Jam Terbang

Saya dikontrak untuk memberikan training di Permata Bank, roadshow ke seluruh Region di Indonesia. Sabtu pekan lalu (18/6/2011) saya tampil di Bali yang merupakan bagian dari Region 7. Ketika pimpinan Permata Bank memberikan sambutan beliau menyampaikan alasan mengapa mereka memilih saya sebagai inspirator.

Menurutnya, Permata Bank memilih 11 inspirator terbaik Indonesia untuk memotivasi dan memberikan inspirasi kepada karyawannya. Saya, kata beliau, adalah inspirator terbaik kedua yang terpilih. Sedangkan inspirator terbaik pertamanya adalah diri mereka sendiri. Saya tidak tahu mengapa demikian, bagi saya yang terpenting adalah sebagai inspirator saya terus berlatih dan memberikan yang terbaik.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Merujuk hasil riset Berlin Academy of Music, untuk menjadi ahli kelas dunia seseorang harus memiliki jam terbang sebanyak 10.000 jam. Dengan kata lain, bila kita berlatih 3 jam setiap hari maka setelah 10 tahun kita sudah menjadi ahli kelas dunia. Disebutkan pula bahwa para ahli kelas dunia, di berbagai bidang, menghabiskan jam terbang lebih dari 10.000 jam.

Mungkin sebagian orang ada yang mengatakan, “Wah, saya sudah ahli dong, setiap hari kerja delapan jam.” Belum tentu. Mengapa? Karena 10.000 jam itu harus merupakan latihan yang terencana dan terprogram (deliberate practice). Jadi, bukan hanya melakukan pekerjaan yang berulang-ulang. Orang yang bekerja 10 tahun belum tentu jam terbangnya 10 tahun –jangan-jangan jam terbangnya hanya 1 tahun dan diulang-ulang selama 9 tahun.

Saya terjun total di dunia training sejak 2006. Sejak saat itu saya terus berlatih. Salah satu caranya dengan menugaskan tim untuk menilai saya dan memberikan feed back ketika saya tampil. Dari hasil inilah kemudian kami berdiskusi, memperbaiki diri, diuji lagi, berlatih lagi dan tampil kembali.

So, bila Anda memang ingin ahli di bidang yang Anda tekuni saat ini, rancanglah latihan yang terencana, terprogram dan mintalah feed back dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Bila Anda enggan meminta saran, nasehat dan masukan tentang apa yang Anda tekuni, jangan menyesal jika kemudian Anda tak punya keahlian apapun.

Perbanyaklah jam terbang yang bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban dan menjalankan job description. Tapi terbanglah dengan bekal ilmu, nasehat, saran dari pakarnya. Dengan demikian, saya yakin 10 tahun kemudian saya akan berjumpa dengan Anda sebagai ahli kelas dunia. Ayo buktikan!

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

8 thoughts on “Jam Terbang”

  1. Anggit Setyaningsih says:

    Sy sangat setuju dg pimpinan permata bank om..
    Inspirator trbaik itu mmg diri kita sndri,bukan dr org lain.
    Mana mgkn kita bs sukses kl hnya dngerin org lain ngomong,ga action2 🙂
    jd mmg smgt n skp optimisme dr sndri it sgt pntg 🙂

  2. Ano says:

    Selamat pagi dan Semangat pagi Pak JamilAzzaini,
    hihi.. Kirain pesawat aja yg memiliki jam terbang.
    Salam sukses mulia untuk semua

  3. joko says:

    Expertise dari 10,000 jam latihan. Hal tersebut sangat rasional pak. Karena menurut saya, expertise tidak bisa didapat secara instan.
    Saya jadi teringat pepatah ala bisa karena biasa.

  4. Jamil says:

    Anggit, betul sekali. Yang menentukan hidup bukanlah motivator atau inspirator tetapi diri kita sendiri. Ano, he..he..teima kasih pagi-pagi sudah menghibur saya. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  5. Sukendar says:

    Sukses bang jamil, setiap hari saya share tulisan Bapak ke link sya…

  6. Khalik HR says:

    ya sukses pak Jamil atas jam terbangnya sehingga bp terpilih oleh bank Permata

  7. aniel says:

    so inspiring me!!!

  8. habibullah al amin says:

    Tawaran yang menggoda

Leave a Reply

Your email address will not be published.