Jangan Terlalu Lama Menginap

Silaturahmi itu memanjangkan umur dan memurahkan rezeki. Anak-anak saya sangat memahami itu karena setiap bermain ke rumah saudara pasti dapat “salam tempel”. Selain rajin berkunjung ke rumah saudara, sering-seringlah mengundang saudara datang ke rumah Anda. Bila perlu sediakan kamar khusus bagi saudara yang menginap.

Namun ada tata krama menginap yang tidak boleh dilanggar. Misalnya, bila Anda laki-laki janganlah menginap di rumah keluarga yang suaminya sedang tidak ada di rumah. Atau, Anda menginap terlalu lama di rumah saudara Anda. Kisah berikut bisa menjadi pelajaran.

Ada orang asal jawa yang senang “basa-basi” menawarkan kepada saudaranya untuk menginap di rumahnya. Liburan awal tahun 2013, ia pulang kampung dan berhasil mengajak saudaranya untuk ikut ke Jakarta. Betapa bahagia dan bangganya ia bisa memamerkan rumahnya yang megah dan besar kepada saudaranya dari kampung.

Hari pertama hingga hari ketiga, ia masih merasa happy dan enjoy atas keberadaan saudaranya. Mulai hari keempat ia sudah resah karena ternyata kebiasaan saudaranya banyak yang tidak cocok dengan dirinya. Tetapi ia tidak berani meminta atau mengusir saudaranya untuk pulang kampung. Sangat pantang bagi orang jawa melakukannya dengan terus terang.

Setelah beberapa pekan, ia merasa sudah tidak tahan, akhirnya ia bertekad bulat ingin mengusir saudaranya dengan cara yang sangat lembut dan halus. Ia memberanikan diri bertanya, “Tidak kangen sama yang di kampung mbakyu?” Dengan pertanyaan itu dia berharap saudaranya segera pulang ke kampung.

Deg-degan lelaki jawa yang sudah lama di tinggal di Jakarta ini menunggu jawaban, dan tidak berapa lama kemudian saudaranya menjawab, “Saya sudah kangen banget, kang mas. Makanya tadi pagi saya sudah telepon saudara-saudara yang di kampung.”

Mendengar jawaban tersebut “mak nyes” perasaan lelaki itu. Ia bergumam di dalam hati, “Alhamdulillah, akhirnya sebentar lagi saudara saya pulang ke kampung.” Ia pun kemudian memberanikan diri bertanya lagi, “Ngobrol apa tadi di telepon?” Dengan cepat saudaranya itu menjawab, “Karena saya kangen dengan mereka, maka tadi lewat telepon saya mengundang semua saudara untuk menginap di rumah ini mulai besok.”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

34 thoughts on “Jangan Terlalu Lama Menginap”

  1. Lisa says:

    hahahahaha…, saya yakin akhirnya yang pulang kampung si Lelaki Jawa pemilik rumah.

  2. Contoh Pelajaran yang bagus n bermanfaat tentunya. Thank u Pak Jamil

    SalamSuksesMulia 🙂

  3. YulianiRosyadi says:

    Lumayan bikin semyum :).tp endingnya dh ketebak(maaf kek)

  4. achmad says:

    Hahaha… Banyak pahalanya tuh yg punya rumah

  5. gustiardi says:

    Ha,ha,,jadi tambah rame deh..

  6. nuraini says:

    hahahahahaha
    bikin ketawa pagi” sebelum bekerja..
    jd tambah semangat hari ini 🙂

  7. FAJAR says:

    Kalau nginepnya di PMI, gimana Kek?

  8. maraya says:

    Hahaha Masha allah 😀

  9. Bang Tono says:

    itu namanya gk nginep, tapi pindah rumah.. he he he..

  10. Nurul Sulistyoningrum says:

    hahaha…its called ‘refreshing dagelan’ in Friday morning, thanks for share Pak 🙂

  11. heru nafi says:

    jum’at tersenyum dapat ilmu

  12. Agus Nizami says:

    Dalam Islam, seorang pria bukan muhrim tidak boleh masuk ke rumah saat si suami sedang pergi.
    Kemudian batas kewajiban melayani penginap itu 3 hari. Selebihnya adalah sedekah.
    Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tamunya. Kewajiban menjamu tamu hanya satu hari satu malam. Masa bertamu adalah tiga hari dan sesudah itu termasuk sedekah. Tidak halal bagi si tamu tinggal lebih lama sehingga menyulitkan tuan rumah. (HR. Al-Baihaqi)

    1. raka says:

      orank yg numpang lebih dari seminggu,,orang gak kenal,,temen bkn kluarga juga bukan,,sekeluarga lagiiii
      gmana solusinya tuuuu??

  13. sigit says:

    Smart joke yang penuh makna

  14. @uda_opick says:

    Gubrag,,,,hahahhah makin bertambah bebannya…
    salam semangat pagi

  15. Hëhëhëhë …hebat Master SuksesMulia satu ini, masih sempet ngelawak, padahal lagi sibuk bimbing #WBT. Salut lah…

  16. Syarmidah says:

    Keblinger yang punya rumah….thanks mas…entertain so much but still full of inspiration…

  17. PIJAT Kang Asep says:

    Hehehe…ingat dulu waktu ikut numpang disaudara selagi single mencari pekerjaan…ga tahu kalau yang punya rumah udah bosan sama kita..salam sukses mulia pajamil.

  18. Andri says:

    Hari ini telat bacanya, tp tetep dgn gaya khas kek jamil. MengInspirasi & Mengocok perut 🙂

    Salam, Sukses Mulia

    @SmalisCake

  19. Rofiq says:

    Kepingin ditawari nginep sama Pak Jamil sebenernya… he…

  20. Solochanger says:

    memang orang jawa itu kental dengan intilah pakewuh. susah ngomong untuk yang sudah merasa dekat.

    1. Yahya ponsel says:

      Hehehe… Bru ketemu blog hebat ini. Mantap… Ikut menyimak tulisan sebelum dan yang brikutnya. Salam

  21. Hefni hadi says:

    Hehehe… Bru ketemu blog hebat ini. Mantap… Ikut menyimak tulisan sebelum dan yang brikutnya. Salam

  22. ivan says:

    lucu… hehe.. mungkin judulnya: “jangan menginapkan orang” ya.. hehe.

  23. Ruri says:

    lha…kalo saya malah gak betah lama-lama hehehe

  24. mengundang kangen. 😀

  25. nur mamun says:

    kalau yang menginap saudaranya istri kita dan sudah di sindir2 agar pulang tapi ndak tahu diri, gmana rekans?thx

  26. Abdul Hadi says:

    Hahahah
    Hampir mirip sama yang saya alami saat ini .

  27. ali sabiet says:

    assalamualaikum
    mohon penjelasannya
    sepupu pria dari pacar saya suka nginep di tempat pacar saya lebih dari satu hari

  28. rina says:

    Hehehe….kasian yang punya rmh….

  29. tetsan says:

    Ih sama bgt,,, udh 10 hari sodara suami dr kampung nginap, anaknya bantu2 dan tinggal dgn kami, trus ibunya datang udh 10 hari, ponakan nya jg datang liburan sekolah sma , udh lbh 10 hari, mo pulang blm ada travel ke kampungnya,ahhh ak ga nyaman bener, tidak kah mereka paham klo kita jd terganggu, mana banyak omong lg bikin tambah risi duhh

  30. Timi says:

    adikku sudah hampir 5 tahun numpang. Sudah kerja n sudah banyak duit sampai sudah beli mobil. Masih belum pergi-pergi juga. Privasi terganggu 100%. Apalagi dia sering ganti pacar n dibawa ke rumah. Sudah sering clash tapi tetep ga usaha nyari kontrakan. Kulit badak.

  31. Anonymous says:

    Mohon solusi yah
    Saat ini rumah saya ada tamu udah lebih dari seminggu.Saya benar terganggu. Merasa tertekan dengan penampilan saya kayak di tempat umum harus tertutup semua dari ujung rambut sampai kaki.padahal di rumah saya sendiri. Saya ama suami beda pendapat. Kata suami tamu itu rezeki.tapi gimana kalau tamu itu lebih dari seminggu…

Leave a Reply

Your email address will not be published.