Jadilah Seperti Ayam Kampung

ayam.jpg

Bagi Anda yang peduli kesehatan tentu tahu ayam mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi, ayam kampung atau ayam potong broiler? Ya, ayam kampung ternyata lebih sehat. Selain lebih sehat ayam kampung juga terasa lebih nikmat. Harga ayam kampung pun jauh lebih mahal dari ayam potong broiler.

Padahal bila dilihat dari biaya perawatan, ayam kampung jauh lebih murah dibandingkan ayam broiler. Peternak ayam kampung cukup menyiapkan kandang untuk tempat berlindungnya ayam dimalam hari. Usai subuh, kandang dibuka dan biarkan ayam mencari makan sendiri di alam bebas.

Anda ingin lebih sehat? Berharga lebih mahal? Dan digemari banyak orang? Tidak merepotkan banyak orang? Jadilah seperti ayam kampung.

Ciri-ciri ayam kampung itu ada beberapa. Pertama, mandiri mencari rezeki. Walau orang tua Anda kaya, milikilah rasa malu bila banyak meminta kepadanya. Jangan Anda mengaku sudah dewasa tetapi masih lebih sering meminta.

Jauhi mental gratisan, ingin sesuatu yang bermutu tapi tak mau membayar harganya. Walaupun memang segala sesuatu yang bermutu tak harus membayar. Biasakanlah bila Anda mendapatkan sesuatu yang bermutu secara cuma-cuma segera keluarkan sedekah melebihi apa yang sudah Anda dapatkan. Memberi itu lebih terhormat dibandingkan meminta.

Kedua, menjauhi cara-cara instant. Ayam potong bisa lebih cepat membesar karena ada perlakuan dengan obat-obatan tertentu. Dan celakanya, obat inilah yang bisa membuat ayam potong menjadi kurang sehat bila dikonsumsi manusia. Daging ayam kampung memang lebih kecil, tetapi karena prosesnya alamiah maka dagingnya menyehatkan untuk dimakan.

Jauhi ingin segera kaya dan populer tetapi dengan cara instant. Cara instant bisa membuat kehidupan Anda tidak sehat bahkan bisa mencelakakan. Kekayaan dan popularitas yang dibangun dengan cara instant mudah musnah dan hilang tanpa bekas.

Ayam kampung populasinya memang lebih sedikit dibandingkan ayam potong. Begitulah fitrahnya kehidupan, sesuatu yang berharga mahal memang jumlahnya sedikit. Saya berharap Anda termasuk kelompok yang sedikit. Mau?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

15 thoughts on “Jadilah Seperti Ayam Kampung”

  1. EventJogja.Com says:

    setuju bgt om, ayam kampung lebih sehat tapi sebetulnya ga “kampungan” lho!
    hindari cara instan dan tekun bekerja ya 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehehe, cerdas

  2. Ora Dadi Opo says:

    Ayam kampung yg pasti GURIH kek klo dimasak Lodho khas Tulungagung, seGURIH tulisan kek Jamil pagi ini. Mak Nyus_!!! 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Sodorin minum 🙂

      1. Ora Dadi Opo says:

        SukrON kek 🙂

  3. suratinah says:

    hehehe…bahkan ayam saja menginsipirasi…
    salam sukses pak Jamil

    1. Jamil Azzaini says:

      Ayam kampung ya bukan ayam kampus 🙂

      1. among kurnia ebo says:

        emangnya Kek Jamil pernah liat ayam berkeliaran di kampus????

  4. danang rahadi says:

    Mantab, kek. Inspirasinya cocok juga utk yg sedang mengembangkan usaha. Alon-alon ning kelakon.

  5. Sari says:

    Mantap Kek… Jleb menginspirasi!
    Koreksi kecil: tidak semua ayam broiler pake obat. Peternak yg jujur gak akan pake obat.
    Secara genetik, ayam broiler dirancang untuk cepat tumbuh besar

    1. Jamil Azzaini says:

      Terima kasih infonya

  6. Hidayati Nurrokhmah says:

    Boleh dijadiin songstory yaa grandpa 🙂

  7. ahmad bahrawi says:

    Alhamdulillah….sarapan yang luar biasa di negeri orang sambil nambah ilmu.
    Tararengkiu kek…… 🙂

  8. ali samsudin says:

    Alhamdulillah

  9. Taufik Fahrudin says:

    pagi-pagi “sarapan ayam kampung” memang inspiratif

Leave a Reply

Your email address will not be published.