Jangan Ge-er

Share this
  • 201
  •  
  •  
  •  
  •  
    201
    Shares

Saat kita berbicara dihadapan banyak orang jangan mudah ge-er. Tepuk tangan dan teriakan dari peserta yang hadir belum tentu merupakan penghormatan kepada kita. Boleh jadi itu dilakukan karena peserta jengkel dengan kita. Mungkin juga itu disebabkan materinya yang tidak menarik, pembahasannya “ngalor-ngidul” gak jelas atau gaya penyampaiannya kurang tepat.

Kisah berikut ini, yang dikirim via BB oleh teman kuliah saya Anang Ghozali, semoga bisa menjadi pelajaran.

Seorang politisi bersemangat tinggi mendatangi perkampungan suku terasing untuk berkampanye. Di depan suku itu, sang politisi menyampaikan orasi di hamparan ladang terbuka dengan penuh gairah dan berapi-api.

“Saya jauh-jauh dan bersusah payah datang ke sini karena saya mencintai Anda semua!” teriak politisi itu.

“Wuukaaa!” teriak orang-orang yang hadir di lapangan itu sambil serentak mengepalkan tangan ke udara.

Politisi itu menjadi lebih bersemangat menyampaikan orasinya. “Dengan sepenuh hati saya akan memperjuangkan kemakmuran untuk saudara-saudara!” lanjutnya.

Teriakan “wuukaaa” lebih keras terdengar di tengah belantara hutan itu. Politisi itu menambahkan, “Saya akan memberikan rumah yang layak untuk Anda semua!” Teriakan “wuukaa” kembali menggelegar menambah meriahnya kampanye.

Setiap politisi itu mengatakan sebuah janji, maka suku terasing itu terus berteriak dengan penuh semangat, “Wuukaaa!!!”

Politisi itu bahagia tiada terkira mendengar sambutan yang luar biasa dari suku terasing itu. Jauh melebihi apa yang ia perkirakan.

Usai kampanye, politisi itu ingin blusukan melihat perkampungan. Ditemani kepala suku ia berjalan menuju perkampungan suku terasing itu. Sang politisi tertarik dengan bangunan yang sangat unik berdiri kokoh di tengah perkampungan.

Ia bertanya, “Bangunan apa itu?” Kepala suku menjawab, “Kandang kuda, kami menggunakan kuda-kuda itu untuk berburu dan alat transportasi. Semua kuda milik warga dikumpulkan disitu.”

Baca Juga  Untuk Mbak Dhira & Mbak Hana

Kebetulan politisi itu seorang penggemar kuda. Maka, dengan penuh semangat dan gairah ia memohon izin kepada kepala suku dan berkata, “Saya ingin melihat kuda-kudanya.” Sang kepala suku segera mengiyakan, “Oh, silakan, tapi hati-hati berjalan di kandang itu. Sepatu bapak sangat bagus, sayang bila harus menginjak wuka.”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


TBnCbatch8



Share this
  • 201
  •  
  •  
  •  
  •  
    201
    Shares

32 comments On Jangan Ge-er

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer