Jangan Takut Jadi Sales

MisriadiPernah makan di rumah makan Padang? bisa dipastikan pernah yah, selain karena rasanya yang enak, menu yang beragam, harga yang bersahabat, kehadirannya dipastikan selalu ada disetiap kota dan selalu ada di tempat-tempat strategis

Jangankan di negeri sendiri, di negara yang bule’ nya banyak pun ternyata eksis dan menjadi primadona, rumah makan padang memang sudah mendunia

Tahun 2011 saya membuktikannya, waktu itu saya mendapatkan kesempatan ikut dalam reward tour dari kantor dengan rute perjalanan west coast Amerika, start dari Los Angeles dan finish di San Fransisco. Seperti pepatah kemarau setahun dihapuskan dengan hujan sehari, begitulah gambarannya ketika +/- 9 hari “tersiksa” dengan menu yang tidak akrab dilidah, hari terakahir di San Fransisco saya dan teman-teman dipertemukan dengan Rumah Makan Padang Borobudur, bisa ditebak begitu kalapnya ketika rendang, telur balado dan rekan-rekannya tersaji di depan meja. Maknyussss

Menyambung tulisan saya sebelumnya (kalau belum baca silahkan di cek di www.trainerlaris.com episode : Balada Seorang Salesman), mari kita coba mengupas salah satu hal lain yang sangat prinsip bagi seorang penjual untuk bisa mencapai predikat Sales Andal!

Apa hubungannya dengan cerita rumah makan padang di atas? Tenang, saya tidak akan meminta anda untuk menjadi juragan rumah makan padang… hehehe

Analogi sederhana saya mengenai prinsip dasar yang yang harus dikuasai seorang sales tentunya terdiri dari beraneka ragam skill/kompetensi , persis seperti aneka lauk pauk yang tersaji di meja ketika kita masuk ke rumah makan Padang. Bukan rumah makan Padang namanya kalau sajiannya cuma 1 atau 2 lauk saja, bukan sales namanya kalau hanya punya skill percaya diri dan jago bicara saja

Diantara deretan menu yang tersaji, ada satu menu yang kehadirannya menjadi satu keharusan, tanpa menu ini kredibilitas rumah makan padangnya di pertanyakan, tanpa menu ini elektabilitasnya akan turun. Apa itu? warnanya coklat kehitaman, rasanya maknyus, namanya Rendang

Seorang sales harus memiliki kompetensi wajib layaknya penggambaran “rendang” yang menjadi menu yang harus ada di setiap rumah makan Padang, Kompetensi itu tak lain adalah kemampuan mengelola hubungan / relationship secara tepat dan efektif …. Selling is all about having good RELATIONSHIP

Kenapa relationship menjadi sangat penting? Jika kita mampu mengelola ini dengan baik maka kita tidak hanya mampu mendapatkan pelanggan tapi juga mampu memelihara dan mengabadikannya, ketika itu terjadi maka secara otomatis pelanggan itu ikut bekerja untuk kita, tanpa diminta dan tanpa dibayar. Sebaliknya akan menjadi masalah dan kerugian besar bagi seorang sales jika tidak memiliki kemampuan ini

Secara umum semua orang sudah memiliki benih dari kemampuan ini, menjadi bagian dari interpersonal skill yang ada didiri kita, kemampuan ini akan tumbuh subur menjadi kompetensi ketika kita mulai membuka diri terhadap orang lain dan lingkungan kita terus mengasahnya.

Persoalannya kemudian bagaimana memanfaatkan dan mengasahnya agar bisa menjadi harta karun kita sebagai sales untuk bisa menjual dengan efektif, waktu dan jam terbang memang akan menjawab hal itu, namun hal prinsip untuk bisa mengelola itu dengan baik adalah mengetahui, mengecek dan meningkatkan level posisi relationship kita saat ini,

saya menyebutnya dengan Ladder of Relationship (tangga mengelola hubungan)

Tangga pertama : TO KNOW; level paling bawah dalam membina hubungan, pelanggan hanya sekedar tahu tentang anda, tentang produk/jasa yang anda jual, kalaupun memakai atau membeli itu hanya karena kebetulan saja dia membaca iklan atau tools promosi anda, atau karena tidak ada pilihan lain dan pelanggan sudah butuh atau dikejar waktu yang mendesak. Di level ini pelanggan biasanya melakukan transaksi dengan anda hanya sekali atau tidak akan berulang

Tangga kedua : TO LIVE; level ketika pelanggan senang bertemu dengan anda di kesempatan yang kesekian, dia mulai membicarakan anda ke lingkaran keluarganya, dia sudah mulai terkesan dengan kegigihan anda, ketulusan anda melayani, penguasaan anda terhadap produk/jasa, dengan senang hati dia akan menyiapkan waktu untuk bertemu di kantor atau di rumahnya. Dia mulai bercerita tentang anda di komunitasnya, dia sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran/telpon anda

Tangga ketiga : TO LOVE; jika anda berhasil ke level ini anda sudah mendapatkan posisi “dihati” pelanggan, keluarganya akan tau siapa anda dari cerita-ceritanya, pembelian berulang, order akan berdatangan dari referensi dia ke kerabat dan temannya, seringkali dia akan mengajak anda untuk ikut bergabung di acara keluarganya, mengajak keluarga anda untuk makan malam, memberikan hadiah kecil di saat anda merayakan sesuatu atau disaat dia habis bepergian keluar kota

Tangga keempat : TO BE A LEGACY; tangga tertinggi dan level puncak dari mengelola hubungan. Ketika anda selalu menjadi pilihan utama ketika dia membutuhkan apapun? meski dia tau itu bukan bidang anda, dia sudah 100% terhadap anda, tidak ada ketakutan untuk mempercayakan anda di berbagai urusan. Anda telah menjadi “warisan” dan “harta” bagi dia

Terus upgrade kemampuan anda, tapaki tangga demi tangganya, perbanyak pelanggan yang menjadikan anda di level TO LOVE dan TO BE A LEGACY, dan bersiaplah anda akan menjadi Sales Andal!

Are you ready?

Follow me @misriadi_mise

Bagikan:

3 thoughts on “Jangan Takut Jadi Sales”

  1. Wah tulisannya kerON, jadi tambah ilmu nih khususnya tentang seni per-sales-an. Syukron atas sodaqoh ilmunya. Salam kenal

  2. Ora Dadi Opo says:

    mantap bang tulisannya | sukrON tambahan ilmuny | 🙂
    salam kenal |
    @npindh

  3. Kereen mas, tapi kok saya jd ngiler ya baca tulisan ini hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.