Jangan Menyerah

Saat saya SMP dulu pernah membaca sebuah buku cerita. Judul dan penulisnya saya lupa. Namun ceritanya selalu saya ingat, terutama saat saya nonton film petualangan seperti “Indiana Jones” atau film-film tentang perburuan harta karun.

Di masa lalu ada sekelompok pemburu harta karun. Ketika tersiar kabar bahwa di suatu pulau kecil terkubur harta karun maka mereka memburunya. Melalui perjalanan darat dan laut mereka terus mencari di mana pulau itu berada. Setelah melakukan perjalanan berbulan-bulan yang melelahkan akhirnya kelompok pemburu harta karun tersebut menemukan pulau itu.

Asa yang hampir hilang berubah menjadi semangat membara dan suasana suka cita. Pemimpin pemburu harta karun memerintahkan anggotanya untuk istirahat agar esok hari memiliki tenaga yang cukup untuk mencari dimana harta karun itu tersimpan. Keesokan harinya, mereka berjalan menyusuri pulau kecil  itu. Tidak lama kemudian ditemukanlah goa penyimpanan harta karun dengan ditutup pintu batu yang sangat kuat.

Mereka saling bergantian mendorong pintu goa itu. Tak bergeming. Berulang kali mereka berusaha mendorong pintu goa dengan berbagai cara, namun batu yang menutupi goa itu tak bergerak sedikitpun. Setelah berhari-hari tidak berhasil membukanya, sang pemimpin berkata, “Kelihatannya pintu goa ini dirancang untuk tidak bisa kita buka, mari kita pulang dan mencari rezeki di tempat lain.” Dengan perasaan sangat kecewa mereka meninggalkan pulau yang telah dicarinya berbulan-bulan. Cerita tidak berhenti disini.

Selang beberapa hari, datanglah kelompok pemburu harta karun lain ke pulau itu. Mereka juga berusaha mendorong pintu goa itu, tak berhasil. Berusaha lagi, tidak berhasil lagi. Setelah beberapa kali tidak berhasil, sang pemimpin berkata, “Mari kita tarik pintu goa itu!”  Dan dengan sangat mudah pintu goa itu berhasil dibuka. Wow, harta karun yang berlimpah kini menjadi milik mereka!

Pertanyaan saya, apakah pemburu harta karun yang pertama bekerja keras? Jawabannya pasti: ya! Tetapi mengapa mereka tidak berhasil? Karena mereka tidak mencoba cara yang baru dan hanya menggunakan cara yang sama. Cara yang sama adalah persepsi di kepala mereka bahwa membuka pintu itu haruslah selalu didorong. Padahal cara yang baru, menarik pintu, terbukti lebih mudah dan lebih cepat.

Nah, sekarang saya ingin bertanya kepada Anda, “Apa cara yang berbeda atau cara baru yang akan Anda lakukan tahun ini agar hidup Anda mengalami percepatan?” Saya berharap Anda bersungguh-sungguh untuk mencari jawabannya…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

30 thoughts on “Jangan Menyerah”

  1. Saafia says:

    Baik Pak akan saya cari dan temukan cara baru itu.. ^__^

  2. Frenky Suseno Manik says:

    Kebanyakan org skrg terjebak pd asumsinya sendiri, seolah bekerja keras itu sudah cukup, padahal diperlukan kerja yg cerdas. Ceritas di atas sungguh inspiratif, mengajarkan kpd kita betapa perlunya multi sudut pandang dlm menghadapi persoalan.. agar hasilnya maksimal.

    Terima kasih Ust atas ilmu2nya 😉

  3. Anggit Setyaningsih says:

    SIAAP mencari cara terbaru & berbeda untk mendapat percepatan!! ^.^

  4. Imam says:

    Saya jadi teringat sebuah kisah tentang pesulap yang menemui ajalnya setelah “terkunci” didalam peti besi sulapnya sendiri.

    Begini kisahnya. Dalam sebuah pertunjukkan spektakuler, seorang pesulap terkenal ingin memamerkan keahliannya meloloskan diri dari peti besi yang terkunci. Dia pun memanggil seorang penontonnya untuk naik ke atas panggung.

    “Saya akan masuk ke dalam peti besi ini. Silakan bapak menguncinya dari luar. Pastikan anak kuncinya bapak pegang. Saya berjanji, dalam 30 detik pintu peti besi ini akan terbuka dan saya keluar,” katanya.

    Sambil berkata demikian ia mempersilakan penonton yang tadi naik ke atas panggung untuk menggeladahnya. Ia ingin membuktikan bahwa dia tidak menyembunyikan anak kunci atau peralatan yang mungkin digunakannya untuk membuka peti besi dari dalam.

    Dia lalu masuk ke dalam peti besi tersebut. Agar lebih meyakinkan, sebelum masuk ke dalam peti besi, tangan dan kaki pesulap tersebut diborgol.

    Waktu berlalu, tidak terasa 30 detik sudah lewat. Namun, si pesulap tak juga keluar. Penonton mulai berisik. Apalagi setelah 5 menit berlalu belum juga ada tanda-tanda pintu peti besi itu akan terbuka. Kini, giliran asisten pesulap itu yang gelisah.

    “Penonton sekalian, mohon bersabar. Ini adalah bagian dari pertunjukkan. Mari kita nikmati sajian musik berikut ini,” serunya sambil berusaha tetap terseyum.

    Dua tiga lagu berlalu, namun belum ada tanda-tanda pintu besi itu akan terbuka.

    Akhirnya, setelah lagu kelima sang asisten naik kembali ke panggung.

    “Mohon maaf penonton, ini adalah hal yang tidak biasa. Oleh karena itu, izinkan saya meminta anak kunci tadi kepada bapak ini dan saya akan membuka pintu besi ini dari luar,” katanya.

    Saat kunci diberikan, teriakan huuuuuu pun menggema di seantero ruangan.

    Ketika si asisten memasukkan anak kunci dan mencoba memutarnya, ternyata dia gagal. Anak kunci itu tidak mau berputar. Ia terus mengulanginya hingga dahinya berkeringat.

    Dalam keadaan hampir putus asa ia menoleh kepada penonton yang tadi memegang anak kunci tersebut. “Apakah tadi juga macet begini?” tanyanya.

    “Oh, maaf, tadi saya tidak menguncinya. Saya memang membiarkan peti besi tadi tidak terkunci,” jawabnya.

    Benar saja ketika ditarik pintu peti besi itu terbuka dengan mudahnya. Yang mengejutkan adalah di dalamnya si pesulap terbaring kaku. Tangannya yang sudah terbebas dari borgol tampak memegang anak kunci duplikat yang belakangan diketahui ia sembunyikan baik-baik di dalam peti besi tersebut.

    Malang nian nasib si pesulap. Setelah selalu berhasil membuka peti besi yang terkunci kali ini dia gagal karena ternyata peti besinya tidak terkunci…

  5. akhnurhad says:

    inovasi…

    Salam Sukses Mulia…

  6. mustika yanti says:

    Ternyata banyak cara u mengatasi masalah, gak cuma satu yg penting berpikir dulu, jgn buru2 berhenti dan patah smgat.
    Thanks u crita nya pak. . .

  7. ridwan says:

    Whew….keren pak……setuju…pasti Ada jalan lain…

  8. Rengga F says:

    cerita yg sederhana tapi cukup membuka pikiran.. mudah2an cara baru yg sedang saya jalani bisa dapet percepatan dariNya 🙂

  9. Siap kek…
    terima kasih sudah mengingatkan,
    Program baru dan strategi baru sudah di install dan sedang dijalankan.
    Masih agak kaku karena masih baru, semoga ini bisa mempercepat pencapaian di tahun 2012.

    Salam Sukses Meraih Bahagia

    Wassalam,
    Salam SuksesMulia

    Andri I. Karif

  10. Josie says:

    Terima kasih sekali ya Pak atas ceritanya…

  11. Ano says:

    kadang cara sederhana yang tiddak terfikirkan

  12. Mekoh says:

    Ada.
    Sebelumnya saya selalu belajar sendiri/autodidak.Hasilnya lama bahkan sering salah.
    Sejak akhir tahun 2011 dan dilanjutkan di tahun 2012 ini saya mencari mentor atau mengikuti seminar atau training dibidang yang saya senangi. Hasilnya Luar Biasa. Kini saya memahami sesuatu dengan lebih cepat dan hasilnyapun sangat memuaskan.
    Diakhir 2011 saya mengikuti training Wanna Be Trainer dan Diawal 2012 saya mengikuti training Optimasi. Kini saya memotivasi banyak orang dan mengoptimasi banyak kawan.
    Kini saya mengikuti training penulisan non fiksi. Maka sebentar lagi saya akan menjadi Characterpreneur, pembicara dan penulis sekaligus. Sama dan Mirip dengan Guru-guru Mulia saya @jamilazzaini, @pakarseo dan @osolihin. Terima kasih Guru.

  13. sungguh sangat inspiratif

  14. dewi says:

    keren Pak, harus ada cara lain yg tidak biasa yg kita lakukan untuk melakukan sesuatu, kadang mikirnya detail ga taunya solusinya gampang bgt, makasih 🙂

  15. adi says:

    sungguh luar biasa pak…

  16. Kisahnya mas Imam sama kerennya dng tulisan di atas.. Luar biasa

  17. ya….jangan menyerah untuk mencoba hal2 yang baru dan menyelesaikan masalah dg cara yaang baru….sepakat karena cara baru memberikan semangat baru….dan jangan lupa pesan Rosulullah perbaruhilah selalu imanmu. sepakat?

  18. PH. Putra says:

    Iya, ya.. terkadang kita terjebak pada ‘kebiasaan rutin’. Contohnya, 90% kita menggunakan jalan yang sama ketika menuju kantor. Padahal ada 2-3 alternatif lain. Terima kasih mas Jamil. Sangat mencerahkan.

  19. Nani MARYANI says:

    terima kasih pak Jamil atas inspirasinya ^^

  20. ruli says:

    mantap sekali pa,,
    terima kasih sudah mengingatkan 😀
    salam SUkses Mulia

  21. Bang Fifin says:

    artikel yang menarik. Sebuah terobosan baru dalam menghadapi tantangan. Mantabs..

  22. hasan says:

    inspiratif

  23. Anggia says:

    Jangan Pernah Menyerah itulah salah satu kata ajaib, yang bisa terus memotivasi diri. Dalam hidup akan selalu banyak tantangan,,terus berusaha dan berkarya,jika jatuh bangkit kembali..Cari terobosan baru untuk hasil yang maksimal..
    Semangaaaaat 🙂

  24. Semaugue says:

    Sangat bagus sekali pelajaran yang saya peroleh kali ini

  25. #GREAT Note Pak… pakai cara berbeda, pasti ada Jalan!

  26. Sari says:

    Terinspirasi kembali, disaat putus asa atas usaha yg berjalan..makasih

  27. Ria says:

    keren pak! always wishing to hear your live performance

  28. Ardha says:

    Mantap pak… always inspiring..

  29. SukrON Bang Imam Suyono atas sedekah ilmunya yg kerON_!!!

    Cara terbaru yg ingin saya lakukan ialah berguru langsung pada Kakek Jamil Azzaini. Saya rasa beliau merupakan guru/mentor/motivator yg saya cari selama ini.
    Semoga Yang Maha Merencanakan mengabulkan keinginan saya.
    Λάmΐΐπ Yάªª Ŕõßßǻl Ąlάmΐΐπ 🙂
    Ingin rasanya setelah berguru dengan kek Jamil Azzaini untuk berbagi ilmu kepada lingkungan sekitar saya.
    Insya Allah dengan begitu saya bisa memberdayakan lingkungan sekitar saya.

    Salam Sukses Mulia_!!!
    @npindh
    ง^•^ง

Leave a Reply

Your email address will not be published.