggalkan sisa satupun pd makanan kita. Karena trend yang ada sebagian orang sengaja meninggalkan sisa karena takut dicap “………….”

  16. prihatin says:

    makanan yg sdh kita ambil sendiri harus di habiskan, klau tidak mau dkatakan tidak bertanggung jawab.
    makanan yang d sisakan itu, siapa tau disitu ada berkahnya. karena itu jangan sisakan sebutir nasipun d piring.. 🙂

  17. Dika says:

    Setuju!! tidak membersihkan sisa adalah bentuk dari sikap yang tidak bertanggungjawab. iya kan? 🙂

  18. Miki Fadli says:

    Saya juga sering menyisakan makanan, bukannya setiap hari, tapi hampir setiap saya makan. #Astaghfirullah. Alesan saya begini karena merasa sudah kenyang. Dan memang porsi makan saya itu kecil. Semoga ini bisa memotivasi saya untuk tidak lagi meyisakan makanan. #Aaamiin. Do’ain kek 😉

  19. Ayu says:

    Siiiapp kek,menyisakan apapun tanpa ingat orglain memang tdk baik

  20. andi erni says:

    siiaaap…. bener bangetttt tuch kek

  21. princess amanda says:

    meninggalkan sisa makanan bagian sebagian orang adalah hal yg biasa krn jika tidak meninggalkan sisa kesannya koq greedy bangetz geto looh…padahal mah itu persepsi yang dia bentuk sendiri dalam pikiran dia..
    tulisan grandpa sangat menginspirasi…luv it…

Leave a Reply

Your email address will not be published.