Jangan Mencari Banyak

solver.jpg

Wisuda Worshop STIFIn Level 3 sekaligus deklarasi Asosiasi Solver Indonesia di Jakarta, kemarin.

Kemarin saya menghadiri wisuda anak saya yang nomor dua (Asa). Bukan wisuda dari perguruan tinggi, tetapi wisuda setelah ia lulus mengikuti Workshop STIFIn Level 3 yang dilaksanakan selama satu bulan penuh di Puncak, Bogor. Saya merasa senang, karena selain sebagai lulusan terbaik, anak saya juga berhasil menulis buku bersama istrinya dan tiga sahabat lainnya. Judul bukunya “Solver: Nyalakan Jarang Terang.”

Wisuda lulusan Worskhop STIFIn Level 3 sekaligus deklarasi Asosiasi Solver Indonesia di Jakarta, kemarin.

Wisuda lulusan Worskhop STIFIn Level 3 sekaligus deklarasi Asosiasi Solver Indonesia di Jakarta, kemarin.

Di sela-sela acara tersebut pendiri dan penggagas Mesin Kecerdasan STIFIn, Farid Poniman, menawarkan peluang bisnis kepada yang hadir. Syaratnya, pasangan suami-istri dan siap ikut pendidikan selama enam bulan. Uniknya, setelah usaha berjalan dan memberi keuntungan maka peserta diwajibkan menyumbangkan 97.5 persen hasilnya untuk disumbangkan. Peserta hanya boleh menikmati 2.5 persen keuntungan saja.

Mendengar penjelasan ini, saya teringat nasihat Gus Mus –KH Ahmad Mustofa Bisri, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang, “Jangan banyak-banyak mencari banyak, tapi banyak-banyaklah mencari berkah. Banyak mudah didapat dengan hanya meminta. Tetapi berkah bisa didapat dengan memberi.”

Secara logika, memberi itu mengurangi tetapi sejatinya justru menambah. Secara guyonan guru kehidupan saya berkata, “Apa yang kamu berikan itu akan ngajak teman-temannya untuk mendatangi kamu. Karena senang punya majikan seperti kamu. Apabila kamu memberi banyak yang datang kepadamu semakin banyak. Sebaliknya, kalau kamu pelit yang datang kepadamu semakin sedikit.”

Selain itu, memberi kembalinya tidak selalu dalam bentuk materi atau sesuatu yang terlihat. Memberi, kembalinya bisa dalam bentuk yang tidak terlihat. Misalnya, kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kenyamanan keberkahan yang semua itu bisa dirasakan di hati dan pikiran namun tidak terlihat oleh penglihatan.

Jangan banyak-banyak mencari banyak apalagi hanya untuk memuaskan ego pribadi. Terlalu banyak yang terkorbankan. Banyaklah memberi, tiada henti, setiap hari. Apa yang ingin Anda berikan hari ini? Kepada siapa pemberian itu Anda berikan?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

4 thoughts on “Jangan Mencari Banyak”

  1. dianhandiana says:

    Senang sekali membaca artikel ini sebagai tambahan ilmu 😀

    1. Jamil Azzaini says:

      Silakan dishare… Hehehehe

  2. Nurhadi says:

    sungguh luar biasa, mari kita berbagi lebih banyak lagi…
    salah satunya berbagi atau share artikel ini, hehehe

    1. Jamil Azzaini says:

      Josss Gandos…

Leave a Reply

Your email address will not be published.